Dejurnal.com, Bandung – Bagi H. Dadang Suryana, S.Ip, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar perayaan tahunan atau seremoni untuk mengenang perjuangan para pahlawan.
Kemerdekaan, menurutnya, merupakan amanah yang harus diisi dengan kerja nyata. Semangat perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, H. Dadang Suryana melihat kemerdekaan dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: kesejahteraan, kesempatan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta pelayanan publik.
Baginya, kemerdekaan akan terasa maknanya ketika masyarakat di desa maupun perkotaan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan meningkatkan taraf kehidupannya.
“Setiap rupiah APBD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan harus merata, ekonomi rakyat harus tumbuh, UMKM dan koperasi harus semakin kuat, petani dan pelaku usaha harus mendapatkan ruang untuk berkembang, serta lapangan pekerjaan harus semakin terbuka,” ujarnya.
Membangun Ekonomi Tanpa Membebani Rakyat
Salah satu perhatian H. Dadang Suryana adalah penguatan ekonomi daerah. Ia menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang penting untuk memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Bandung. Namun, peningkatan pendapatan daerah tidak semestinya dilakukan dengan membebani masyarakat.
Potensi ekonomi daerah, kata dia, harus digali melalui sektor-sektor produktif seperti UMKM, koperasi, perdagangan, pertanian, pariwisata hingga investasi yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercatat dalam angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan, berkembangnya usaha, tersedianya lapangan pekerjaan dan membaiknya kualitas hidup.
“Yang kita inginkan bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang baik di atas kertas, tetapi masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” katanya.
Kemerdekaan Harus Dirasakan Sampai Desa
Bagi H. Dadang Suryana, pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dari makna kemerdekaan.
Infrastruktur dan fasilitas ekonomi tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Desa-desa harus memperoleh ruang yang sama untuk berkembang, karena sebagian besar potensi ekonomi masyarakat justru tumbuh dari tingkat bawah.
Kemerdekaan, menurutnya, harus dapat dirasakan di rumah-rumah rakyat, pasar, tempat kerja, sentra usaha, hingga pelosok desa di Kabupaten Bandung.
Karena itu, kebijakan pembangunan harus diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
APBD Harus Kembali kepada Rakyat
Sebagai wakil rakyat, H. Dadang Suryana menempatkan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan anggaran daerah sebagai bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa anggaran daerah pada hakikatnya merupakan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perencanaan dan penggunaan APBD harus memberikan dampak nyata.
Semangat kemerdekaan juga menjadi pengingat bagi dirinya dan jajaran DPRD untuk terus menjaga integritas, mengawal pembangunan serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Bagi saya, semangat kemerdekaan juga berarti kemerdekaan dari kemiskinan, ketimpangan, keterbelakangan, dan pelayanan publik yang tidak optimal,” tuturnya.
Berkhidmat untuk Rakyat
Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, H. Dadang Suryana ingin semangat kemerdekaan menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk membangun Kabupaten Bandung.
Ia membayangkan Kabupaten Bandung ke depan sebagai daerah yang semakin mandiri secara ekonomi, kuat dalam mengembangkan UMKM dan koperasi, memiliki pembangunan yang merata, serta mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.***Sopandi















