Dejurnal.com, CIAMIS. Bantuan sandang dari Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak serta-merta diberikan kepada setiap warga yang diusulkan. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis terlebih dahulu melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Langkah tersebut dilakukan dalam penyaluran Bantuan Sandang 2026 yang menyasar warga kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Aula Dinsos. Kamis (01/10/2026)

Kepala Dinsos Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, mengatakan usulan penerima memang berasal dari pemerintah desa. Namun, usulan tersebut masih harus melalui proses pengecekan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.
“Setelah ada usulan dari tiap-tiap kepala desa, kita tidak langsung menyetujui. Kita pastikan terlebih dahulu apakah memang betul usulan ini sesuai dengan fakta atau tidak,” ujarnya
Untuk tahun 2026, Bantuan Sandang diberikan kepada 20 penerima manfaat dengan total anggaran sekitar Rp50 juta.
Besaran bantuan tidak dibuat sama rata. Dinsos menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing penerima sehingga barang yang diberikan dapat langsung digunakan.
Bentuk bantuan di antaranya kasur, pakaian, perlengkapan salat, sembako hingga perlengkapan sekolah.
Menurut Ihsan, kebutuhan setiap penerima berbeda. Karena itu, pendekatan yang digunakan bukan sekadar membagikan bantuan dengan jenis barang yang sama, melainkan melihat kondisi dan kebutuhan penerima.
Penerima yang membutuhkan perlengkapan sekolah, misalnya, mendapat bantuan yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan. Sementara warga yang membutuhkan kasur mendapat bantuan untuk menunjang kebutuhan istirahat.
Begitu pula dengan perlengkapan salat dan kebutuhan dasar lainnya yang diberikan sesuai kondisi penerima.
“Jadi, tidak dilihat dari banyak sedikitnya anggaran, tetapi perhatian pemerintah untuk membantu meringankan,” kata Ihsan.
Rata-rata nilai bantuan yang diterima setiap penerima sekitar Rp2,5 juta. Namun, nilainya dapat berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing warga.
Bukan Sekadar Nilai Bantuan
Ihsan mengatakan keterbatasan anggaran tidak membuat pemerintah daerah mengabaikan warga yang membutuhkan. Program bantuan tetap dijalankan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
Baginya, ukuran keberhasilan bantuan bukan hanya pada besaran nominal yang diterima warga. Yang lebih penting, bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan penerima dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini merupakan kegiatan rutin dari pemerintah untuk membantu warga masyarakat yang kesusahan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya,” ujarnya.
Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting sebelum bantuan disalurkan. Dinsos ingin memastikan data dan kondisi warga yang diusulkan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Setelah penerima dinyatakan sesuai, bantuan kemudian disiapkan berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Penerima Diminta Tak Menjual Bantuan
Dinsos Ciamis juga mengingatkan penerima agar bantuan yang telah diterima digunakan sebagaimana mestinya.
Ihsan meminta barang bantuan tidak dijual atau dialihkan kepada pihak lain. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk membantu memenuhi kebutuhan penerima dan menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami sampaikan di forum, jangan disalahgunakan dan jangan dijual. Gunakan bantuan sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membuat penerima sedikit lebih ringan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Warga yang menerima kasur, misalnya, dapat menggunakannya untuk kebutuhan istirahat. Sedangkan bantuan perlengkapan sekolah diharapkan dapat menunjang kebutuhan pendidikan penerima.
“Manfaat yang diharapkan adalah mereka dapat memenuhi kebutuhan dan melaksanakan kegiatan sehari-harinya tanpa hambatan,” tutur Ihsan.
Dengan proses usulan dari desa, verifikasi lapangan dan penyesuaian jenis bantuan berdasarkan kebutuhan, Dinsos Ciamis berupaya memastikan Bantuan Sandang 2026 tidak berhenti pada penyaluran.
Program tersebut diarahkan agar bantuan yang sampai ke tangan warga benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat langsung bagi penerima. (Nay Sunarti)



















