Dejurnal.com, Garut – Dibalik cerita legenda Lingga Ratu, yang terselimuti kabut tebal, dingin. Terselip panonrama alam yang indah menawan. Secangkir teh hangat, kopi hitam kental menghangatkan tubuh yang mulai beku.
Rasanya lelahpun terbayarkan, suguhan Sunset menyinari langit Puncak Halimun Awi Carang. Minggu, 19 Juli 2026.
Suguhan panorama alam dibalik cerita dan legenda peradaban masa silam kini menyisakan fakta sejarah, menjadi cerita rakyat, terus berkembang dari generasi-kegenerasi warga masyarakat disekitar “Situs Peradaban Lingga Ratu, King Of The King” yang berada dibawah KRPH Karangpawitan.
Dimana lokasi Wisata “Puncak Halimun Awi Carang “, ini berada dibawah “Situs Peradaban Lingga Ratu ” ( King Of The King ), diKampung Cicadas RT. 02/RW.12 Desa Sindangpalay Kecamatan Karang Pawitan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.
Selain suguhan panonrama alam, yang begitu indah, dan rimbunan pepohonan, pengunjung dapat menikmati oleh-oleh hasil tani, dari para petani lokal berada di sekitar lokasi, bahkan pengunjung dapat menyaksikan langsung para raider motor cross yang menerobos dibalik rimbunan pepohonan, pengunjung bisa membawa, anak dan keluarga sambil belajar sejarah peradaban Situs Lingga Ratu, memiliki kepedulian lingkungan dan melestarikan alam, dengan bersedekah pohon, serta menikmati permainan “kaulinan budak bareto” hampir punah, pengunjung bisa menikmati sensasi camping ground dan sunset di Puncak Halimun AWC.
Objek wisata ini, merupakan kesadaran masyarakat Kp. Cicadas berada dibawah Situs Peradaban Lingga Ratu, bertujuan untuk menjaga, merawat, melestarikan situs peradaban tersebut. Salah satunya membentuk kepengurusan Kelompok Sadar Wisata yaitu “Puncak Halimun Awi Caran ” itu berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Sidangpalay yang bernomor 556/SK.025/VI/2025. Tertanggal,15 Juni 2025 dengan susunan Ketua Saripudin ,
Sekertaris Mita Lestari,Bendahara Yandi Hardian, beralamat di Kampung Cicadas Desa Sidangpalay Karangpawitan Garut .
Disampaikan Yandi Hardian Pokdarwis
“Akar cerita-budaya ini terus berkembang di dalam tatanan kehidupan masyarakat sekitar Situs/Cagar Budaya dan tentunya warisan leluhur ini haru terus dijaga dan dilestarikan warga masyarakat di sekitar lokasi dan berkaitan hal tersebut lahirlah sebuah ide/gagasan untuk melakukan hal pengembangan sumber potensi yang ada disekitar desa” jelasnya
Lebih lanjut sampaikan oleh Yandi
“Tentunya diharapkan menjadi sumber potensi Pendapatan Asli Desa (PADes) / Pendapatan Asli Daerah (PAD), berujung meningkatnya perekonomian dan tarap hidup masyarakat desa lebih sejahtera. Khususnya yang berada disekitar lokasi Pengelola Desa Wisata “Puncak Halimun AWC”. Kmp. Cicadas, Desa Sidangpalay, Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat”. Harapnya.
Menurut Sarif selaku Pengelola Wisata inspirasi dari nama Puncak Halimun Awi Carang itu sendiri tidak lepas dari Situs Peradaban Lingga Ratu, King Of The King dimana memiliki makna dan arti, secara bahasa begitu dalam, terlepas apa yang menjadi rahasiah dibalik semua itu.
“Ya apa yang tadi telah disampaikan oleh adik saya itu memang benar, ini warisan dari karuhun (leluhur) yang harus dirawat dijaga,dilestarikan bersama, makanya kami warga masyarakat Cicadas telah merembuk membentuk kelompok untuk menjaga lingkungan kami apalagi ada situs Lingga Ratu, dengan cara sedekah pohon salah satu kegiatan kami, dimana para pengunjung bersedekah pohon dan nantinya kami berinama pengunjung dan kita tanam dan rawat bersama “. Tegasnya.
Sementara menurut H. Aa salah satu pengunjung asal komunitas Maung ini, menyampaikan
“Bahwa pemandanganya itu bagus indah dan udaranya segar, kepada Pa Bupati, Pa Kadis dan Warga Garut datang kesini nikmati sensasi Puncak Halimun Awi Carang “. Ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Jiji dari Komunitas Tragat.
“Ya saya berharap pada Pemda Garut, ini salah satu potensi wisata yang bagus, memiliki daya tarik tersendiri dan selain adanya Situs Lingga Ratu, panonrama Sunset bagus, udaranya segar “. Tandas Jiji Tragat. #. Yohaness.















