CIAMIS, deJurnal,– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, menegaskan komitmennya mengembalikan arah perjuangan organisasi pada khitah yang telah diwariskan para pendiri PUI.
Yakni sebagai gerakan dakwah yang membangun peradaban umat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Komitmen tersebut disampaikan Nanang usai dilantik sebagai Ketua DPD PUI Kabupaten Ciamis masa bakti 2026–2031 bersama jajaran pengurus DPD PUI dan DPD Wanita PUI Kabupaten Ciamis dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula PKK Kabupaten Ciamis, Kamis (2/7/2026).
Mengusung tema “Meneguhkan Islah Wasathiyah dalam Mewujudkan Ciamis yang Dinamis”, pelantikan menjadi momentum bagi PUI untuk memperkuat perannya sebagai organisasi Islam yang hadir memberikan solusi bagi umat melalui dakwah yang moderat, pendidikan yang berkualitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Nanang mengatakan, kepengurusan yang dipimpinnya tidak akan mengubah arah dasar perjuangan organisasi.
Sebaliknya, PUI akan kembali menegaskan identitasnya sebagai organisasi dakwah yang sejak awal berdiri tidak pernah berorientasi pada perebutan kekuasaan politik.
“Sejak didirikan, PUI tidak memiliki visi untuk merebut kekuasaan politik. Khitah perjuangan kami adalah dakwah. Dakwah itu diwujudkan melalui pendidikan, pembinaan umat, dan penguatan ekonomi masyarakat. Itulah yang akan terus kami jalankan,” tegasnya.
Menurutnya, sejarah panjang PUI telah membuktikan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar-mimbar ceramah, tetapi diwujudkan dalam karya nyata melalui lembaga pendidikan, pesantren, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ia mencontohkan keberadaan Pondok Pesantren Santi Asromo di Kabupaten Majalengka sebagai salah satu warisan besar perjuangan PUI dalam mencetak generasi Islam yang berilmu dan berkarakter.
“Para pendiri PUI mengajarkan bahwa membangun umat harus dimulai dari pendidikan. Dari sanalah lahir generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan mampu membangun bangsa. Pendidikan akan tetap menjadi prioritas perjuangan kami,” katanya.
Selain pendidikan, penguatan ekonomi umat juga menjadi perhatian utama kepengurusan baru. Nanang menilai dakwah harus mampu menghadirkan kesejahteraan sehingga umat memiliki kemandirian dan tidak bergantung kepada pihak lain.
“Bagaimana umat ini maju, bagaimana ekonomi umat kuat dan mandiri, itulah yang terus kami perjuangkan. Dakwah harus melahirkan kemanfaatan yang nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, DPD PUI Kabupaten Ciamis akan menggelar rapat kerja pada pekan depan untuk menyusun program prioritas satu tahun ke depan. Program tersebut akan mengacu pada delapan langkah strategis organisasi sebagai pedoman dalam mengembangkan dakwah, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial.
“Minggu depan kami langsung melaksanakan rapat kerja. Kami akan menyusun program kerja agar seluruh kegiatan benar-benar mengarah pada visi besar PUI dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” jelas Nanang.
Ia menegaskan, dakwah yang diperjuangkan PUI harus mampu menghadirkan Islam sebagai pedoman hidup yang membimbing umat dalam seluruh aspek kehidupan.
“Islam adalah agama yang menuntun jalan hidup manusia agar tidak tersesat. Karena itu dakwah tidak cukup hanya dipelajari atau diperdebatkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui amal nyata,” tuturnya.
Nanang mengungkapkan, PUI saat ini memiliki kekuatan organisasi yang besar dengan jumlah anggota lebih dari 27 ribu orang. Selain itu, PUI juga membina sekitar 116 satuan pendidikan yang menjadi bagian dari gerakan mencerdaskan kehidupan umat.
Potensi tersebut, menurutnya, harus menjadi modal untuk memperluas kontribusi organisasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa PUI merupakan rumah bersama bagi seluruh umat Islam tanpa membedakan latar belakang politik.
“Di kepengurusan kami ada yang berasal dari PDI Perjuangan, Demokrat, PPP, PBB, PKS, dan berbagai latar belakang lainnya. Namun ketika berada di PUI, kami tidak berbicara politik. Yang kami bicarakan adalah dakwah, pendidikan, ekonomi umat, dan bagaimana memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. PUI adalah milik seluruh umat Islam,” tegasnya.
Nanang juga mengingatkan bahwa para pendiri PUI, KH Abdul Halim dan KH Ahmad Sanusi, merupakan tokoh bangsa yang ikut memberikan kontribusi dalam perjalanan lahirnya Republik Indonesia. Semangat pengabdian itulah yang akan terus diwarisi oleh kepengurusan baru.
Ia berharap PUI semakin mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, mandiri, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai organisasi dakwah.
“Insyaallah kami ingin menghadirkan PUI yang semakin dekat dengan umat, memperkuat pendidikan, mengembangkan ekonomi masyarakat, serta terus menjadi perekat persatuan. Itulah amanah yang akan kami jalankan selama lima tahun ke depan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















