Dejurnal.com,Purwakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta menerapkan pembelajaran secara daring bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP sebagai langkah preventif menyikapi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 000.1/3683-Sekre/2026 tertanggal 6 September 2026. Pembelajaran daring dari rumah mulai diberlakukan Senin, 7 September hingga Jumat, 11 September 2026.
Kebijakan tersebut akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik, kondisi kualitas udara, serta arahan dari pemerintah dan instansi terkait.
Disdik Purwakarta juga mengimbau seluruh peserta didik dan warga satuan pendidikan untuk membatasi aktivitas di luar rumah.Apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut, khususnya masker KN95, serta menggunakan kacamata pelindung.
Selain perlindungan diri, masyarakat diminta menjaga kebersihan makanan dan sumber air agar tidak terpapar abu vulkanik. Abu yang menempel di lingkungan juga dianjurkan dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Disdik Purwakarta mengingatkan masyarakat untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak atau gangguan pernapasan, iritasi mata, gangguan kulit, maupun gejala berat lainnya.
Sementara itu, kepala satuan pendidikan diminta terus melakukan koordinasi dengan Disdik, BPBD, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya bersama untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta seluruh warga satuan pendidikan di tengah kondisi sebaran abu vulkanik.
Dengan diterapkannya pembelajaran daring, Disdik Purwakarta berharap kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara efektif tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik.***Budi

















