Dejurnal.com, CIAMIS – Gerakan Indonesia ASRI mulai diterapkan secara nyata di Kabupaten Ciamis. Aparatur sipil negara (ASN) bersama unsur TNI, Polri, akademisi, BUMN, BUMD hingga sejumlah lembaga vertikal turun langsung membersihkan lingkungan pada delapan titik strategis, Jumat (18/9/2026).

Aksi tersebut dikemas melalui gerakan Jumat Bersih (Jumsih) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan upaya bersama untuk mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik dan Indah, sekaligus memperbaiki kualitas ruang publik dan mendukung daya tarik pariwisata.
Sebelum bergerak ke lokasi masing-masing, seluruh peserta mengikuti apel bersama di Alun-alun Ciamis. Setelah pembagian tugas, peserta langsung menyebar ke delapan titik yang telah ditentukan.
Delapan lokasi tersebut meliputi kawasan barat dan timur Stadion Ciamis, GGT, Terminal Ciamis, Pasar Subuh, Pasar Manis, sepanjang Jalan Letnan Samuji, serta kawasan Sungai Cimemen dan Jalan Rumah Sakit.
Pembagian lokasi sengaja melibatkan banyak unsur agar penanganan kebersihan dilakukan secara bersama-sama. Setiap titik diisi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga vertikal, TNI-Polri, organisasi masyarakat hingga perguruan tinggi.

Di Titik 1 kawasan barat Stadion, misalnya, kegiatan melibatkan Inspektorat, Bapperida, BKPSDM, Kejaksaan Negeri, PKK dan GOW.
Sementara Titik 2 bagian timur Stadion diisi BPKD, Bapenda, Kesbangpol, Polres, KCD 13 dan HPPC. Kemudian Titik 3 kawasan GGT melibatkan Disbudpora, Disdukcapil, DPK, Pengadilan Negeri serta unsur BUMN dan BUMD.

Berikutnya, Titik 4 Terminal Ciamis melibatkan Disdik, D2KBP3A, Dishub, Kodim, MUI dan BPS. Titik 5 Pasar Subuh diisi Setda, Dispar, DPMD, DPMPTSP, Setwan dan BKSDA Wilayah 13.
Adapun Titik 6 Pasar Manis melibatkan Dinkes, Diskominfo, DKKUMP, PUTRP, Disnaker, Kemenag, Universitas Galuh, STIKes Muhammadiyah dan UID.
Di Titik 7 sepanjang Jalan Letnan Samuji, aksi melibatkan Dispusip, Disnakan, DPRKPLH, Pengadilan Agama dan BPHL Wilayah 7. Sedangkan Titik 8 kawasan Sungai Cimemen dan Jalan Rumah Sakit diisi Dinsos, BPBD, Satpol PP, Perhutani dan CDK Wilayah 7.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai kebersihan lingkungan.
“Sesuai instruksi Presiden, kita ciptakan Indonesia ASRI, khususnya di Kabupaten Ciamis,” ujar Herdiat saat memberikan arahan dalam apel bersama di Alun-alun Ciamis.
Bupati Herdiat menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kebiasaan dan kepedulian bersama agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Beberapa kabupaten, kota dan provinsi saat ini darurat sampah terjadi di mana-mana. Kalau kita tidak bergerak sekarang, dua atau tiga tahun ke depan kita juga bisa mengalami darurat sampah,” katanya.
Karena itu, ia meminta ASN, TNI dan Polri tidak hanya hadir dalam kegiatan Jumat Bersih, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, gerakan tersebut harus dimulai dari lingkup paling dekat, yakni rumah masing-masing, kemudian lingkungan kerja dan ruang publik.
“Yang terpenting harus berkelanjutan, bukan hanya hari ini. Dimulai dari rumah masing-masing, kemudian lingkungan kerja dan tempat-tempat umum. Mari kita laksanakan gerakan kebersihan bersama-sama,” tegasnya.
Selain aksi bersih-bersih, bupati juga mengingatkan pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya. Salah satu upaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah keberadaan bank sampah.
Di Kabupaten Ciamis, tercatat lebih dari 280 bank sampah yang dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Lebih lanjut Bupati Herdiat mendorong keberadaan bank sampah tersebut tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah.
“Bank sampah di Kabupaten Ciamis ada lebih dari 280. Mari kita manfaatkan. Diawali dengan memberikan contoh oleh ASN, TNI dan Polri. Mari sama-sama kita ciptakan Ciamis ASRI,” pungkasnya.
Gerakan Jumat Bersih ini menjadi salah satu langkah awal menerjemahkan Gerakan Indonesia ASRI dalam aksi di lapangan.
Delapan titik yang menjadi sasaran sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak berdiri sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.
Ke depan, Bupati Herdiat berharap gerakan tersebut terus berlanjut sehingga kebersihan tidak hanya menjadi agenda pada momentum tertentu, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga ruang publik dan lingkungan Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)















