Dejurnal.com, CIAMIS. Suasana semarak mewarnai kawasan Taman Air Mancur Ciamis saat olahraga tradisional (oltrad) turut meramaikan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR), Minggu (20/9/2026).
Hadangan, tarompah, sumpitan, bola bekel, lompat tali hingga egrang kembali dimainkan di ruang publik. Anak-anak, pelajar, orang dewasa, hingga orang tua tampak antusias mencoba permainan yang bagi sebagian warga bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil.
Sorak dan tawa terdengar ketika peserta mencoba menjaga keseimbangan di atas egrang, menyelaraskan langkah dalam permainan tarompah, hingga mengikuti permainan hadangan.
Orang tua yang berada di lokasi pun ikut bernostalgia melihat permainan yang dahulu begitu dekat dengan keseharian mereka.
Kehadiran oltrad menjadi warna tersendiri dalam GEMAR yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi yang kini lebih akrab dengan gawai dan permainan digital.
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, S.H.I., M.H., mengatakan olahraga tradisional perlu terus diperkenalkan agar tidak sekadar menjadi bagian dari masa lalu.
“Dengan adanya GEMAR serentak di Kabupaten Ciamis ini, kami bersyukur. Ini menjadi bagian dari upaya menggelorakan masyarakat agar aktif dan sehat,” ujar Nur Muttaqin.
Menurutnya, permainan tradisional memiliki keunggulan karena dapat dilakukan secara sederhana dan melibatkan banyak orang. Selain membuat tubuh bergerak, permainan tersebut juga menciptakan interaksi dan kebersamaan.
KORMI Ciamis, kata dia, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan olahraga tradisional di sejumlah wilayah. Kegiatan di tingkat kecamatan menjadi salah satu cara agar olahraga tradisional tidak hanya muncul saat ada event tertentu.
“Di beberapa kecamatan sudah ada kegiatan olahraga tradisional. Itu bagian dari upaya kita membumikan kembali olahraga tradisional di Ciamis,” katanya.
Tak Ingin Oltrad Hanya Jadi Kenangan
Nur Muttaqin mengatakan tantangan saat ini adalah membuat permainan tradisional kembali dekat dengan kehidupan anak-anak. Jika dahulu hadangan, egrang, tarompah atau permainan sejenis menjadi aktivitas sehari-hari, kini keberadaannya mulai tergeser oleh perubahan pola bermain.
Karena itu, KORMI membuka peluang untuk membuat kegiatan olahraga tradisional secara rutin di ruang publik.
Ia membayangkan kegiatan bermain bersama dapat digelar secara berkala, misalnya pada akhir pekan, dengan melibatkan berbagai komunitas dan organisasi olahraga.
“Bisa nanti kita koordinasikan dengan berbagai elemen masyarakat sehingga kegiatannya menjadi kegiatan bersama, tidak hanya milik KORMI,” ujarnya.
Menurut Nur Muttaqin, kegiatan tersebut perlu dikemas sebagai event bersama dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi olahraga, komunitas dan pemerintah daerah. Pemilihan lokasi juga harus mempertimbangkan akses masyarakat serta tidak mengganggu aktivitas publik lainnya.
Dengan konsep tersebut, olahraga tradisional diharapkan kembali memiliki ruang di tengah masyarakat. Anak-anak bisa mengenal permainan yang dulu dimainkan orang tuanya, sementara generasi yang lebih tua mendapatkan kesempatan bernostalgia sekaligus kembali aktif bergerak.
Satu Jam untuk Bergerak
Bagi KORMI, semangat Haornas dan GEMAR pada akhirnya bukan sekadar menghadirkan keramaian di satu lokasi. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan masyarakat untuk meluangkan waktu beraktivitas fisik.
Nur Muttaqin mengajak masyarakat Ciamis menyisihkan waktu untuk bergerak setiap hari. Tidak harus melalui olahraga tradisional, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau lari ringan pun dapat menjadi pilihan.
“Minimal dari 24 jam itu, keluarga Ciamis punya satu jam untuk bergerak setiap hari. Kalau tidak olahraga tradisional, minimal jalan-jalan atau lari-lari kecil,” katanya.
Ciamis sendiri memiliki sejumlah ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas tersebut, mulai dari alun-alun hingga lingkungan permukiman.
Bagi KORMI, olahraga masyarakat tidak harus selalu identik dengan kompetisi. Yang terpenting adalah membuat warga mau bergerak, berkumpul dan menjalani aktivitas fisik dengan cara yang menyenangkan.
Semarak hadangan, tarompah, sumpitan dan egrang di sekitar Taman Air Mancur Ciamis menjadi gambaran bahwa permainan masa lalu masih bisa menemukan tempat di tengah kehidupan sekarang.
Bukan hanya anak-anak yang menikmati, orang tua pun ikut tersenyum melihat permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka. Dari ruang sederhana seperti itulah KORMI ingin olahraga tradisional kembali hidup dan membumi di tengah masyarakat Ciamis. (Nay Sunarti)



















