Dejurnal.com, CIAMIS. Kabupaten Ciamis menjadi salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat yang mendapat perhatian Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam pengembangan olahraga masyarakat.
Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Heru Komarudin, mengatakan perhatian tersebut tidak terlepas dari beragam potensi yang dimiliki Ciamis. Bukan hanya aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga potensi atlet serta karakter daerah yang memiliki perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan.
Hal itu disampaikan Heru saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) yang dirangkaikan dengan peringatan Haornas ke-43 di kawasan Alun-Alun Ciamis, Minggu (20/9/2026).
“Ciamis ini kita lihat banyak potensinya. Mulai dari olahraga masyarakatnya, potensi atlet-atletnya, kemudian berbagai hal lain yang ada di daerah ini,” ujar Heru.
Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga bagaimana aktivitas fisik menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Tujuannya satu, bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program olahraga masyarakat. Kita ingin olahraga ini bisa lebih dinikmati oleh masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Ciamis,” katanya.
Heru melihat geliat olahraga masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan pembinaan atlet. Ketika masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, semakin dekat dengan berbagai aktivitas olahraga, ruang untuk menemukan dan mengembangkan bakat olahraga pun semakin terbuka.
Selain olahraga, perhatian Kemenpora terhadap Ciamis juga melihat potensi lain yang dimiliki daerah. Ciamis memiliki rekam jejak dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan yang menjadi bagian dari karakter positif daerah.
“Kita melihat potensinya cukup banyak. Jadi tidak hanya dari sisi olahraganya, tetapi juga bagaimana masyarakatnya, lingkungannya, dan potensi-potensi yang ada di daerah ini bisa dikembangkan,” tutur Heru.
Kemenpora Dorong Olahraga yang Mudah dan Murah
Dalam pelaksanaan GEMAR, Kemenpora juga melihat pemanfaatan ruang publik sebagai sarana aktivitas olahraga. Menurut Heru, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada fasilitas olahraga khusus untuk bisa aktif bergerak.
Ruang jalan dan fasilitas publik yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat untuk memberi kesempatan kepada warga berolahraga.
“Harapannya olahraga bisa lebih dinikmati masyarakat. Kita menggunakan fasilitas jalan yang ada untuk aktivitas olahraga masyarakat,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat dilakukan dengan cara sederhana dan terjangkau.
“Harapannya ini bisa mengingatkan kembali bahwa olahraga itu sebenarnya mudah dan juga murah,” kata Heru.
Olahraga Tradisional Mulai Dihidupkan Kembali
Salah satu yang menarik perhatian dalam GEMAR di Ciamis adalah hadirnya permainan dan olahraga tradisional. Menurut Heru, keberadaan permainan tersebut penting untuk kembali dikenalkan kepada generasi muda.
Ia mengakui, permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak kini mulai ditinggalkan seiring perubahan zaman.
“Dulu waktu kita kecil, ini kan menjadi mainan dan permainan. Sekarang olahraga atau permainan semacam ini sudah mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan media sosial justru dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional secara lebih luas. Permainan yang sederhana dapat dikemas menarik sehingga kembali dikenal dan diminati anak-anak.
Bagi Kemenpora, pengembangan olahraga masyarakat pada akhirnya bukan hanya soal menggelar kegiatan, tetapi bagaimana membangun kebiasaan masyarakat untuk aktif bergerak.
Masuknya Ciamis dalam sembilan daerah yang mendapat perhatian Kemenpora menjadi bagian dari upaya melihat dan mengembangkan potensi tersebut.
Dengan kekuatan olahraga masyarakat, potensi atlet, serta dukungan karakter daerah dan lingkungan, Ciamis memiliki ruang untuk terus memperluas gerakan olahraga hingga ke tengah masyarakat. (Nay Sunarti)


















