Dejurnal.com, Bandung – SDN Cipagalo 1 Kecamatan Bojongsoang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD tingkat Kabupaten Bandung yang akan digelar besok, Rabu 23 September 2026.
Kepala SDN Cipagalo 1, Ramlan, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut pelaksanaan kegiatan tersebut. Hingga saat ini, persiapan sudah mencapai sekitar 90 persen.
“Alhamdulillah, untuk kesiapan sudah sekitar 90 persen. Segala sesuatunya sudah kami persiapkan. Untuk tempat penyelenggaraannya di Transmart, seberang SDN Cipagalo,” ujar Ramlan kepada Dejurnal.com, Selasa 22 September 2026.
Menurutnya, persiapan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta unsur keamanan untuk memastikan pelaksanaan FTBI berjalan dengan baik.
Antusiasme para guru dan seluruh warga sekolah pun, kata Ramlan, cukup tinggi. Terlebih, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Kecamatan Bojongsoang, khususnya kawasan Cipagalo, untuk menjadi tuan rumah kegiatan tingkat kabupaten.
FTBI tingkat Kabupaten Bandung diperkirakan akan diikuti peserta dari 31 kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan sekitar 14 peserta, sehingga jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang, bahkan mendekati 500 peserta.
“Kurang lebih ada 31 kecamatan. Kalau setiap kecamatan sekitar 14 peserta, jumlahnya bisa lebih dari 400 sampai sekitar 500 peserta yang datang ke kompleks Cipagalo,” katanya.
Ramlan menambahkan, SDN Cipagalo 1 juga memiliki prestasi dalam pelaksanaan FTBI di tingkat kecamatan. Dari sejumlah mata lomba yang diikuti, siswa SDN Cipagalo 1 berhasil meraih empat juara.
Beberapa cabang yang diikuti antara lain carpon, mendongeng, dan biantara. Atas capaian tersebut, SDN Cipagalo 1 turut mengantarkan sekolahnya menjadi juara umum FTBI tingkat Kecamatan Bojongsoang.
Untuk FTBI tingkat kabupaten, Ramlan menargetkan sedikitnya dua peserta dari SDN Cipagalo 1 dapat melaju ke tingkat provinsi Jawa Barat.
“Target kami minimal ada dua yang bisa masuk ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menyebut cabang mendongeng dan aksara menjadi beberapa mata lomba yang dinilai memiliki prospek untuk meraih prestasi lebih tinggi.
Lebih jauh, Ramlan menilai FTBI bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menumbuhkan kemampuan literasi sekaligus membangun karakter peserta didik melalui pengenalan dan penggunaan bahasa ibu.
Menurutnya, kegiatan FTBI mendorong siswa untuk semakin dekat dengan budaya dan bahasa daerah. Hal itu juga sejalan dengan program sekolah dalam meningkatkan budaya literasi.
“Dengan adanya Festival Tunas Bahasa Ibu, karakter siswa bisa terbentuk dan mereka bisa lebih berliterasi,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, SDN Cipagalo 1 telah menyediakan berbagai fasilitas literasi, seperti perpustakaan dan pojok baca yang dapat dimanfaatkan siswa.
Sementara itu, terkait penunjukan SDN Cipagalo 1 sebagai tuan rumah, Ramlan menyebut faktor akses menjadi salah satu pertimbangan. Lokasi sekolah dinilai cukup strategis karena berada di kawasan sentral Kecamatan Bojongsoang dan relatif mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
“Yang pertama mungkin karena akses. Kami berada di sentral Kecamatan Bojongsoang dan dekat dengan jalur tol. Jadi peserta dari kecamatan lain akan lebih mudah mengakses Cipagalo,” pungkasnya.***Sopandi


















