Dejurnal.com, CIAMIS, — Sirkuit BMX Galuh Ciamis kembali menjadi arena adu kemampuan para rider muda. Sebanyak 191 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri I, Minggu (27/9/2026).
Kejuaraan yang digelar ICF Kabupaten Ciamis bersama YC BMX Yogyakarta itu mempertemukan rider dari sejumlah kelompok usia, mulai kategori usia dini hingga remaja.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi membuka langsung kompetisi tersebut. Ia berharap ajang BMX tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi mampu menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sejak usia muda.
Menurut Andang, semakin banyak kompetisi yang diikuti atlet muda, semakin terbuka pula kesempatan bagi mereka untuk mengukur kemampuan, memperbaiki teknik, sekaligus membangun mental bertanding.
“Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk mencetak bibit-bibit unggul, khususnya dari Kabupaten Ciamis, yang nantinya mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan lebih tinggi,” ujar Andang.
Ia mengapresiasi panitia, komunitas, serta para sponsor yang ikut mendukung pelaksanaan kejuaraan.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah, menurutnya, juga memberikan pengalaman tersendiri bagi rider Ciamis untuk berhadapan dengan lawan dari luar daerah.
Namun, Andang mengingatkan bahwa kemampuan melaju cepat di lintasan harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keselamatan.
BMX merupakan olahraga yang membutuhkan keberanian, teknik, dan konsentrasi tinggi sehingga setiap peserta harus mematuhi ketentuan perlombaan.
“Boleh bersaing, tetapi tetap sportif. Junjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga keselamatan selama bertanding,” katanya.
Menjadi Bekal Menuju Porprov Jabar
Kompetisi tersebut juga memiliki arti penting bagi Ciamis yang akan menjadi salah satu daerah tuan rumah cabang olahraga BMX pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Porprov Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 7-20 November 2026. Karena itu, Youth Challenge BMX Competition dapat menjadi kesempatan bagi rider Ciamis untuk menjaga jam terbang sekaligus mematangkan kemampuan sebelum tampil pada pertandingan tingkat provinsi.
Andang berharap para atlet tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan bertanding. Hasil pertandingan, menurutnya, bukan satu-satunya ukuran, karena pengalaman menghadapi tekanan lomba juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet.
“Harapannya rider-rider BMX Ciamis bisa memberikan yang terbaik, meraih medali, dan membawa nama baik Kabupaten Ciamis,” tandasnya.
Sementara itu, kehadiran 191 peserta dalam seri pertama Youth Challenge BMX Competition 2026 menunjukkan bahwa olahraga BMX masih memiliki ruang yang luas untuk berkembang.
Kompetisi seperti ini sekaligus membuka kesempatan bagi rider usia dini dan remaja untuk mengenal atmosfer pertandingan sejak awal.
Bagi Ciamis, geliat tersebut menjadi modal penting. Selain melahirkan atlet baru, keberlanjutan kompetisi juga dapat memperkuat ekosistem BMX daerah dan mempersiapkan generasi rider yang lebih siap menghadapi berbagai kejuaraan pada masa mendatang. (Nay Sunarti)



















