Dejurnal.com, CIAMIS. Lurah Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Derry Insan Akhira Yusman, S.STP., M.M., mengaku bangga melihat dukungan penuh yang diberikan berbagai pihak saat Kelurahan Sindangrasa mengikuti tahapan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.
Dukungan datang mulai dari Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Tim Penggerak PKK hingga jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Ciamis turut hadir memberikan dukungan dalam tahapan pemaparan dan wawancara yang berlangsung Kamis (8/10/2026).
Bagi Derry, kehadiran para pimpinan tersebut menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Sindangrasa yang kini membawa nama Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ke tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bersyukur. Dukungan dari provinsi memang luar biasa. Hari ini Pak Wakil Gubernur hadir, Pak Bupati hadir, Tim Penggerak PKK hadir, kemudian para pimpinan OPD juga hadir memberikan dukungan,” ujar Derry.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa langkah Sindangrasa menuju tingkat nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab kelurahan.
Ada kerja bersama yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perangkat daerah dan masyarakat.
Dukungan Pemprov Jabar juga berkaitan dengan apresiasi bagi daerah berprestasi melalui SRIBADUGA.
Sindangrasa sebelumnya memperoleh apresiasi yang disertai suntikan anggaran sekitar Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Derry menjelaskan, anggaran tersebut telah dicairkan. Namun, karena Sindangrasa merupakan kelurahan, mekanisme pengelolaannya berbeda dengan desa.
“Dana itu sudah cair, tetapi karena kita kelurahan, mekanismenya berbeda dengan desa. Kalau desa masuk ke kas desa, kalau kelurahan masuk ke kas daerah. Jadi memang ada proses yang harus dilalui,” jelasnya.
Menurut Derry, hal tersebut perlu dipahami agar masyarakat tidak melihat proses pencairan anggaran secara sederhana. Sebab, setiap penggunaan uang pemerintah harus melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Namun, jauh sebelum dukungan anggaran tersebut datang, Sindangrasa menurut Derry telah terbiasa menjalankan berbagai program dengan kemampuan anggaran yang terbatas yakni masyarakat.
Ia menilai karakter masyarakat yang masih memiliki semangat gotong royong menjadi keunggulan tersendiri.
“Menurut saya, kekuatan kita ada di masyarakat. Kita masih punya masyarakat yang bisa diberdayakan. Apapun programnya, mau kebersihan, ketahanan pangan, kesehatan maupun pendidikan, kalau masyarakat bergerak bersama, Insyaallah bisa,” katanya.
Derry mengatakan, pendekatan kepada masyarakat menjadi hal yang ia prioritaskan sejak awal menjalankan tugas sebagai lurah.
Ia tidak ingin membangun program hanya dari balik meja pemerintahan. Sebaliknya, hubungan dengan masyarakat terlebih dahulu harus dibangun agar muncul rasa memiliki terhadap setiap program yang dijalankan kelurahan.
“Saya tidak langsung rapat kerja. Saya lebih dulu memperkenalkan diri kepada masyarakat. Saya sampaikan bahwa saya di sini menumpang hidup, karena saya tidak dipilih masyarakat. Lurah kan ditugaskan dan ditunjuk langsung oleh bupati,” tuturnya..
Dari pendekatan tersebut, Derry berharap tumbuh empati dan kepercayaan antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat.
“Jika kita sudah baik menjalin hubungan dengan masyarakat, maka akan timbul rasa empati dengan begitu akan lebih mudah untuk mendukung serta menjalankan program kelurahan,” katanya.
Bagi Derry, capaian Sindangrasa hingga menjadi wakil Jawa Barat di tingkat nasional bukan semata-mata tentang mengejar predikat juara.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan kelurahan dapat tumbuh ketika pemerintah dan masyarakat berjalan dalam satu arah.
“Intinya kita bersyukur dan bangga mendapat dukungan dari semua pihak. Tapi kekuatan Sindangrasa tetap ada di masyarakat. Pemerintah bisa membuat program, tetapi masyarakatlah yang menjalankan dan merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Nay Sunarti)



















