Dejurnal.com, Bandung – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pemerintah Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, kembali menggelar Festival Santri Nusantara (FSN) ke-8. Kegiatan yang berlangsung 21–22 Oktober ini diikuti 277 santri dari hampir 30 madrasah.
Kepala Desa Cigondewah Hilir, H. Syae’ul Huda, mengatakan, festival tahunan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda agar berakhlak mulia, mendalami ilmu agama, serta mengembangkan kreativitas.
“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali menyelenggarakan FSN yang sudah memasuki jilid kedelapan. Ada beberapa mata lomba yang dikurangi karena efisiensi anggaran,” ujar Syae’ul Huda seusai membuka kegiatan.
Ketua Pelaksana FSN ke-8, Muhammad Abdul Gani, menyebutkan, terdapat sembilan mata lomba, di antaranya tahfidz Juz Amma, tahsin Al-Qur’an, azan, kaligrafi, pidato Bahasa Indonesia, dan murottal Al-Qur’an.
Lomba digelar di Kantor Desa Cigondewah Hilir dan Madrasah Al-Syofa RW 2. Sementara puncak kegiatan pada 22 Oktober diisi karnaval kostum berbahan daur ulang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian santri terhadap lingkungan.
Pada pembukaan, dilakukan pula penyerahan piala bergilir yang sebelumnya dipegang Madrasah Nurul Karomah RW 6 untuk kembali diperebutkan tahun ini.
Syae’ul Huda mengapresiasi para pengelola madrasah, panitia, pengusaha, dan donatur yang mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap FSN terus menjadi sarana mencetak generasi muda yang religius dan berprestasi.
Abdul Gani juga berpesan agar para santri terus belajar dan berinovasi.
“Jangan berhenti berkreasi karena itu bagian dari jiwa dan ruh jihad para santri. Tetaplah mencari ilmu dan terus mengembangkan kemampuan diri,” pungkasnya.***Sopandi


















