• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Gubernur Jabar KDM Soroti Tantangan Besar yang Dihadapi Media di Era Digital

bydejurnalcom
Jumat, 2 Oktober 2026
Reading Time: 2 mins read
Gubernur Jabar KDM Soroti Tantangan Besar yang Dihadapi Media di Era Digital

Gubernur Jabar KDM.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
menghadiri pelantikan Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan beserta jajaran pengurus periode 2026-203, oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).

Menurut Kang Dedi Mulyadi (KDM) pelantikan kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026-2031 menjadi momentum bagi insan pers untuk menghadapi perubahan besar dalam ekosistem media sekaligus menjaga prinsip jurnalistik di tengah persaingan informasi yang semakin kompleks.

KDM menyoroti tantangan yang dihadapi media massa dan jurnalis di tengah perubahan lanskap informasi pada era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah secara drastis cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.

BacaJuga :

Tantan Sulthon Resmi Dilantik Ketua PWI Jabar Periode 2026-2031

Rumah Azis di Rancah Nyaris Tak Layak Huni, Bupati Herdiat Bergerak Salurkan Bantuan

SMK Hepweti Bukan Sekadar Sekolah, Aktivis: Ini Alarm bagi Pemerintah

Kehadiran berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube membuat setiap orang kini dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi secara langsung.

“Setiap orang bisa memuat seluruh cerita hidupnya, perjalanan hidupnya, apa yang dilakukan setiap hari, menginformasikan setiap waktu,” kata KDM.

Perubahan tersebut, tambah KDM tidak hanya berdampak pada media cetak, tetapi juga media daring dan televisi. Persaingan dalam mendapatkan perhatian publik semakin ketat karena informasi dapat muncul setiap saat.

“Beritanya bukan lagi per hari, tetapi per detik ada berita,” ujarnya.

KDM juga menyoroti munculnya influencer dan berbagai kelompok yang memiliki kemampuan membentuk opini publik melalui media sosial.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pers karena tidak semua informasi yang beredar dibangun berdasarkan prinsip objektivitas.

“Yang dibangun bukan narasi objektif. Yang dibangun adalah penggiringan opini,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, KDM menilai keberadaan media yang independen dan jurnalis yang objektif tetap diperlukan.

Ia mengibaratkan informasi yang objektif seperti udara bersih dan air jernih yang tetap akan dicari masyarakat meskipun berada di tengah derasnya arus informasi.

“Setiap orang akan penat dengan kebohongan. Tetapi semua itu diperlukan apa? Media yang independen,” katanya.

Namun, menurut Dedi, membangun dan mempertahankan independensi media bukan perkara mudah. Media membutuhkan biaya produksi, termasuk untuk membayar wartawan dan pegawai.

Di sisi lain, sumber pendapatan media menghadapi tekanan karena harus bersaing dengan platform digital seperti TikTok dan YouTube.

Kondisi tersebut, kata KDM dapat membuat media yang memiliki keterbatasan modal harus menjalin kerja sama dengan birokrat, politisi, maupun pejabat.

“Pada kerja sama itulah independensi teruji. Akankah bersikap objektif?” katanya.

KDM menilai situasi tersebut menjadi salah satu ujian bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Menurut dia, wartawan harus tetap mampu membedakan kepentingan pemberitaan dengan kepentingan pihak yang menjadi sumber informasi maupun mitra media.

Ia kemudian menyinggung pemberitaan mengenai dirinya selama dua tahun pertama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

KDM mengatakan dirinya justru menginginkan kritik dan pemberitaan yang disampaikan berdasarkan fakta.

“Yang baik katakan baik, yang jelek katakan jelek,” ujarnya.

Menurut KDM, masyarakat pada akhirnya akan mampu membedakan informasi yang lahir dari objektivitas dengan pemberitaan yang bersifat subjektif maupun didorong kepentingan personal.

“Saya selalu meyakini bahwa pada akhirnya publik akan bisa membedakan mana berita yang subjektif dan mana berita yang objektif,” katanya.

Karena itu, KDM berharap masyarakat Jawa Barat tidak hanya mengikuti arus besar pemberitaan yang sedang ramai di media sosial.

“Saya ingin melahirkan masyarakat Jawa Barat yang cerdas. Bukan masyarakat yang tergiring, tetapi masyarakat yang mampu membuat analisis secara personal, secara objektif,” ujar KDM

Menurut dia, kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus pemberitaan digital.

Dalam situasi tersebut, Dedi menilai pers tetap memiliki peran penting untuk menghadirkan informasi yang independen, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.*** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ketum PWI Pusat Lantik Ketua PWI Jabar Periode 2026-2031

Next Post

Mendagri Ngariung Bareng Sopir Truk, Nikmati Nasi Liwet Sebelum Lepas 500 Ribu Genteng Plered

Related Posts

Mendagri Ngariung Bareng Sopir Truk, Nikmati Nasi Liwet Sebelum Lepas 500 Ribu Genteng Plered
depemerintahan

Mendagri Ngariung Bareng Sopir Truk, Nikmati Nasi Liwet Sebelum Lepas 500 Ribu Genteng Plered

Jumat, 2 Oktober 2026
Ketum PWI Pusat Lantik Ketua PWI Jabar Periode 2026-2031
deNews

Ketum PWI Pusat Lantik Ketua PWI Jabar Periode 2026-2031

Jumat, 2 Oktober 2026
Hari Batik Nasional, Mia Sumiari Gerakkan Pelajar dan Ibu-Ibu Gali Kearifan Lokal
deNews

Hari Batik Nasional, Mia Sumiari Gerakkan Pelajar dan Ibu-Ibu Gali Kearifan Lokal

Jumat, 2 Oktober 2026
Tantan Sulthon Resmi Dilantik Ketua PWI Jabar Periode 2026-2031
deHumaniti

Tantan Sulthon Resmi Dilantik Ketua PWI Jabar Periode 2026-2031

Jumat, 2 Oktober 2026
Rumah Azis di Rancah Nyaris Tak Layak Huni, Bupati Herdiat Bergerak Salurkan Bantuan
deNews

Rumah Azis di Rancah Nyaris Tak Layak Huni, Bupati Herdiat Bergerak Salurkan Bantuan

Jumat, 2 Oktober 2026
SMK Hepweti Bukan Sekadar Sekolah, Aktivis: Ini Alarm bagi Pemerintah
deNews

SMK Hepweti Bukan Sekadar Sekolah, Aktivis: Ini Alarm bagi Pemerintah

Jumat, 2 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

KabarDaerah

Beli Produk UMKM, Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi

Selasa, 27 April 2021

Ini Pesan Asda I Kepada Kepala Dinas Pendidikan Garut di Gelaran Sertijab

Senin, 27 Desember 2021

KADIN Garut Menuju Masa Depan Ekonomi Inklusif : Ahmad Bajuri Apresiasi Terpilihnya H. Ir. Rajab Secara Aklamasi

Rabu, 25 Juni 2025

Bawaslu Adakan Evaluasi Pencegahan dan Pengawasan Pemilu Jelang Pilkada Serentak

Rabu, 5 Juni 2024

Jumlah DPT Pilkada Kabupaten Bandung 2.356.412 Kurang 4.247 dari DPT Pileg

Jumat, 16 Oktober 2020

Persoalan Mini Market Tak Jelas, LSM Penjara Garut Ancam Demo

Senin, 13 Januari 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste