Dejurnal.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
menghadiri pelantikan Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan beserta jajaran pengurus periode 2026-203, oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).
Menurut Kang Dedi Mulyadi (KDM) pelantikan kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026-2031 menjadi momentum bagi insan pers untuk menghadapi perubahan besar dalam ekosistem media sekaligus menjaga prinsip jurnalistik di tengah persaingan informasi yang semakin kompleks.
KDM menyoroti tantangan yang dihadapi media massa dan jurnalis di tengah perubahan lanskap informasi pada era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah secara drastis cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.
Kehadiran berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube membuat setiap orang kini dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi secara langsung.
“Setiap orang bisa memuat seluruh cerita hidupnya, perjalanan hidupnya, apa yang dilakukan setiap hari, menginformasikan setiap waktu,” kata KDM.
Perubahan tersebut, tambah KDM tidak hanya berdampak pada media cetak, tetapi juga media daring dan televisi. Persaingan dalam mendapatkan perhatian publik semakin ketat karena informasi dapat muncul setiap saat.
“Beritanya bukan lagi per hari, tetapi per detik ada berita,” ujarnya.
KDM juga menyoroti munculnya influencer dan berbagai kelompok yang memiliki kemampuan membentuk opini publik melalui media sosial.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pers karena tidak semua informasi yang beredar dibangun berdasarkan prinsip objektivitas.
“Yang dibangun bukan narasi objektif. Yang dibangun adalah penggiringan opini,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, KDM menilai keberadaan media yang independen dan jurnalis yang objektif tetap diperlukan.
Ia mengibaratkan informasi yang objektif seperti udara bersih dan air jernih yang tetap akan dicari masyarakat meskipun berada di tengah derasnya arus informasi.
“Setiap orang akan penat dengan kebohongan. Tetapi semua itu diperlukan apa? Media yang independen,” katanya.
Namun, menurut Dedi, membangun dan mempertahankan independensi media bukan perkara mudah. Media membutuhkan biaya produksi, termasuk untuk membayar wartawan dan pegawai.
Di sisi lain, sumber pendapatan media menghadapi tekanan karena harus bersaing dengan platform digital seperti TikTok dan YouTube.
Kondisi tersebut, kata KDM dapat membuat media yang memiliki keterbatasan modal harus menjalin kerja sama dengan birokrat, politisi, maupun pejabat.
“Pada kerja sama itulah independensi teruji. Akankah bersikap objektif?” katanya.
KDM menilai situasi tersebut menjadi salah satu ujian bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Menurut dia, wartawan harus tetap mampu membedakan kepentingan pemberitaan dengan kepentingan pihak yang menjadi sumber informasi maupun mitra media.
Ia kemudian menyinggung pemberitaan mengenai dirinya selama dua tahun pertama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
KDM mengatakan dirinya justru menginginkan kritik dan pemberitaan yang disampaikan berdasarkan fakta.
“Yang baik katakan baik, yang jelek katakan jelek,” ujarnya.
Menurut KDM, masyarakat pada akhirnya akan mampu membedakan informasi yang lahir dari objektivitas dengan pemberitaan yang bersifat subjektif maupun didorong kepentingan personal.
“Saya selalu meyakini bahwa pada akhirnya publik akan bisa membedakan mana berita yang subjektif dan mana berita yang objektif,” katanya.
Karena itu, KDM berharap masyarakat Jawa Barat tidak hanya mengikuti arus besar pemberitaan yang sedang ramai di media sosial.
“Saya ingin melahirkan masyarakat Jawa Barat yang cerdas. Bukan masyarakat yang tergiring, tetapi masyarakat yang mampu membuat analisis secara personal, secara objektif,” ujar KDM
Menurut dia, kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus pemberitaan digital.
Dalam situasi tersebut, Dedi menilai pers tetap memiliki peran penting untuk menghadirkan informasi yang independen, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.*** Sopandi

















