Dejurnal.com, Bandung – Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, S.E., M.M., mendorong kreativitas seni budaya Raksa Rupa yang dikembangkan masyarakat Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, agar menjadi identitas budaya lokal yang berpotensi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional.
Hal itu disampaikan Irvan Ahmad saat membuka Festival Raksarupa yang digagas Karang Taruna Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, di Perumahan Teduh, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menggali, menampilkan, sekaligus mengembangkan potensi seni dan budaya lokal.
Irvan mengatakan, Raksarl Rupa perlu memiliki identitas dan penamaan khas yang mencerminkan karakter budaya masyarakat Sangkanhurip. Menurutnya, kreativitas tersebut tidak sekadar disebut sebagai ogoh-ogoh, tetapi perlu dikembangkan menjadi kesenian unik yang memiliki ciri tersendiri.
“Kalau bisa, namanya bukan ogoh-ogoh, tetapi sesuatu yang unik yang dimiliki Desa Sangkanhurip. Insyaallah, ke depan kami akan memfasilitasi agar menjadi warisan budaya tak benda milik Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana untuk mendorong Raksarupa masuk dalam kajian WBTB tingkat nasional pada 2027. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menjaga keberlanjutan kreativitas masyarakat.
Menurut Irvan, Kabupaten Bandung memiliki beragam potensi seni dan budaya yang perlu terus digali serta dikembangkan. Budaya bukan hanya sebatas pertunjukan tari atau kesenian tradisional, melainkan bagian dari karakter, identitas, dan peradaban masyarakat.
“Budaya itu adalah tarikan napas manusia. Setiap gerak langkah manusia selalu diilhami kebudayaan. Budaya merupakan karakter, ciri, identitas, dan bagian dari peradaban manusia,” tuturnya.
Pemerintah Fasilitasi Kreativitas Seniman
Irvan menegaskan, pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan ruang dan fasilitas kepada para seniman serta budayawan agar dapat mengembangkan kreativitasnya.
Ia menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung telah menyelenggarakan berbagai pagelaran seni budaya di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali potensi kesenian yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Melalui program inovasi Sapa Pesana Budaya Bedas, termasuk kegiatan Baraya Bedas, pemerintah daerah berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, komunitas seni, dan masyarakat.
Festival Raksa Rupa di Sangkanhurip, menurutnya, menjadi salah satu contoh kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung dengan unsur pemerintah setempat dan Karang Taruna.
Irvan berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi budaya yang dimiliki masing-masing wilayah.
“Kami siap membantu memfasilitasi para seniman dan budayawan untuk mengembangkan kreativitasnya. Dengan kolaborasi dan kebersamaan, kita bisa mengembangkan seni budaya Kabupaten Bandung,” katanya.
Raksa Rupa Jadi Identitas Budaya Lokal
Dalam sambutannya, Irvan mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Desa Sangkanhurip yang telah menggagas festival tersebut. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa, unsur kecamatan, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan kerja bersama dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam mengembangkan kesenian lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Irvan turut menjelaskan bahwa pembentukan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung pada Juli 2025 menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kebudayaan. Meski terpisah dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga, khususnya dalam mendorong kebudayaan yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
Selain pengembangan pagelaran seni budaya, Dinas Kebudayaan juga merancang program pembangunan Museum Digital Sejarah yang diharapkan dapat diwujudkan pada 2027.
Irvan berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat pelestarian budaya Sunda dan memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Bandung kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui Festival Raksa Rupa, ia berharap kreativitas masyarakat Sangkanhurip terus berkembang, memiliki identitas yang kuat, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Bandung yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. ***Sopandi



















