Dejurnal.com, Bandung – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kebudayaan sebagai upaya mendorong pemajuan kebudayaan daerah yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, SE., M.M mengatakan, penguatan ekosistem kebudayaan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, hingga DPRD Kabupaten Bandung.
Salah satu langkah strategis yang dikembangkan adalah gerakan SEPAKAT (Strategi Penguatan Ekosistem Pemajuan Kebudayaan Terpadu Kabupaten Bandung). Program ini dirancang untuk menyatukan potensi, data, dan kekuatan kebudayaan daerah agar dapat dikelola secara terarah.
Menurut Irvan, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menyelaraskan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kabupaten Bandung.
“Melalui Rakor Kebudayaan, kami berupaya membangun sinergi dan menyelaraskan program dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, pemajuan kebudayaan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan bersama,” kata Irvan Ahmad seusai Rakor di sebuah hotel, di Bandung, Kamis, 15 Oktober 2026.
Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Dalam pelaksanaannya, Disbud Kabupaten Bandung aktif menjalin koordinasi dengan Bupati Bandung, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), pemerintah kecamatan, serta DPRD Kabupaten Bandung.
Koordinasi tersebut juga melibatkan pemerintah kecamatan, di antaranya Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Ibun, untuk menyelaraskan program kebudayaan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain itu, sinergi dilakukan untuk mendukung agenda kebudayaan daerah, termasuk Pekan Budaya Rancaekek, sebagai ruang untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya lokal.
Irvan menilai keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan agar program kebudayaan tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan keberlangsungan warisan budaya.
Fokus pada Data dan Pelestarian Cagar Budaya
Selain memperkuat koordinasi, Disbud Kabupaten Bandung juga mendorong inovasi dalam pengelolaan data kebudayaan, kajian penetapan cagar budaya, serta penyusunan rekomendasi terkait pelindungan warisan budaya daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat basis data kebudayaan sekaligus menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan program pelestarian budaya.
Disbud juga mendorong terbentuknya ruang interaksi masyarakat agar pelaku budaya, komunitas, dan generasi muda dapat berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan identitas budaya Kabupaten Bandung.
Melalui gerakan SEPAKAT dan penguatan Rakor Kebudayaan, Disbud Kabupaten Bandung berharap terbangun ekosistem kebudayaan yang lebih terintegrasi, dengan dukungan data yang selaras dan kolaborasi berkelanjutan antarpemangku kepentingan.***Sopandi


















