Dejurnal.com, CIAMIS. Sebanyak 24 atlet pelajar sekolah dasar Kabupaten Ciamis diberangkatkan untuk mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 di Kabupaten Bogor, 27–28 Oktober 2026.
Kontingen berjumlah 45 orang itu akan bertanding pada lima cabang olahraga tradisional, yakni sumpitan, dagongan, bakiak atau tarompah panjang, egrang, dan hadang.
Kontingen tersebut dilepas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana, M.Si., di halaman Kantor Disbudpora Ciamis, Senin (26/10/2026).
Keikutsertaan Ciamis dalam ajang tingkat provinsi ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar prestasi, tetapi juga bagian dari upaya mengembangkan olahraga masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya.
Dalam sambutannya, Dian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kontingen. Ia menegaskan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai penting yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, terutama pelajar.
Menurutnya, olahraga tradisional bukan sekadar permainan yang diwariskan secara turun-temurun.
Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kedisiplinan, kerja sama, kejujuran, dan sportivitas yang berperan dalam membentuk karakter.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang patut kita pertahankan,” ujar Dian.
Ia berharap invitasi tersebut dapat memperluas pengenalan olahraga tradisional sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikannya bagian dari aktivitas fisik yang menyehatkan. Upaya pelestarian, kata dia, perlu terus dilakukan agar permainan tradisional tidak tergerus perkembangan zaman.
Atlet Diminta Tampil Maksimal dan Jaga Nama Baik Ciamis
Dian juga berpesan kepada seluruh atlet agar memanfaatkan kesempatan bertanding di tingkat provinsi dengan sebaik-baiknya.
Para peserta diminta mempersiapkan diri secara optimal, menjaga kesehatan, membangun kekompakan, dan menunjukkan kemampuan terbaik.
Ia mengingatkan bahwa para atlet tidak hanya membawa nama pribadi, keluarga, dan sekolah, tetapi juga nama Kabupaten Ciamis. Karena itu, sikap dan kedisiplinan selama mengikuti kegiatan harus tetap dijaga.
“Bertandinglah dengan penuh semangat dan rasa percaya diri, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menghormati peserta dari daerah lain,” pesannya.
Menurutnya, prestasi memang menjadi harapan bersama, tetapi pengalaman, persaudaraan, dan sikap terpuji selama pertandingan juga merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet.
Dian turut meminta para pelatih, pendamping, panitia, dan ofisial memberikan dukungan serta arahan kepada seluruh peserta agar kontingen dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan optimal.
Ia juga berharap sinergi pemerintah daerah, KORMI, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan olahraga terus diperkuat untuk mendukung perkembangan olahraga masyarakat di Ciamis.
Sinung Nugroho Pimpin Kontingen Berjumlah 45 Orang
Ketua Kontingen Ciamis, Sinung Nugroho, S.H., yang juga menjabat Kepala Bidang Olahraga Disbudpora Ciamis, menyampaikan bahwa rombongan yang diberangkatkan berjumlah 45 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 24 atlet hasil seleksi olahraga tradisional tingkat Kabupaten Ciamis, lima pelatih, lima ofisial, satu manajer, serta 10 personel tim teknis.
Sebanyak 24 atlet merupakan siswa sekolah dasar yang dipersiapkan untuk mewakili Ciamis dalam persaingan dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Mereka akan mengikuti lima cabang olahraga, yaitu sumpitan, dagongan, bakiak atau tarompah panjang, egrang, dan hadang.
Setiap cabang memiliki karakteristik berbeda yang mengandalkan keterampilan, ketangkasan, keseimbangan, serta kerja sama antarpeserta.
Menurut Sinung, keikutsertaan dalam invitasi ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding di tingkat provinsi.
Ia berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan penampilan terbaik, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
“Para atlet diharapkan bisa tampil maksimal, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Mereka membawa nama Kabupaten Ciamis sehingga harus menunjukkan sikap yang baik selama mengikuti kegiatan,” tutur Sinung.
Prestasi Sekaligus Melestarikan Budaya
Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari di Kabupaten Bogor, 27–28 Oktober 2026.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para atlet pelajar untuk menambah pengalaman dan mengenal peserta dari daerah lain.
Keikutsertaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.
Permainan yang tumbuh di tengah masyarakat itu tidak hanya menawarkan aktivitas fisik, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan kebersamaan yang perlu dipertahankan. (Nay Sunarti)



















