Dejurnal.com, TASIKMALAYA. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Galuh (Unigal) kembali menggelar pelepasan alumni. Kegiatan pelepasan alumni ke-26 tersebut berlangsung di Hotel Aston Inn Tasikmalaya, Sabtu (24/10/2026)
Mengusung tema “Mengukir Karya, Memimpin Perubahan; Membangun Komunitas Alumni Administrasi Pendidikan sebagai Agent of Change yang Inovatif, Berintegritas, Unggul, dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat.
Rektor Universitas Galuh, Dr. Tita Rohita, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh alumni yang telah menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Pendidikan.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan, kedisiplinan, ketekunan, serta komitmen para mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.
“Pencapaian ini merupakan bukti dari perjuangan, kedisiplinan, ketekunan, serta komitmen yang telah dijalani selama proses pembelajaran. Tentu, pencapaian ini juga tidak terlepas dari dukungan dan doa keluarga,” ujar Tita.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para mahasiswa yang telah memilih Universitas Galuh sebagai bagian dari perjalanan akademik dan pengembangan diri.
Menurut Tita, Universitas Galuh akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, serta fasilitas untuk mendukung proses pembelajaran.
Ia mengakui bahwa menyelesaikan pendidikan dalam waktu satu tahun bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih sebagian mahasiswa memiliki pekerjaan dan tanggung jawab profesional.
“Bapak dan Ibu memiliki berbagai aktivitas dan tanggung jawab di luar perkuliahan. Ada yang bekerja sebagai pejabat, pimpinan lembaga maupun profesional di perusahaan swasta. Dengan kemampuan mengatur waktu, semangat dan ketekunan, Alhamdulillah dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” katanya.
Tita juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses perkuliahan masih terdapat pelayanan maupun fasilitas yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan mahasiswa. Hal tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan.
Selain itu, Rektor Unigal mengapresiasi kontribusi FKIP dalam peningkatan kualitas akademik dan akreditasi universitas.
Ia berharap dukungan para alumni terus diberikan agar program studi di lingkungan FKIP, termasuk Magister Administrasi Pendidikan, dapat meningkatkan kualitas dan meraih akreditasi unggul.
Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan
Tita menegaskan, pelepasan alumni bukan merupakan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian baru di tengah masyarakat.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Galuh dapat memberikan manfaat nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu di tengah masyarakat mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan, menjadi agen perubahan, serta membawa kemajuan di lingkungan kerja dan masyarakat masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara alumni dengan Universitas Galuh tidak berakhir setelah prosesi pelepasan.
Para alumni diharapkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Unigal sekaligus menjadi mitra strategis dalam pengembangan universitas.
Masukan alumni terkait kurikulum, kebijakan akademik maupun arah pengembangan universitas dinilai penting, termasuk dalam menghadapi proses akreditasi universitas ke depan.
Universitas Galuh juga membuka peluang bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral melalui program kerja sama pendidikan.
Bangun Komunitas Alumni yang Solid
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Galuh, sekaligus Ketua umum Asosiasi profesi administrasi pendidikan Indonesia Dr. Lilis Kholisoh Nuryani, S.Ag., M.Pd, mengatakan pelepasan alumni merupakan agenda rutin
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga bagian dari upaya membangun komunitas alumni yang semakin solid, eksis dan memiliki kontribusi nyata.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini menegaskan bahwa pendidikan Magister Administrasi Pendidikan tidak berhenti pada penyelesaian tugas akhir maupun tesis.
Ilmu yang diperoleh para alumni diharapkan mampu melahirkan karya, menciptakan sesuatu yang bernilai dan memberikan perubahan positif di tengah masyarakat.
Saat ini, kata Lilis, ikatan alumni Administrasi Pendidikan telah terbentuk hingga angkatan ke-26. Setiap angkatan memiliki ketua alumni yang kemudian menjadi bagian dari jejaring alumni secara keseluruhan.
Jejaring tersebut juga dikembangkan melalui pembentukan Asosiasi Profesi Administrasi Pendidikan Indonesia.
“Dengan adanya asosiasi ini, jejaring kami tidak hanya berkembang di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional dan ke depan diharapkan dapat berkembang hingga tingkat internasional,” katanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan kerja sama atau MoU dengan asosiasi profesi Administrasi Pendidikan di Australia.
Selain itu, Asosiasi Profesi Administrasi Pendidikan Indonesia direncanakan diluncurkan tahun ini. Para alumni yang mengikuti pelepasan menjadi salah satu kelompok pertama yang memperoleh kartu anggota asosiasi tersebut.
Ke depan, anggota asosiasi juga berpeluang memperoleh pengakuan atau sertifikasi profesi non akademik melalui mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk persyaratan keanggotaan dan uji kompetensi.
Jumlah Alumni Terus Bertambah
Lilis menyebutkan, pada angkatan tahun 2024 terdapat sekitar 90 alumni. Sementara pada periode pembelajaran 2025–2026 jumlahnya mencapai sekitar 105 alumni.
Dengan demikian, terdapat sekitar 195 alumni dari dua angkatan tersebut.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa dan alumni terus menunjukkan perkembangan yang positif,” ujarnya.
Program Studi Magister Administrasi Pendidikan juga mengembangkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang mana Alumni angkatan 2025/2026 merupakan alumni pertama.
Melalui program tersebut, pengalaman dan pembelajaran yang telah dimiliki mahasiswa dapat di rekognisi terhadap mata kuliah dalam kurikulum berdasarkan persyaratan dan dokumen yang ditentukan.
Selain itu, untuk memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, Program Studi Magister Administrasi Pendidikan juga telah membuka program kerja sama Doktor Administrasi Pendidikan dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Kerja sama tersebut telah dituangkan melalui MoU dan proses pembelajaran melibatkan tenaga pengajar dari UPI.
“Program tersebut menjadi salah satu program yang sangat kami banggakan karena menjadi angkatan pertama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut,” kata Lilis.
Alumni Asal Banyumas: Ilmu Harus Berdampak
Salah seorang alumni sekaligus Ketua Alumni Angkatan 2024, Sumbing Wijayanto, yang berprofesi sebagai pengawas sekolah SMA asal Banyumas, Jawa Tengah, mengatakan dirinya memilih Universitas Galuh karena memiliki reputasi yang baik, khususnya dalam bidang pendidikan.
Selain itu, Program Studi Magister Administrasi Pendidikan dinilai relevan dengan pekerjaannya sebagai pengawas sekolah.
“Latar belakang keilmuan yang saya pilih sangat sesuai dengan posisi dan pekerjaan saya saat ini sebagai seorang pengawas sekolah,” ujar Sumbing.
Selama mengikuti perkuliahan, ia mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru, termasuk pengalaman berinteraksi dengan lingkungan dan budaya Sunda.
Ia bahkan melihat adanya perpaduan nilai antara budaya Sunda dan Jawa yang menurutnya sangat relevan dalam membangun karakter manusia.
Salah satu nilai yang paling berkesan baginya adalah filosofi Sunda silih asah, silih asih, dan silih asuh.
“Silih asah berarti saling memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan, silih asih berarti saling menyayangi dan menghargai, sedangkan silih asuh berarti saling membimbing dan mengayomi,” katanya.
Dari sisi keilmuan, Sumbing menyebut banyak materi yang diperolehnya selama perkuliahan dan dapat diaplikasikan dalam menjalankan tugas sebagai pengawas sekolah.
Di antaranya pengelolaan administrasi pendidikan dan sistem informasi manajemen pendidikan yang kemudian menjadi bekal dalam memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah binaannya.
Terkait rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, Sumbing mengaku memiliki keinginan tersebut. Namun untuk saat ini ia ingin terlebih dahulu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan S2.
“Saya ingin membuktikan bahwa ilmu yang didapatkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar dapat diterapkan di lapangan,” katanya.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar memperoleh gelar akademik. Lebih penting lagi, ilmu yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat dan membawa perubahan positif bagi sekolah, guru, peserta didik maupun dunia pendidikan secara keseluruhan.
Pelepasan alumni ke-26 tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara alumni dan almamater, sekaligus membangun jejaring profesional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Kegiatan pelepasan alumni juga diisi materi sosialisasi dari asosiasi program administrasi pendidikan Indonesia (APAPI) yg disampaikan langsung oleh sekretaris Umum Dr. H. Oman , dan membagikan beberapa dorprice. (Jefri Tio / Nay)


















