Dejurnal, Ciamis,- Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, secara resmi membuka gelaran Festival Galuh Niskala 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh di Auditorium Universitas Galuh, Jumat (25/07/2025).
Mengangkat tema “Mapag Karaharjaan Pikeun Galuh Nanjeur”, festival ini menjadi ruang refleksi dan apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal sebagai fondasi membangun masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan langkah strategis untuk menjawab tantangan global ke depan. Ia memuji peran aktif mahasiswa sebagai generasi penerus yang mampu memadukan kreativitas, pengetahuan, dan kecintaan terhadap budaya dalam bentuk nyata.
“Festival ini bukan hanya selebrasi seni dan tradisi, tapi juga ruang reflektif untuk memahami akar budaya, menata masa kini, dan menyiapkan masa depan. Di tengah arus modernisasi, budaya harus jadi pondasi yang memperkuat jati diri kita,” ujarnya
Bupati juga menyoroti pentingnya menjadikan budaya sebagai bagian integral dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Modernisasi yang melupakan sejarah dan warisan leluhur justru akan mengikis identitas bangsa.
“Kita tidak akan mampu mencapai Indonesia Emas jika abai terhadap budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur peninggalan leluhur kita,” imbuhnya.
Festival Galuh Niskala hadir sebagai agenda tahunan berbasis kampus yang bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian budaya. Herdiat menilai kegiatan ini sangat relevan, terutama di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, dan krisis karakter.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan utama membangun peradaban. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu menyatukan kearifan lokal dengan semangat inovasi,” tegasnya.
Bersama bupati turut hadir jajaran Forkopimda Ciamis, pimpinan Universitas Galuh, tokoh budaya, serta ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.
Festival tersebut menyuguhkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, hingga diskusi publik bertema pelestarian warisan budaya lokal. (Nay Sunarti)