• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Maret 31, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Cagar Budaya Cangkuang, Jejak Peradaban dan Simbol Harmoni Lintas Zaman

bydejurnalcom
Kamis, 7 Agustus 2025
Reading Time: 2 mins read
Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Cagar Budaya Cangkuang, Jejak Peradaban dan Simbol Harmoni Lintas Zaman
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Dalam upaya mengangkat kembali nilai-nilai luhur sejarah bangsa Menteri kebudayaan Fadli Zon, melakukan kunjungan budaya ke kawasan Cagar Budaya Candi Cangkuang, yang terletak di tengah indahnya panorama Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam menegaskan posisi situs budaya sebagai jantung peradaban dan bukti otentik kerukunan antar umat beragama yang telah mengakar kuat sejak ratusan tahun lalu di tanah Nusantara.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini, anggota DPR RI komisi 10 Ferdiansyah,Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Luna Afrianti, Kepala UPT Cagar Budaya Cangkuang, Dr. H. Ate Susanto, ST., MT, dan beserta para seniman,budayawan,kuncen dan masyarakat keturunan dari Embah Dalem Arief Muhammad yang ikut bersama sama meneguhkan komitmen pelestarian situs sejarah sebagai warisan tak ternilai bangsa.

BacaJuga :

Polemik Biaya Admin PDAM Garut, Direktur Tirta Intan Siap Lakukan Evaluasi Sistem Pembayaran

Pengawasan Pengolahan Limbah DLH Purwakarta Verifikasi Lapangan IPAL 10 SPPG Kecamatan BBC

Isu Kenaikan BBM Meledak di Grup WhatsApp, Warga Ciamis Resah, Pertamina Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi

Situ Cangkuang bukan hanya menyajikan keindahan alam, namun juga menyimpan dua warisan peradaban besar yang berdampingan Candi Cangkuang, peninggalan agama Hindu, dan makam Embah Dalem Arief Muhammad, tokoh penyebar Islam yang dihormati. Keberadaan dua situs sakral ini dalam satu kawasan telah menciptakan ruang spiritual yang inklusif, di mana dua keyakinan besar tidak berkompetisi, melainkan saling melengkapi.

Fadli Zon dalam sambutannya menyebutkan bahwa kondisi semacam ini adalah bukti sejarah nyata bahwa masyarakat Nusantara sejak lama telah menjunjung tinggi prinsip toleransi dan keberagaman.

“Di tengah gempuran ideologi ekstrem dan polarisasi, tempat seperti Cangkuang ini memberi kita inspirasi tentang pentingnya menjaga harmoni. Ini bukan rekayasa modern, tapi warisan lokal yang otentik dari masa lampau,” tegas Fadli.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Luna Afrianti, menekankan bahwa pelestarian situs budaya bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut edukasi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Menurutnya, situs seperti Cangkuang harus menjadi ruang interaksi budaya dan spiritual, bukan hanya objek fotografi wisatawan.

Senada dengan itu, Dr. H. Ate Susanto memaparkan sejumlah program pelestarian yang telah dijalankan, mulai dari penataan ekosistem wisata, konservasi bangunan cagar budaya, hingga penguatan narasi sejarah berbasis riset dan kearifan lokal.

“Kami ingin menjadikan Cangkuang sebagai ruang belajar yang hidup tempat di mana pengunjung bisa memahami bahwa keragaman bukan hambatan, melainkan kekayaan yang tak ternilai,” ujar Dr. Ate.

Lebih dari sekadar situs arkeologis, Fadli Zon mendorong agar Situ Cangkuang diangkat sebagai model nasional toleransi berbasis warisan budaya. Menurutnya, Indonesia membutuhkan narasi-narasi positif yang membumikan semangat persatuan bukan hanya di ruang politik, tetapi juga di ranah budaya dan keseharian masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah menjalin sinergi strategis untuk mendukung pengembangan kawasan Cangkuang sebagai magnet wisata budaya dan edukasi toleransi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Cangkuang harus diposisikan sebagai ikon Indonesia yang rukun dalam keberagaman. Dengan pengelolaan yang profesional, kawasan ini bisa jadi contoh hidup tentang apa arti sesungguhnya dari Bhineka Tunggal Ika,” ujar Fadli menutup kunjungan.

Kawasan Situ Cangkuang bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah dokumen hidup peradaban, tempat di mana nilai-nilai spiritual, sejarah, dan harmoni sosial bertemu. Candi Cangkuang dan makam Embah Dalem adalah dua saksi bisu, dua monumen yang berdiri berdampingan tanpa konflik menjadi cermin ideal Indonesia yang damai dan bersatu.

Melalui perhatian yang serius dan pengelolaan yang bijak, Situ Cangkuang dapat menjadi simbol harapan, bahwa di tengah perbedaan, perdamaian adalah pilihan yang mungkin dan pernah benar-benar hidup dalam sejarah kita. Maka tugas generasi kini adalah menjaga nyala itu tetap hidup, agar ia tak hanya dikenang, tetapi juga terus menginspirasi.**Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPRD Garut dan PERADI Bersatu Dorong Perda Bantuan Hukum bagi Rakyat Miskin

Next Post

Program Bantuan Hukum untuk Masyarakat Tidak Mampu, Rudy Gunawan : Hadirkan Keadilan Substantif bagi Masyarakat Miskin

Related Posts

DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025
Parlementaria

DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Selasa, 31 Maret 2026
Geliat Pengrajin Batu Akik Ciamis Kembali Bangkit, Terkendala Daya Beli dan Tren Pasar
deNews

Geliat Pengrajin Batu Akik Ciamis Kembali Bangkit, Terkendala Daya Beli dan Tren Pasar

Selasa, 31 Maret 2026
DPRKPLH Gencarkan Himbauan “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik”, Warga Mulai Beralih ke Tas Ramah Lingkungan
deNews

DPRKPLH Gencarkan Himbauan “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik”, Warga Mulai Beralih ke Tas Ramah Lingkungan

Selasa, 31 Maret 2026
Polemik Biaya Admin PDAM Garut, Direktur Tirta Intan Siap Lakukan Evaluasi Sistem Pembayaran
deBisnis

Polemik Biaya Admin PDAM Garut, Direktur Tirta Intan Siap Lakukan Evaluasi Sistem Pembayaran

Selasa, 31 Maret 2026
Pengawasan Pengolahan Limbah DLH Purwakarta  Verifikasi Lapangan IPAL 10 SPPG Kecamatan BBC
Nasional

Pengawasan Pengolahan Limbah DLH Purwakarta Verifikasi Lapangan IPAL 10 SPPG Kecamatan BBC

Selasa, 31 Maret 2026
Isu Kenaikan BBM Meledak di Grup WhatsApp, Warga Ciamis Resah, Pertamina Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi
deNews

Isu Kenaikan BBM Meledak di Grup WhatsApp, Warga Ciamis Resah, Pertamina Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi

Selasa, 31 Maret 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

KabarDaerah

Seorang Pria Tak Sadarkan Diri Ditemukan di Pinggir Sungai Cimanuk

Minggu, 23 Maret 2025

Mantan Ketua DPD Golkar Hilman Sukiman Tutup Usia, Bupati Bandung Sampaikan Bela Sungkawa

Kamis, 27 Mei 2021

Tagihan Langganan Air Bengkak, Ini Alasan Perumda Tirta Raharja

Kamis, 14 Mei 2020

Tertipu Investasi Bodong Berkedok MBG, Warga Ciamis Rugi Rp25 Juta

Rabu, 15 Oktober 2025
Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Eep Jamaludin Sukmana.

Hari Jadi ke 384 Kabupaten Bandung, Wakil Ketua Komisi C DPRD, H. Eep : Semua Elemen Harus Kompak

Senin, 21 April 2025

Paripurna DPRD Garut Bahas Perubahan Kedua Raperda APBD 2026

Selasa, 16 September 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste