• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Cagar Budaya Cangkuang, Jejak Peradaban dan Simbol Harmoni Lintas Zaman

bydejurnalcom
Kamis, 7 Agustus 2025
Reading Time: 2 mins read
Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Cagar Budaya Cangkuang, Jejak Peradaban dan Simbol Harmoni Lintas Zaman
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Dalam upaya mengangkat kembali nilai-nilai luhur sejarah bangsa Menteri kebudayaan Fadli Zon, melakukan kunjungan budaya ke kawasan Cagar Budaya Candi Cangkuang, yang terletak di tengah indahnya panorama Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam menegaskan posisi situs budaya sebagai jantung peradaban dan bukti otentik kerukunan antar umat beragama yang telah mengakar kuat sejak ratusan tahun lalu di tanah Nusantara.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini, anggota DPR RI komisi 10 Ferdiansyah,Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Luna Afrianti, Kepala UPT Cagar Budaya Cangkuang, Dr. H. Ate Susanto, ST., MT, dan beserta para seniman,budayawan,kuncen dan masyarakat keturunan dari Embah Dalem Arief Muhammad yang ikut bersama sama meneguhkan komitmen pelestarian situs sejarah sebagai warisan tak ternilai bangsa.

BacaJuga :

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Bupati Ciamis Apresiasi Aksi Kemanusiaan Doervoer Jelang Ramadan

Disdukcapil Ciamis Gandeng RS TMC Tasikmalaya Perkuat Inovasi BALADA KAKI

KPU Sosialisasi Pemutakhiran Data Parpol Di Kantor DPC Demokrat Purwakarta

Situ Cangkuang bukan hanya menyajikan keindahan alam, namun juga menyimpan dua warisan peradaban besar yang berdampingan Candi Cangkuang, peninggalan agama Hindu, dan makam Embah Dalem Arief Muhammad, tokoh penyebar Islam yang dihormati. Keberadaan dua situs sakral ini dalam satu kawasan telah menciptakan ruang spiritual yang inklusif, di mana dua keyakinan besar tidak berkompetisi, melainkan saling melengkapi.

Fadli Zon dalam sambutannya menyebutkan bahwa kondisi semacam ini adalah bukti sejarah nyata bahwa masyarakat Nusantara sejak lama telah menjunjung tinggi prinsip toleransi dan keberagaman.

“Di tengah gempuran ideologi ekstrem dan polarisasi, tempat seperti Cangkuang ini memberi kita inspirasi tentang pentingnya menjaga harmoni. Ini bukan rekayasa modern, tapi warisan lokal yang otentik dari masa lampau,” tegas Fadli.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Luna Afrianti, menekankan bahwa pelestarian situs budaya bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut edukasi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Menurutnya, situs seperti Cangkuang harus menjadi ruang interaksi budaya dan spiritual, bukan hanya objek fotografi wisatawan.

Senada dengan itu, Dr. H. Ate Susanto memaparkan sejumlah program pelestarian yang telah dijalankan, mulai dari penataan ekosistem wisata, konservasi bangunan cagar budaya, hingga penguatan narasi sejarah berbasis riset dan kearifan lokal.

“Kami ingin menjadikan Cangkuang sebagai ruang belajar yang hidup tempat di mana pengunjung bisa memahami bahwa keragaman bukan hambatan, melainkan kekayaan yang tak ternilai,” ujar Dr. Ate.

Lebih dari sekadar situs arkeologis, Fadli Zon mendorong agar Situ Cangkuang diangkat sebagai model nasional toleransi berbasis warisan budaya. Menurutnya, Indonesia membutuhkan narasi-narasi positif yang membumikan semangat persatuan bukan hanya di ruang politik, tetapi juga di ranah budaya dan keseharian masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah menjalin sinergi strategis untuk mendukung pengembangan kawasan Cangkuang sebagai magnet wisata budaya dan edukasi toleransi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Cangkuang harus diposisikan sebagai ikon Indonesia yang rukun dalam keberagaman. Dengan pengelolaan yang profesional, kawasan ini bisa jadi contoh hidup tentang apa arti sesungguhnya dari Bhineka Tunggal Ika,” ujar Fadli menutup kunjungan.

Kawasan Situ Cangkuang bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah dokumen hidup peradaban, tempat di mana nilai-nilai spiritual, sejarah, dan harmoni sosial bertemu. Candi Cangkuang dan makam Embah Dalem adalah dua saksi bisu, dua monumen yang berdiri berdampingan tanpa konflik menjadi cermin ideal Indonesia yang damai dan bersatu.

Melalui perhatian yang serius dan pengelolaan yang bijak, Situ Cangkuang dapat menjadi simbol harapan, bahwa di tengah perbedaan, perdamaian adalah pilihan yang mungkin dan pernah benar-benar hidup dalam sejarah kita. Maka tugas generasi kini adalah menjaga nyala itu tetap hidup, agar ia tak hanya dikenang, tetapi juga terus menginspirasi.**Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPRD Garut dan PERADI Bersatu Dorong Perda Bantuan Hukum bagi Rakyat Miskin

Next Post

Program Bantuan Hukum untuk Masyarakat Tidak Mampu, Rudy Gunawan : Hadirkan Keadilan Substantif bagi Masyarakat Miskin

Related Posts

Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Audiensi Penanganan Status Kempung Puncak Ceuri Desa Sagaranten
deNews

​Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Dorong Percepatan Reforma Agraria di Cikidang

Sabtu, 14 Februari 2026
Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Audiensi Penanganan Status Kempung Puncak Ceuri Desa Sagaranten
deNews

Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Audiensi Penanganan Status Kempung Puncak Ceuri Desa Sagaranten

Sabtu, 14 Februari 2026
Kabid Humas Polda Jabar : Polda Jabar Sampaikan Turut Berdukacita Atas Wafatnya Pimpinan Redaksi Media PWPM
deNews

Kabid Humas Polda Jabar : Polda Jabar Sampaikan Turut Berdukacita Atas Wafatnya Pimpinan Redaksi Media PWPM

Sabtu, 14 Februari 2026
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Bupati Ciamis Apresiasi Aksi Kemanusiaan Doervoer Jelang Ramadan
deNews

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Bupati Ciamis Apresiasi Aksi Kemanusiaan Doervoer Jelang Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026
Disdukcapil Ciamis Gandeng RS TMC Tasikmalaya Perkuat Inovasi BALADA KAKI
deNews

Disdukcapil Ciamis Gandeng RS TMC Tasikmalaya Perkuat Inovasi BALADA KAKI

Jumat, 13 Februari 2026
KPU Sosialisasi Pemutakhiran Data  Parpol Di Kantor DPC Demokrat Purwakarta
dePolitik

KPU Sosialisasi Pemutakhiran Data Parpol Di Kantor DPC Demokrat Purwakarta

Jumat, 13 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

KabarDaerah

Bupati Purwakarta Turut Prihatin, Bantuan Sosial Beras Diduga Bercampur Biji Plastik

Kamis, 1 Oktober 2020

Team Verifikasi Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Jabar Sambangi Desa Gekbrong

Kamis, 20 Mei 2021

Kemenag Garut : Penentuan Kuota Haji 2026 Kebijakan Pusat, Bukan Daerah

Selasa, 25 November 2025

Kabupaten Garut Rentan Bencana Hidrometeorologi, Bupati Ajak Semua Elemen Siapsiaga

Rabu, 6 Oktober 2021

Pasca Demo dan Audiensi di Garut, Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non Nakes Lanjut Menghadap MenpanRB

Kamis, 13 Maret 2025

Kabag Umum Setwan Garut Masuki Pensiun, Selepas Rapat Paripurna Sampaikan Perpisahan

Jumat, 28 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste