• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Cagar Budaya Cangkuang, Jejak Peradaban dan Simbol Harmoni Lintas Zaman

bydejurnalcom
Kamis, 7 Agustus 2025
Reading Time: 2 mins read
Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Cagar Budaya Cangkuang, Jejak Peradaban dan Simbol Harmoni Lintas Zaman
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Dalam upaya mengangkat kembali nilai-nilai luhur sejarah bangsa Menteri kebudayaan Fadli Zon, melakukan kunjungan budaya ke kawasan Cagar Budaya Candi Cangkuang, yang terletak di tengah indahnya panorama Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam menegaskan posisi situs budaya sebagai jantung peradaban dan bukti otentik kerukunan antar umat beragama yang telah mengakar kuat sejak ratusan tahun lalu di tanah Nusantara.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini, anggota DPR RI komisi 10 Ferdiansyah,Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Luna Afrianti, Kepala UPT Cagar Budaya Cangkuang, Dr. H. Ate Susanto, ST., MT, dan beserta para seniman,budayawan,kuncen dan masyarakat keturunan dari Embah Dalem Arief Muhammad yang ikut bersama sama meneguhkan komitmen pelestarian situs sejarah sebagai warisan tak ternilai bangsa.

BacaJuga :

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Situ Cangkuang bukan hanya menyajikan keindahan alam, namun juga menyimpan dua warisan peradaban besar yang berdampingan Candi Cangkuang, peninggalan agama Hindu, dan makam Embah Dalem Arief Muhammad, tokoh penyebar Islam yang dihormati. Keberadaan dua situs sakral ini dalam satu kawasan telah menciptakan ruang spiritual yang inklusif, di mana dua keyakinan besar tidak berkompetisi, melainkan saling melengkapi.

Fadli Zon dalam sambutannya menyebutkan bahwa kondisi semacam ini adalah bukti sejarah nyata bahwa masyarakat Nusantara sejak lama telah menjunjung tinggi prinsip toleransi dan keberagaman.

“Di tengah gempuran ideologi ekstrem dan polarisasi, tempat seperti Cangkuang ini memberi kita inspirasi tentang pentingnya menjaga harmoni. Ini bukan rekayasa modern, tapi warisan lokal yang otentik dari masa lampau,” tegas Fadli.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Luna Afrianti, menekankan bahwa pelestarian situs budaya bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut edukasi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Menurutnya, situs seperti Cangkuang harus menjadi ruang interaksi budaya dan spiritual, bukan hanya objek fotografi wisatawan.

Senada dengan itu, Dr. H. Ate Susanto memaparkan sejumlah program pelestarian yang telah dijalankan, mulai dari penataan ekosistem wisata, konservasi bangunan cagar budaya, hingga penguatan narasi sejarah berbasis riset dan kearifan lokal.

“Kami ingin menjadikan Cangkuang sebagai ruang belajar yang hidup tempat di mana pengunjung bisa memahami bahwa keragaman bukan hambatan, melainkan kekayaan yang tak ternilai,” ujar Dr. Ate.

Lebih dari sekadar situs arkeologis, Fadli Zon mendorong agar Situ Cangkuang diangkat sebagai model nasional toleransi berbasis warisan budaya. Menurutnya, Indonesia membutuhkan narasi-narasi positif yang membumikan semangat persatuan bukan hanya di ruang politik, tetapi juga di ranah budaya dan keseharian masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah menjalin sinergi strategis untuk mendukung pengembangan kawasan Cangkuang sebagai magnet wisata budaya dan edukasi toleransi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Cangkuang harus diposisikan sebagai ikon Indonesia yang rukun dalam keberagaman. Dengan pengelolaan yang profesional, kawasan ini bisa jadi contoh hidup tentang apa arti sesungguhnya dari Bhineka Tunggal Ika,” ujar Fadli menutup kunjungan.

Kawasan Situ Cangkuang bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah dokumen hidup peradaban, tempat di mana nilai-nilai spiritual, sejarah, dan harmoni sosial bertemu. Candi Cangkuang dan makam Embah Dalem adalah dua saksi bisu, dua monumen yang berdiri berdampingan tanpa konflik menjadi cermin ideal Indonesia yang damai dan bersatu.

Melalui perhatian yang serius dan pengelolaan yang bijak, Situ Cangkuang dapat menjadi simbol harapan, bahwa di tengah perbedaan, perdamaian adalah pilihan yang mungkin dan pernah benar-benar hidup dalam sejarah kita. Maka tugas generasi kini adalah menjaga nyala itu tetap hidup, agar ia tak hanya dikenang, tetapi juga terus menginspirasi.**Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPRD Garut dan PERADI Bersatu Dorong Perda Bantuan Hukum bagi Rakyat Miskin

Next Post

Program Bantuan Hukum untuk Masyarakat Tidak Mampu, Rudy Gunawan : Hadirkan Keadilan Substantif bagi Masyarakat Miskin

Related Posts

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI
deNews

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra
deNews

Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra

Kamis, 13 Agustus 2026
GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan
deNews

GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti
deNews

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

Kamis, 13 Agustus 2026
DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati  KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
deNews

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja
deNews

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Kamis, 13 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

KabarDaerah

Status Ibu di Garut Dinyatakan Telah Meninggal Lahirkan Bayi Laki-laki 2,7 kg

Minggu, 14 Juni 2026

Bupati Bandung Minta Penebangan Liar di Pengalengan Diproses Hukum

Sabtu, 29 November 2025

Ringankan Beban Warga, Pemkab Bandung Bebaskan PBB

Senin, 11 Mei 2020

Dikpol Partai Golkar, MQ. Iswara : Strategi Menuju Kemenangan Pemilu 2029

Minggu, 14 Desember 2025

Wanita Asal Garut Ini Alami Cacat Kaki Pasca Dijadikan PMI Diduga Ilegal di Suriah

Kamis, 17 April 2025
Foto : Bawaslu Ciamis Gelar Sosialisasi Netralitas Aparatur Desa di Hotel Tyara Plaza,Selasa (19/11/2024)

Bawaslu Ciamis Gelar Sosialisasi Netralitas Untuk Aparatur Desa

Selasa, 19 November 2024

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste