Dejurnal.com, CIAMIS. Sarasehan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis membuka sejumlah aspirasi dari peserta.
Salah satu yang paling mengemuka adalah harapan agar komunikasi antara ormas dan pemerintah daerah tidak berhenti dalam satu forum.
Hal itu disampaikan Maman Suryaman, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Kabid Poldagri dan Ormas) Kesbangpol Ciamis, seusai sarasehan di Gedung Serbaguna KUA Kecamatan Baregbeg, Senin (28/9/2026).
Maman mengatakan, sekitar 100 orang mengikuti kegiatan tersebut. Namun, forum lebih banyak diisi dengan penyampaian masukan daripada pertanyaan.
“Kalau banyak pertanyaan sebetulnya lebih cenderung mereka mengutarakan, memberikan masukan,” katanya.
Salah satu hal yang disampaikan peserta berkaitan dengan program kerja organisasi. Para pengurus ormas menyebut masing-masing telah memiliki program sesuai bidang dan tanggung jawab organisasinya.
Mereka berharap program tersebut dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah. Karena itu, peserta meminta adanya ruang komunikasi yang memungkinkan mereka memperoleh informasi mengenai program perangkat daerah yang dapat dikolaborasikan.
Menurut Maman, peserta juga mengharapkan adanya penjelasan dari perangkat daerah teknis mengenai program pemerintah.
Dalam hal ini, Bappeda dinilai dapat menjadi salah satu pintu untuk memberikan informasi terkait arah perencanaan dan program pembangunan daerah.
Minta Sarasehan Tidak Berhenti
Selain persoalan program, aspirasi lain yang cukup kuat adalah keberlanjutan forum. Ormas berharap sarasehan tidak hanya digelar sekali, tetapi menjadi agenda komunikasi yang dilakukan secara berkala.
“Mereka berkeinginan tetap bersilaturahmi dengan pemerintah, bersinergi, dan kegiatan ini jangan hanya hari ini saja. Kalau bisa setahun ada tiga kali,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, jumlah organisasi kemasyarakatan di Ciamis cukup banyak. Data yang dimiliki Kesbangpol mencatat sekitar 454 ormas, dengan sekitar 367 organisasi yang aktif.
Dengan jumlah tersebut, menurut Maman, pertemuan tidak mungkin mengakomodasi seluruh organisasi sekaligus.
Karena itu, sarasehan dapat dilakukan secara bertahap agar semakin banyak ormas mendapat kesempatan bertemu dan berkomunikasi langsung dengan pemerintah.
“Ini kan baru seperempatnya. Masih banyak ormas yang ingin bersilaturahmi,” ujarnya.
Maman menilai komunikasi yang rutin juga akan membantu Kesbangpol memahami kondisi organisasi secara lebih langsung.
Dari pertemuan tersebut, pemerintah dapat mengetahui program, aktivitas, sekaligus kebutuhan organisasi yang berkembang di masyarakat.
Kesbangpol Buka Ruang Sinergi
Menanggapi masukan peserta, Maman mengatakan Kesbangpol terbuka terhadap gagasan untuk memperbanyak forum pertemuan dengan organisasi kemasyarakatan.
Namun, untuk masuk ke dalam program pemerintah, setiap usulan tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan mempertimbangkan skala prioritas daerah.
Menurutnya, masing-masing organisasi maupun perangkat daerah memiliki program kerja. Kesbangpol dapat mengambil peran dalam membuka komunikasi agar aspirasi yang disampaikan ormas dapat diteruskan kepada perangkat daerah sesuai bidang dan kewenangannya.
Forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Kesbangpol untuk memperkuat pemantauan terhadap perkembangan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Ciamis.
Maman menilai, komunikasi yang lebih sering akan membuat hubungan pemerintah dengan ormas semakin terjalin. Tidak hanya dalam urusan program, tetapi juga dalam hal pembaruan data organisasi.
Ia berharap setiap organisasi memastikan data administrasi, terutama alamat dan kontak organisasi, tetap jelas dan diperbarui.
Hal ini penting agar komunikasi dan penyampaian informasi dari pemerintah dapat berjalan lebih efektif.
Sarasehan tersebut akhirnya tidak hanya menghasilkan pertemuan antara pemerintah dan ormas, tetapi juga membuka sejumlah pekerjaan lanjutan.
Mulai dari memperkuat komunikasi, membuka peluang sinergi program, hingga memperluas ruang pertemuan bagi organisasi yang belum terlibat.
Bagi Kesbangpol Ciamis, aspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dengan organisasi kemasyarakatan sekaligus memastikan keberadaan ormas dapat terus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. (Nay Sunarti)

















