Dejurnal.com, CIAMIS — Anak sulit makan ikan masih menjadi tantangan bagi sebagian orang tua. Padahal, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tumbuh kembang anak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., meminta orang tua tidak berhenti pada sekadar menyediakan ikan di meja makan. Cara mengolah dan menyajikannya perlu dibuat lebih kreatif agar anak tertarik untuk mengonsumsinya.
Pesan tersebut disampaikan Andang saat membuka kegiatan pemberian paket olahan ikan dalam rangka mendukung upaya penurunan stunting di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Senin (28/9/2026).
Menurut Andang, Ciamis memiliki potensi ikan yang cukup besar. Potensi tersebut semestinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga diolah menjadi menu yang disukai anak-anak.
“Bagaimana anak mau makan ikan itu yang penting. Jadi harus kreatif mengolahnya, jangan sampai ikannya sudah ada tetapi anak tidak mau makan,” kata Andang.
Ia menilai kreativitas orang tua dalam mengolah makanan menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan makan bergizi sejak dini.
Ikan, kata dia, dapat diolah menjadi berbagai menu yang lebih menarik bagi anak. Dengan demikian, konsumsi protein hewani tidak hanya bergantung pada menu yang itu-itu saja.
Andang juga mendorong masyarakat memanfaatkan potensi budidaya ikan yang ada di Ciamis. Menurutnya, masyarakat dapat membudidayakan ikan secara sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Di Ciamis banyak ikan. Tinggal bagaimana kita memeliharanya dan kemudian mengolahnya menjadi makanan yang disukai anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andang juga menyinggung perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Ciamis. Ia mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan angka stunting melalui laporan dari kecamatan dan puskesmas.
Ia berharap berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah dapat terus memperkuat upaya penurunan stunting, terutama melalui perbaikan pola makan dan pola asuh di tingkat keluarga.
Bagi Andang, pemberian makanan tambahan berbahan ikan bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi keluarga untuk membiasakan konsumsi ikan dan menghadirkan menu bergizi di rumah.
“Yang paling penting bagaimana kebiasaan ini terus dilakukan di keluarga,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















