Ciamis, deJurnal,- Malam pergantian tahun di Kabupaten Ciamis tak hanya diisi hiburan dan keramaian. Taman Alun-Alun Ciamis justru berubah menjadi panggung aspirasi warga, saat Kepolisian Resor (Polres) Ciamis bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya menggelar Malam Apresiasi Film Pendek dan Refleksi Akhir Tahun 2025, Sabtu malam (31/12/2025).
Melalui layar film pendek, masyarakat khususnya generasi muda menyampaikan pandangan, kritik, dan harapan mereka terhadap wajah kepolisian yang diinginkan, lebih humanis, profesional, dan dekat dengan rakyat.
Ribuan warga tampak memadati kawasan alun-alun. Mereka larut menyaksikan pemutaran film pendek karya peserta lomba yang mengangkat realitas sosial, relasi polisi dan masyarakat, hingga nilai-nilai keadilan dan empati dalam pelayanan publik.
Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, menilai film pendek menjadi medium yang efektif untuk membaca harapan publik secara jujur dan konstruktif.
Menurutnya, suara masyarakat merupakan cermin penting bagi institusi kepolisian dalam melakukan pembenahan.
“Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat. Film pendek menjadi cara yang kreatif dan edukatif untuk menyampaikan pesan, kritik, dan harapan terhadap Polri,” ujarnya.
Tema lomba film pendek tahun ini, “Polisi Baik Harapan Masyarakat”, dipilih sebagai ruang dialog terbuka antara publik dan kepolisian.
Tema tersebut sekaligus merefleksikan semangat reformasi Polri yang terus didorong agar semakin transparan, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain menjadi ruang ekspresi publik, kegiatan ini juga menjadi penanda kuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara Polres Ciamis, IJTI Galuh Raya, komunitas film, dan masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan kultural mampu memperkuat komunikasi antara aparat dan warga.
Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, mengapresiasi langkah Polres Ciamis yang membuka ruang partisipasi publik melalui pendekatan kreatif. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh praktik komunikasi publik yang sehat dan inklusif.
“Film pendek adalah media yang kuat untuk menyampaikan pesan moral secara santun dan edukatif. Ini menunjukkan Polres Ciamis tidak alergi terhadap kritik dan membuka ruang dialog dengan masyarakat,” katanya.
Malam Apresiasi Film Pendek juga menjadi bagian dari refleksi akhir tahun Polres Ciamis terhadap kinerja selama 2025.
Yosep berharap, aspirasi yang tersampaikan melalui karya film dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan publik Polres Ciamis di tahun 2026.
“Dengan pendekatan seni dan budaya lewat film pendek di malam pergantian tahun baru ini merefleksikan bukan hanya sekadar kebersamaan dalam perayaan, tetapi ruang pertemuan antara negara dan warganya,” pungkasnya (Nay Sunarti)












