Ciamis, deJurnal,- Upaya menghidupkan kembali ruang terbuka publik terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui kegiatan senam dan bersih-bersih yang melibatkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Taman Lokasana, Jumat (23/01/2026).
Sejak pagi hari, para ASN tampak antusias mengikuti kegiatan kerja bakti dengan membersihkan sampah, merapikan area taman, serta menata lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Setelah kegiatan bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Suasana kebersamaan dan keceriaan terasa kuat saat ASN lintas OPD mengikuti gerakan senam secara serempak, menciptakan energi positif sekaligus mempererat silaturahmi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, turut hadir dan ikut langsung dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, olahraga bersama bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga sarana membangun energi positif dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kegiatan ini sekaligus menghidupkan kembali ruang publik seperti Taman Lokasana. Dulu tempat ini menjadi kebanggaan, sekarang kita perkenalkan lagi sebagai ruang olahraga, silaturahmi, dan persatuan. Energi orang-orang sehat akan menjadi kekuatan dalam membangun Ciamis,” ujar Sekda.
Ia juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk menjadikan kegiatan olahraga dan kebersihan lingkungan sebagai agenda rutin yang digelar bergilir di berbagai lokasi, seperti kawasan Sirkuit BMX dan pusat-pusat ruang terbuka lainnya.
“Insyaallah ke depan sebulan sekali kita keliling. Selain olahraga dan bersih-bersih, ini juga bagian dari penataan taman dan persiapan fasilitas, termasuk rencana peluncuran sistem parkir elektronik di kawasan Lokasana,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Ciamis, Drs. Wawan Ruhiyat, MM, menegaskan kegiatan bersih-bersih bukan sekadar kegiatan seremonial atau demi penilaian tertentu, melainkan harus menjadi kebiasaan dan budaya, terutama bagi ASN.
“Kegiatan ini bukan karena penilaian. Ini harus menjadi kebiasaan kita bersama. ASN harus memberi contoh kepada masyarakat. Ke depan akan kita rutinkan, bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali,” jelasnya.
Menurut Wawan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesehatan jasmani melalui aktivitas fisik bersama.
Melalui kegiatan senam dan bersih-bersih, Wawan berharap nilai-nilai hidup sehat, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan semakin mengakar, baik di kalangan ASN maupun masyarakat luas. (Nay Sunarti)














