Ciamis, deJurnal,- Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ciamis atas terselenggaranya Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Anwar Solahudin, S.Ag., M.M., yang mewakili Bupati Ciamis dalam kegiatan Muskerkcab III PCNU Kabupaten Ciamis di Kampus 3 Pontren Miftahul Ulum Sukamaju, Baregbeg Ciamis. Kamis (05/02/2026)
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menegaskan bahwa Muskerkcab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk bermusyawarah dan merumuskan langkah nyata NU dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat peran keumatan dan kebangsaan.
“Selama satu abad perjalanannya, Nahdlatul Ulama telah membuktikan kontribusi besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari masa pra-kemerdekaan hingga era reformasi, NU konsisten menjaga akidah umat, merawat persatuan, dan mengawal nilai-nilai kebangsaan,” ujar Anwar Solahudin, S.Ag., M.M. membacakan sambutan Bupati Ciamis.
Bupati Ciamis juga menilai, kontribusi NU di Kabupaten Ciamis sangat dirasakan masyarakat, khususnya melalui peran pesantren, madrasah, majelis taklim, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang menumbuhkan semangat keagamaan, kepedulian sosial, dan cinta tanah air.
Terkait tema Muskercab III, “Mengawal Indonesia Merdeka”, Bupati menilai tema tersebut sangat relevan dan sarat makna.
Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya peristiwa historis, melainkan amanah yang harus terus dijaga dan diisi dengan kerja nyata demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks, Nahdlatul Ulama dipandang memiliki posisi strategis sebagai penyejuk umat, perekat bangsa, dan benteng moderasi beragama.
Nilai-nilai dasar NU seperti tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal dinilai mampu menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun peradaban yang berkeadaban.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis menyadari pembangunan daerah tidak akan berhasil tanpa sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, Pemkab Ciamis berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan NU dalam mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlakul karimah, sejalan dengan visi pembangunan Ciamis Maju, Sejahtera, dan Bermartabat.
Melalui Muskercab III ini, Bupati berharap lahir program-program kerja yang visioner, solutif, dan membumi, tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.
Bupati Ciamis mengajak seluruh warga NU untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, menjaga persatuan, serta meneguhkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
“Selamat melaksanakan Muskercab III Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis dan selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100. Semoga NU senantiasa jaya, istiqamah dalam khidmat, dan terus mengawal Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” imbuhnya
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis, KH. Arief Ismail Chowas, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus NU, pengurus wilayah, para kiai, serta seluruh pihak yang hadir dan berkomitmen membangun Kabupaten Ciamis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KH. Arief menjelaskan, Muskercab III PCNU Ciamis merupakan kelanjutan dari musyawarah kerja sebelumnya sekaligus menjadi momentum tasyakur bin nikmat atas usia Nahdlatul Ulama yang telah mencapai 103 tahun secara Hijriah dan 100 tahun secara Masehi.
“Muskercab ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjalankan amanah organisasi, memperkuat kebersamaan, serta meneguhkan peran NU dalam membangun peradaban keagamaan dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan Muskerkcab III yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum dapat membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar NU dan masyarakat Kabupaten Ciamis, serta menjadi catatan sejarah bagi penguatan NU di daerah. (Nay Sunarti)













