• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, September 25, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

PMII Pangandaran Nilai Program “Pendidikan Karakter Melesat” Hanya Jargon, Pendidikan Daerah Dinilai Kian Terpinggirkan

bydejurnalcom
Selasa, 10 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
PMII Pangandaran Nilai Program “Pendidikan Karakter Melesat” Hanya Jargon, Pendidikan Daerah Dinilai Kian Terpinggirkan
ShareTweetSend

Pangandaran, deJurnal,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran melontarkan kritik tajam terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Pangandaran bertajuk Pendidikan Karakter Melesat yang digagas Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami bersama Wakil Bupati Ino Darsono.

Aktivis PMII Pangandaran, Ridwan Fauzi, menilai program yang diluncurkan sejak Juni 2025 tersebut lebih banyak bersifat simbolik dan seremonial, serta belum menyentuh akar persoalan pendidikan di Pangandaran secara substansial.

“Program Pendidikan Karakter Melesat sejauh ini lebih terdengar sebagai jargon politik ketimbang kebijakan pendidikan yang berdampak nyata. Pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan rutinitas keagamaan tanpa dibarengi perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Senin (09/02/2026).

BacaJuga :

Beras Bantuan Tahap III Bergulir di Sindangkasih, Amin Mabruri Pantau Distribusi

Menpora Erick Thohir Tinjau SJH, Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik FIFA Asian Cup 2026

Menteri Lingkungan Hidup Dijadwalkan Hadir ke Garut, Bertemu Tokoh Adat dan Aktivis Lingkungan Jawa Barat

Menurut Ridwan, konsep pendidikan karakter yang digaungkan pemerintah daerah seolah diposisikan sebagai solusi instan untuk membentuk generasi agamis dan berbudi pekerti luhur.

Namun di lapangan, implementasinya dinilai hanya sebatas kegiatan seremonial seperti salat duha berjamaah, pembacaan doa, serta rutinitas keagamaan lain yang tidak diiringi peningkatan kualitas sarana prasarana, kesejahteraan guru, maupun mutu pembelajaran akademik.

“Faktanya, masih banyak sekolah di pelosok Pangandaran yang kekurangan ruang kelas, minim alat peraga belajar, serta guru honorer yang hidup jauh dari standar kelayakan. Ini persoalan mendasar yang tidak bisa ditutup dengan kegiatan simbolik semata,” tegasnya.

Ridwan bahkan menyebut kondisi pendidikan Pangandaran saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Ia menilai, tanpa penguatan kompetensi akademik dan literasi digital, peserta didik akan semakin tertinggal dalam persaingan di era modern.

“Anak-anak kita diajarkan salat dan baca Al-Qur’an setiap hari, tetapi ketika lulus SD atau SMP, mereka tetap kesulitan bersaing di era digital. Ini bukan pendidikan karakter yang utuh, melainkan pendidikan simbolis yang meleset dari tujuan sebenarnya,” katanya.

Tak hanya pemerintah daerah, Ridwan juga menyoroti peran Dewan Pendidikan Kabupaten Pangandaran yang dinilainya kurang kritis dan cenderung menjadi legitimasi kebijakan eksekutif.

“Dewan Pendidikan seharusnya menjadi mitra strategis yang kritis, mengawasi, dan memberi masukan konstruktif. Bukan sekadar menjadi stempel kebijakan setiap program bupati diluncurkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, program Pendidikan Karakter Melesat resmi diluncurkan Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami pada 23 Juni 2025 di SMP Negeri 2 Parigi.

Program tersebut diterapkan di jenjang PAUD hingga SMP, dengan fokus pembiasaan ibadah seperti salat zuhur berjamaah, pendidikan salat dan baca tulis Al-Qur’an setiap Jumat, serta pembacaan doa dan surat-surat pendek sebelum kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah daerah melalui berbagai media lokal mengklaim program tersebut berjalan konsisten dan menunjukkan hasil positif, khususnya dalam membentuk siswa yang lebih religius dan berakhlak.

Namun demikian, PMII Pangandaran menegaskan akan terus mengawal dan mengkritisi kebijakan pendidikan di daerah. PMII mendorong agar keberhasilan program pendidikan tidak hanya diukur dari rutinitas keagamaan, tetapi melalui indikator yang lebih komprehensif, seperti peningkatan mutu akademik, pemerataan fasilitas pendidikan, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika dikelola dengan pendekatan pencitraan, maka yang dikorbankan adalah masa depan generasi muda Pangandaran,” pungkas Ridwan. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPMD Garut : Selamat Hari Pers Nasional

Next Post

Uji Integritas dan Kepemimpinan, Seleksi Pimpinan BAZNAS Ciamis Masuki Tahap Wawancara Penentuan

Related Posts

59 Peserta dari Eks Kewadanan Rancah Digembleng Jadi Sahabat TAGANA Tangguh
deNews

59 Peserta dari Eks Kewadanan Rancah Digembleng Jadi Sahabat TAGANA Tangguh

Jumat, 25 September 2026
14 Juara FTBI SD Kabupaten Bandung Bersiap ke Tingkat Jawa Barat
deNews

14 Juara FTBI SD Kabupaten Bandung Bersiap ke Tingkat Jawa Barat

Jumat, 25 September 2026
Disnaker, STIKes Ciamis dan Perusahaan Jepang Buka Akses Kerja Caregiver
deNews

Disnaker, STIKes Ciamis dan Perusahaan Jepang Buka Akses Kerja Caregiver

Jumat, 25 September 2026
Beras Bantuan Tahap III Bergulir di Sindangkasih, Amin Mabruri Pantau Distribusi
deNews

Beras Bantuan Tahap III Bergulir di Sindangkasih, Amin Mabruri Pantau Distribusi

Jumat, 25 September 2026
Menpora Erick Thohir Tinjau SJH,  Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik FIFA Asian Cup 2026
deNews

Menpora Erick Thohir Tinjau SJH, Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik FIFA Asian Cup 2026

Kamis, 24 September 2026
Menteri Lingkungan Hidup Dijadwalkan Hadir ke Garut, Bertemu Tokoh Adat dan Aktivis Lingkungan Jawa Barat
deNews

Menteri Lingkungan Hidup Dijadwalkan Hadir ke Garut, Bertemu Tokoh Adat dan Aktivis Lingkungan Jawa Barat

Kamis, 24 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

Momentum Penguatan Kolaborasi SPPG Haurpanggung dan Forkopimcam di Bale Tingtrim

Selasa, 9 Desember 2025

Ciptakan Ciamis Harmonis Polres Ciamis Gelar Ngariung Bareng dan Bhakti Kesehatan di Desa Selasari

Rabu, 12 Maret 2025

Pisah Sambut Kasi Intel Kejari Garut Dari Dody Ke Taufik

Kamis, 17 Oktober 2019

Tak Ada Tanah Carik Untuk Diperebutkan, Kades Nanjung : Mudah Mekarkan Desa

Rabu, 14 Mei 2025

Bupati Bandung Resmikan Puskesmas Cibeunying dan Padamukti

Rabu, 14 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste