• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

PMII Pangandaran Nilai Program “Pendidikan Karakter Melesat” Hanya Jargon, Pendidikan Daerah Dinilai Kian Terpinggirkan

bydejurnalcom
Selasa, 10 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
PMII Pangandaran Nilai Program “Pendidikan Karakter Melesat” Hanya Jargon, Pendidikan Daerah Dinilai Kian Terpinggirkan
ShareTweetSend

Pangandaran, deJurnal,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran melontarkan kritik tajam terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Pangandaran bertajuk Pendidikan Karakter Melesat yang digagas Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami bersama Wakil Bupati Ino Darsono.

Aktivis PMII Pangandaran, Ridwan Fauzi, menilai program yang diluncurkan sejak Juni 2025 tersebut lebih banyak bersifat simbolik dan seremonial, serta belum menyentuh akar persoalan pendidikan di Pangandaran secara substansial.

“Program Pendidikan Karakter Melesat sejauh ini lebih terdengar sebagai jargon politik ketimbang kebijakan pendidikan yang berdampak nyata. Pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan rutinitas keagamaan tanpa dibarengi perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Senin (09/02/2026).

BacaJuga :

Pendopo Ciamis Simpan Jejak Galuh, Kembali Terungkap Saat Raja Nusantara Berkumpul

Desa Suci Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Berbagai Lomba dan Kegiatan

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Suci Gelar Lomba Solo Vokal

Menurut Ridwan, konsep pendidikan karakter yang digaungkan pemerintah daerah seolah diposisikan sebagai solusi instan untuk membentuk generasi agamis dan berbudi pekerti luhur.

Namun di lapangan, implementasinya dinilai hanya sebatas kegiatan seremonial seperti salat duha berjamaah, pembacaan doa, serta rutinitas keagamaan lain yang tidak diiringi peningkatan kualitas sarana prasarana, kesejahteraan guru, maupun mutu pembelajaran akademik.

“Faktanya, masih banyak sekolah di pelosok Pangandaran yang kekurangan ruang kelas, minim alat peraga belajar, serta guru honorer yang hidup jauh dari standar kelayakan. Ini persoalan mendasar yang tidak bisa ditutup dengan kegiatan simbolik semata,” tegasnya.

Ridwan bahkan menyebut kondisi pendidikan Pangandaran saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Ia menilai, tanpa penguatan kompetensi akademik dan literasi digital, peserta didik akan semakin tertinggal dalam persaingan di era modern.

“Anak-anak kita diajarkan salat dan baca Al-Qur’an setiap hari, tetapi ketika lulus SD atau SMP, mereka tetap kesulitan bersaing di era digital. Ini bukan pendidikan karakter yang utuh, melainkan pendidikan simbolis yang meleset dari tujuan sebenarnya,” katanya.

Tak hanya pemerintah daerah, Ridwan juga menyoroti peran Dewan Pendidikan Kabupaten Pangandaran yang dinilainya kurang kritis dan cenderung menjadi legitimasi kebijakan eksekutif.

“Dewan Pendidikan seharusnya menjadi mitra strategis yang kritis, mengawasi, dan memberi masukan konstruktif. Bukan sekadar menjadi stempel kebijakan setiap program bupati diluncurkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, program Pendidikan Karakter Melesat resmi diluncurkan Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami pada 23 Juni 2025 di SMP Negeri 2 Parigi.

Program tersebut diterapkan di jenjang PAUD hingga SMP, dengan fokus pembiasaan ibadah seperti salat zuhur berjamaah, pendidikan salat dan baca tulis Al-Qur’an setiap Jumat, serta pembacaan doa dan surat-surat pendek sebelum kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah daerah melalui berbagai media lokal mengklaim program tersebut berjalan konsisten dan menunjukkan hasil positif, khususnya dalam membentuk siswa yang lebih religius dan berakhlak.

Namun demikian, PMII Pangandaran menegaskan akan terus mengawal dan mengkritisi kebijakan pendidikan di daerah. PMII mendorong agar keberhasilan program pendidikan tidak hanya diukur dari rutinitas keagamaan, tetapi melalui indikator yang lebih komprehensif, seperti peningkatan mutu akademik, pemerataan fasilitas pendidikan, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika dikelola dengan pendekatan pencitraan, maka yang dikorbankan adalah masa depan generasi muda Pangandaran,” pungkas Ridwan. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPMD Garut : Selamat Hari Pers Nasional

Next Post

Uji Integritas dan Kepemimpinan, Seleksi Pimpinan BAZNAS Ciamis Masuki Tahap Wawancara Penentuan

Related Posts

Aksi Begal Berdarah di Purwadadi, Satu Warga Tewas, Dua Pelaku Ditangkap
Hukum dan Kriminal

Aksi Begal Berdarah di Purwadadi, Satu Warga Tewas, Dua Pelaku Ditangkap

Senin, 10 Agustus 2026
Raratuan : Open Turnamen Bola Voli Putri ala Desa Suci
deNews

Raratuan : Open Turnamen Bola Voli Putri ala Desa Suci

Senin, 10 Agustus 2026
Masjid Al-Ikhlas Kemenag Jadi Titik Awal Geber Mas 2026 di Ciamis
deNews

Masjid Al-Ikhlas Kemenag Jadi Titik Awal Geber Mas 2026 di Ciamis

Senin, 10 Agustus 2026
Pendopo Ciamis Simpan Jejak Galuh, Kembali Terungkap Saat Raja Nusantara Berkumpul
deNews

Pendopo Ciamis Simpan Jejak Galuh, Kembali Terungkap Saat Raja Nusantara Berkumpul

Senin, 10 Agustus 2026
Desa Suci Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Berbagai Lomba dan Kegiatan
deNews

Desa Suci Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Berbagai Lomba dan Kegiatan

Minggu, 9 Agustus 2026
Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Suci Gelar Lomba Solo Vokal
deNews

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Suci Gelar Lomba Solo Vokal

Minggu, 9 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Pertanyakan Potongan TPG 2,5 Persen Untuk Zakat, Disdik Garut Jadi Am(b)ilin?

Selasa, 27 April 2021

KabarDaerah

Pasangan NU Jadikan Sektor Pertanian 10 Program Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2020

Status Lahan Puncak Guha, GMNI Garut : Kembalikan Fungsi Sebagai Tanah Negara, Bukan Untuk Kepentingan Pihak Tertentu

Rabu, 17 September 2025

DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Raperda Perubahan Nomor 15/2023

Sabtu, 12 April 2025

Perkuat Struktur hingga Akar Rumput, DPC PDI Perjuangan Garut Gelar Pendidikan Partai dan Konsolidasi PAC

Sabtu, 27 Desember 2025

Gempa 4,7 Mag Guncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut

Selasa, 25 Maret 2025

Ormas LMP Mada Jabar Gelar Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim

Senin, 3 Mei 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste