• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Agustus 10, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Akreditasi Jadi Penghambat, Sekolah Terjebak Antrean, Asep Rahmat Kritik Sistem

bydejurnalcom
Selasa, 10 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
Akreditasi Jadi Penghambat, Sekolah Terjebak Antrean, Asep Rahmat Kritik Sistem
ShareTweetSend

Ciamis, Dejurnal,- Kerusakan sarana pendidikan di Kabupaten Ciamis ternyata bukan sekadar soal bangunan tua dan atap bocor. Di balik itu, tersimpan persoalan yang lebih mendasar yakni sistem akreditasi dan tata kelola Dinas Pendidikan (Disdik) yang lamban dan berbelit, sehingga sekolah-sekolah terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian.

Fakta ini mencuat saat Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asep Rahmat, S.H., M.M., melakukan kunjungan kerja ke SD Negeri 2 Saguling, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Senin (09/02/2026).

Dalam kunjungannya, Asep Rahmat meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, atap bangunan tampak rapuh, dan struktur gedung menua. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

BacaJuga :

Pendopo Ciamis Simpan Jejak Galuh, Kembali Terungkap Saat Raja Nusantara Berkumpul

Desa Suci Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Berbagai Lomba dan Kegiatan

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Suci Gelar Lomba Solo Vokal

Namun menurut Asep Rahmat, kerusakan fisik hanyalah dampak, sementara akar persoalannya justru terletak pada sistem yang membuat proses perbaikan berjalan di tempat.

“Sekolah ini bukan tidak mengajukan. Data lengkap, administrasi sudah ditempuh, bahkan PUPR sudah dua kali turun melakukan peninjauan. Tapi begitu masuk sistem, semuanya berhenti. Sekolah hanya diminta menunggu,” tegas Asep Rahmat.

Ia menilai, sistem akreditasi dan perencanaan pendidikan di Disdik yang seharusnya menjadi alat percepatan justru berubah menjadi hambatan. Sekolah dituntut memenuhi berbagai indikator dan unggahan data, sementara hasil akreditasi dan dampaknya terhadap perencanaan anggaran tidak kunjung jelas.

“Akreditasi itu memotret kondisi sekolah. Tapi ketika hasilnya keluar sangat lama, bahkan sampai setahun lebih, lalu dipakai lagi untuk perencanaan tahun berikutnya, ini jelas tidak relevan. Sistemnya tidak sinkron dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Asep Rahmat bahkan membandingkan dengan sistem penilaian di perguruan tinggi yang dinilainya jauh lebih responsif.

“Di perguruan tinggi, audit ditutup hari ini, hasilnya bisa langsung keluar. Di sekolah dasar justru bisa menunggu lama. Kalau sudah digital tapi tetap lambat, berarti yang bermasalah bukan sekolahnya, tapi sistemnya,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Asep Rahmat membawa dokumen hasil peninjauan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk kembali dikoordinasikan dengan Disdik. Ia menilai, data teknis yang sudah ada seharusnya cukup menjadi dasar pengambilan keputusan, tanpa harus kembali terjebak dalam siklus administrasi yang berulang.

Asep berkomitmen untuk menjalankan fungsi pengawasan DPRD dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem akreditasi dan tata kelola Disdik.

“Kalau sistem ini tidak dibenahi, sekolah-sekolah akan terus jadi korban. Digitalisasi seharusnya mempercepat, bukan memperpanjang antrean. Ini yang harus dikoreksi secara serius,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Saguling, Lilis Juarsih, S.Pd, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan permohonan perbaikan sejak 2024, atau sekitar empat tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada realisasi perbaikan.

“Pengajuan sudah lama kami sampaikan. PUPR juga sudah dua kali datang meninjau. Tapi dari Disdik jawabannya tetap sama, menunggu antrean karena sistem,” ujar Lilis.

Ia menuturkan, kondisi tersebut membuat sekolah berada dalam posisi serba sulit. Di satu sisi, sekolah dituntut memenuhi standar akreditasi dan kualitas pembelajaran, namun di sisi lain dukungan perbaikan sarana tidak kunjung datang.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat sekolah berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, sekolah dituntut memenuhi standar akreditasi dan kelengkapan administrasi, namun di sisi lain dukungan perbaikan fisik tidak kunjung terealisasi.

Dikatakan Lilis dalam kunjungannya, Asep Rahmat tidak memberikan janji pembangunan secara langsung. Namun ia menyampaikan komitmen untuk membantu dan memfasilitasi kebutuhan sekolah sesuai dengan fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD.

Lilis mengungkapkan saat ini, SDN 2 Saguling memiliki 81 siswa, dengan proses regenerasi peserta didik yang terus berjalan setiap tahun.

“Kami berharap perhatian pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada kunjungan dan pendataan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret, baik dalam perbaikan fisik bangunan maupun pembenahan sistem akreditasi dan birokrasi pendidikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan sekolah,” pungkasnya.(Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Uji Integritas dan Kepemimpinan, Seleksi Pimpinan BAZNAS Ciamis Masuki Tahap Wawancara Penentuan

Next Post

Ketua Pospera Purwakarta Sutisna Sonjaya : Lolos Audit Inspektorat Dan BPK Bukan Jaminan Bebas Korupsi

Related Posts

Aksi Begal Berdarah di Purwadadi, Satu Warga Tewas, Dua Pelaku Ditangkap
Hukum dan Kriminal

Aksi Begal Berdarah di Purwadadi, Satu Warga Tewas, Dua Pelaku Ditangkap

Senin, 10 Agustus 2026
Raratuan : Open Turnamen Bola Voli Putri ala Desa Suci
deNews

Raratuan : Open Turnamen Bola Voli Putri ala Desa Suci

Senin, 10 Agustus 2026
Masjid Al-Ikhlas Kemenag Jadi Titik Awal Geber Mas 2026 di Ciamis
deNews

Masjid Al-Ikhlas Kemenag Jadi Titik Awal Geber Mas 2026 di Ciamis

Senin, 10 Agustus 2026
Pendopo Ciamis Simpan Jejak Galuh, Kembali Terungkap Saat Raja Nusantara Berkumpul
deNews

Pendopo Ciamis Simpan Jejak Galuh, Kembali Terungkap Saat Raja Nusantara Berkumpul

Senin, 10 Agustus 2026
Desa Suci Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Berbagai Lomba dan Kegiatan
deNews

Desa Suci Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Berbagai Lomba dan Kegiatan

Minggu, 9 Agustus 2026
Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Suci Gelar Lomba Solo Vokal
deNews

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Suci Gelar Lomba Solo Vokal

Minggu, 9 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Ormas Grib Jaya dan Ketua PPKH Sinergis Mendampingi Penanganan Masalah KPM Kecamatan Cisompet

Minggu, 6 Februari 2022
Foto : Kepala Bapenda Ciamis , Aef Saefullah Saat monitoring PAD di Situ Wangi Kawali

Libur Lebaran, Sektor Wisata dan Perhotelan Ciamis Mengalami Lonjakan Pengunjung

Selasa, 15 April 2025

Pemkab Purwakarta Akan Bangun Sentra Rumah Batik

Jumat, 2 Oktober 2020

Darurat Bencana, Bupati Bandung Kerahkan Seluruh OPD untuk Percepatan Pencarian Korban Longsor

Sabtu, 6 Desember 2025

KADIN Garut dan Tantangan Konstitusional Dunia Usaha Daerah

Rabu, 25 Juni 2025

Ketua DPRD Purwakarta Menerima Audiensi Juara Internasional Peraih Medali Emas Bidang Musik

Rabu, 5 Maret 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste