Dejurnal.com, Garut – Sejumlah Kepala Desa dan Kepala Kelurahan se Kabupaten Garut menghadiri arahan dan evaluasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat yang digelar di aula Kantor Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Berkaitan hal tersebut sebagaimana didalam surat undangan nomor : 0320/PMD 01.02/BINDES, yang tertanggal 04 Februari 2026.
Acara tersebut dalam rangka meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik, secara Efektivitas dan Akuntabilitas bagi Pemerintahan Desa / Kelurahan, tentunya bisa menjadi tolak ukur capaian peraihan prestasi tersebut, maka perlu ada pelaksanakan evaluasi penyelenggaraan atas Anugerah Gapura Sri Baduga.
Hadir didalam acara yaitu Kepala DPMD, Kepala Bidang Pemdes DPMD Provinsi Jawa Barat, Kepala DPMD yang diwakili Sekertaris Dinas beserta jajarannya, Para Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Garut, begitu juga hadir Penggerak Swadaya Ahli Muda (PSAM).
Dimana Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dimana diraih oleh Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan, sementara untuk Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten sebanyak 27 Desa dan untuk Kelurahan hanya 1 Kelurahan, yaitu :
1. Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi
2. Desa Sukaratu Kecamatan Banyuresmi
3. Desa Banjarsari Kecamatan Bayongbong
4. Desa Cijolang Kecamatan B. Limbangan
5. Desa Gunamekar Kecamatan Bungbulang
6. Desa Indralayang Kecamatan Caringin
7. Desa Sagara Kecamatan Cibalong
8. Desa Cibunar Kecamatan Cibatu
9. Desa Majasari Kecamatan Cibiuk
10. Desa Sukahurip Kecamatan Cigedug
11. Desa Cihurip Kecamatan Cihurip
12. Desa Giriawas Kecamatan Cikajang
13. Desa Cikelet Kecamatan Cikelet
14. Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu
15. Desa Pamalayan Kecamatan Cisewu
16. Desa Cihaurkuning Kecamatan Cisompet
17. Desa Tangulun Kecamatan Kadungora
18. Desa Suci Kecamatan Karangpawitan
19. Desa Sindanggalih Kecamatan Karangtengah
20. Desa Kersamanah Kecamatan Kersamanah
21. Desa Salamnunggal Kecamatan Leles
22. Desa Dungusiku Kecamatan Leuwigoong
23. Desa Sanding Kecamatan Malambong
24. Desa Jagabaya Kecamatan Mekarmukti
25. Desa Pasirlangu Kecamatan Pakenjeng
26. Desa Pameungpeuk Kecamatan Pameungpeuk
27. Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan.
28. Desa Sukamulya Kecamatan Pangatikan
29. Desa Padaawas Kecamatan Pasirwangi
30. Desa Saribakti Kecamatan Peundeuy
31. Desa Sulaksana Kecamatan Samarang
32. Desa Samida Kecamatan Selaawi
33. Desa Mekartani Kecamatan Singajaya
34. Desa Tegalpanjang Kecamatan.Sucinaraja
35. Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi
36. Desa Sudalarang Kecamatan Sukawening
37. Desa Mekarmulya Kecamatan Talegong
38. Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler
39. Desa Kersamenak Kecamatan Tarogong Kidul
40. Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja.
✓. Dimana Kelurahan Berkinerja Terbaik di Tingkat Kabupaten diraih
1. Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul
2. Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota
3. Kelurahan Karangmulya Kecamatan Karangpawitan.
4. Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler.
Tentunya atas semua itu, menjadi kado terindah di Hari Jadi Garut ke 213, pada 16 Februari 2026, bahkan diharapkan ini menjadi motivasi Desa dan Kelurahan di Kabupaten Garut untuk terus berprestasi dan berinovasi serta tertib administrasi. Bupati Garut harus bisa memberikan hal apresiasi yang luar biasa kepada Pihak Desa dan Kelurahan, Para Camat dan DPMD Kabupaten Garut.
Sementara berkaitan dengan capaian yang telah diraih oleh beberapa Desa / Kelurahan “Berkinerja Terbaik” itu perlu adanya evaluasi kinerja pemerintah, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T., selepas mengisi acara menyampaikan kepada para awak media agar tidak ada perbedaan meinset terkait Anugerah Sri Baduga itu sendiri.
“Yang pertama, bahwa kita berbicara Anugerah Gapura Sri Baduga, itu bukan lomba, nah jadi miendset teman – teman dimanapun tidak hanya di Garut saja, itu masih ke lomba, padahal mienset terkait Anugrah Gapura Sri Baduga itu, adalah evaluasi kinerja pemerintahan desa “. Jelasnya.
Dikatakan lebih lanjut oleh Kepala Dinas tidak mudah meraih prestasi jadi Desa / Kelurahan “Berkinerja Terbaik”, baik itu ditingkat Kabupaten apalagi di tingkat Provinsi Jawa Barat, setelah berhasil kita tetap melakukan evaluasi.
“Evaluasi ini, berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, maupun juga hal kemasyarakatan di Desa “. Ulasnya.
Ade Afriandi menjelasakan bahwaevaluasi ini selain dilakukan oleh dirinya sendiri, juga dievaluasi oleh Camat dengan berbagai indikator yang sudah ditetapkan dari Provinsi, nah Camat melakukan evaluasi terhadap Desa atau pun Kelurahan yang ada diwilayahnya, dan hasil evaluasi oleh Camat itu dilaporkan ke Bupati/Walikota.
“Misalkan Kecamatan a, dia punya 10 Desa, dan 2 Kelurahan, Camat itu harus melaporkan kinerjanya, seperti apa 10 Desa, 2 Kelurahan itu “. Bahkan menurut Ade Afriandi berkaitan dengan hal evaluasi peranan Camat itu sangatlah penting didalam melaporkan Desa/Kelurahan mana saja yang terbaik, sesuai harapan dan keinginan publik dan mana saja yang kinerjanya tidak bagus/ tidak berkinerja (kurang baik), semua itu harus dilaporkan ke Bupati/ Walikota,” paparnya.
Menurut Ade Afriandi, inti “Anugerah Gapura Sri Baduga ” bukanlah lomba, hal berkaitan dengan lomba Desa /Kelurahan itu telah diatur Permendagri, tapi ini soal manfaatnya ada atau tidak.
“Ya mohon maaf misalkan ya kita sering dengar yang menjadi juara seringnya Bali begitu kan, Bali dengan berbagai potensi tapi begitu menyandang juara nasional banyak orang datang kesana, meninjau melihat pemain dan sebagainya artinya ada kepentingan daerah, sementara di Jawa Barat, yang saya pahami dari dulu berbicara lomba itukan akhirnya mencari desa yang kira-kira bakal bisa digunakan mewakili Jawa Barat, desa itu jadi juara contoh misalnya terus-terusan desa itu berprestasi gitu kalau kita hanya bicara lomba berarti kita akan bertahan menjadi juara, kenapa karena jadi presstise gitu kan, nah yang kita butuhkan setiap tahun desa mana saja, yang berkinerja terbaik. Nah karena ini baru, arahan kebijakan ini juga kan dipertengahan 2025 sehingga 2026 kita mulai merumuskan, didalam waktu 2 bulan 270 indikator, Pa Gubernur menyampaikan jangan ada lomba-lomba lagi di setiap perangkat daerah, supaya Desa ini tidak dibebani dengan lomba-lomba terus, makanya daripada lomba yang kita angkat evaluasi penyelenggara pemerintahan, dan pembangunan, serta kemasyarakatan, yang mengevaluasi itu dimulai dari camat, dan hasil evaluasinya dilaporkan keBupati/Walikota, mana saja terbaik kinerjanya, dan mana saja kurang baik kinerjanya, nah untuk yang terbaik tingkat Kabupaten atau Kota, itu barulah dikirim ke Provinsi, nah didalam konteks mencari terbaik tingkat Provinsi berarti inputnya berada di 27 Kabupaten/Kota, muncullah diantaranya Desa Pangauban ketingkat Provinsi, dievaluasi kemudian secara administratif secara teknis dan inovasi ya akhirnya diangkatlah 5 besar dari 5 besar itulah, kami melihat bahwa penyelenggaraan Anugerah Sri Baduga 2026, masih ada yang harus dipertajam terutama di tingkat desa dan Kecamatan, makanya ada pertanyaan kenapa masih perlu dievaluasi kembali, evaluasi harus tetap dilakukan bukan karena sudah jadi Desa Pinunjul sudah begitu saja, kalau kontek lomba Desa ini nantinya menjadi mewakili Jawa Barat ditingkat Nasional Tahun 2026, jadi kita harus persiapkan dan kita evaluasi lagi apa yang sudah ada dan apa yang belum kita persiapkan dari awal”. paparnya.***Yohaness



















