Ciamis, deJurnal,- Komitmen memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan anak usia dini terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Melalui Dinas Pendidikan, sebanyak 205 lembaga PAUD formal dan nonformal mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran tingkat Kabupaten Ciamis, Jumat (27/02/2026).
Kegiatan merupakan bentuk pengimbasan atau tindak lanjut dari Bimtek serupa yang sebelumnya diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap kebijakan nasional transformasi digital pendidikan.
Bimtek dilaksanakan secara mandiri dan difokuskan bagi lembaga penerima bantuan Papan Interaktif Digital.
Para peserta terdiri dari guru dan tenaga kependidikan yang dibekali penguatan kapasitas dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi secara efektif, inovatif, dan tetap ramah anak.
Pelaksanaan kegiatan dibagi di dua lokasi, yakni di TK Negeri Pembina Cijeungjing dan TK IT Al Mujahidin Panjalu.
Pembagian lokasi dilakukan untuk memastikan efektivitas pelatihan serta optimalisasi pendampingan kepada peserta.
Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Ilham Syahril Mubarok dari TK Nurul Huda Al Aisiyah Lakbok dan Lella Solihah dari TK Calisa Rabani Sindangkasih.
Keduanya merupakan guru yang telah mengikuti pelatihan langsung dari Kemdikdasmen dan kini dipercaya untuk mengimbaskan kompetensinya kepada rekan-rekan pendidik di tingkat kabupaten.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Ciamis, Eka Yudha Katresna, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran harus dimaknai sebagai upaya peningkatan mutu, bukan sekadar adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Bimtek ini kami selenggarakan untuk memastikan bantuan Papan Interaktif Digital tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan dan praktik pembelajaran secara kreatif dan terarah,” ujar Eka.
Ia menambahkan, transformasi digital pada jenjang PAUD tetap harus berpijak pada karakteristik perkembangan anak usia dini.
“Teknologi adalah alat bantu untuk memperkaya pengalaman belajar anak. Yang utama adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Dengan peningkatan kapasitas pendidik, kami optimistis kualitas layanan PAUD di Ciamis akan semakin meningkat dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.
Melalui Bimtek Eka berharap tercipta ekosistem pembelajaran digital yang merata dan berkelanjutan di seluruh lembaga PAUD penerima bantuan, sekaligus mendorong percepatan transformasi pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada mutu layanan. (Nay Sunarti)





















