CIAMIS, deJurnal,- Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kembali digaungkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui agenda reses yang menyasar kelompok perempuan.
Kali ini, kegiatan digelar bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Gedung Puspita, Ciamis, Selasa (3/3/2026), dengan penekanan kuat pada peran perempuan dalam pendidikan karakter bangsa.
Kegiatan tersebut menghadirkan Agun Gunandjar Sudarsa, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X.
Dalam pemaparannya, Agun menegaskan bahwa momentum reses yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan memiliki relevansi kuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara lebih mendalam di tengah masyarakat.
“Empat Pilar Kebangsaan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Terutama nilai-nilai Pancasila. Di bulan Ramadhan ini, nilai ketuhanan harus terjaga lewat tutur kata yang santun, sikap saling menghormati, dan pengendalian diri,” ujar Agun.
Agun secara khusus menyoroti alasan dipilihnya GOW sebagai mitra sosialisasi. Perempuan terutama para ibu memegang peran dominan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kebangsaan seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila.
“Pendidikan karakter anak hari ini sangat dipengaruhi oleh perempuan. Maka ibu-ibu jangan hanya mengurus dapur, tapi juga membangun karakter bangsa dari rumah,” tegasnya.
Dikatakan Agun, keluarga dan sekolah harus menjadi benteng utama dalam membangun nasionalisme generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi digital.
Dalam sesi dialog, Agun juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Jangan mudah menjadi provokator atau terprovokasi. Kedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan. Keadilan hanya bisa lahir dari proses musyawarah yang baik,” katanya.
Ia kembali menguraikan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Agun juga mengajak para peserta untuk membiasakan anak-anak dekat dengan nilai religius seperti berdoa, shalat, dan berpuasa, sembari tetap menanamkan prinsip kemanusiaan, toleransi, dan semangat persatuan.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum ibadah spiritual, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat integritas kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, MPR RI berharap nilai-nilai kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat, khususnya melalui peran strategis perempuan sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.
Dengan penguatan karakter berbasis Empat Pilar, Agun berharap generasi muda Indonesia tumbuh sebagai pribadi yang religius, nasionalis, dan berintegritas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Nay Sunarti)




















