Dejurnal.com, Garut — Kabupaten Garut kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu barometer komunitas pecinta ikan koi di Indonesia melalui gelaran 7th Garut Young Koi Show 2026. Ajang bergengsi ini sukses digelar selama tiga hari, 10 hingga 12 April 2026, di Gedung Bonyoe Sinergi Mandala, dengan suasana yang semarak dan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan.
Sebanyak 1.394 ekor ikan koi ambil bagian dalam kontes ini, melibatkan 542 pemilik (owner) serta didukung oleh 125 tenaga handling profesional. Angka partisipasi tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi bukti bahwa ajang ini semakin diminati dan memiliki daya tarik kuat di tingkat nasional.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Garut berhasil meraih predikat Most City dengan total 170 ekor ikan yang dilombakan. Prestasi ini mencerminkan besarnya kontribusi dan semangat para penghobi lokal dalam memeriahkan kontes berskala nasional tersebut.
Sementara itu, penghargaan Most Entry diraih oleh Kofu Rizki Prakoso asal Garut dengan total 81 ekor ikan yang diikutsertakan. Tidak hanya itu, Rizki juga berhasil menyabet penghargaan Most Point, yang menjadi simbol dominasi kualitas koi terbaik sepanjang kompetisi. Atas pencapaiannya tersebut, ia berhak mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan ke Jepang bersama Solaris Farm, salah satu pusat pengembangan koi terbaik di dunia.
Sorotan utama dalam kontes ini tertuju pada kategori Grand Champion A yang berhasil diraih oleh ikan koi jenis Taisho Sanshoku berukuran 70 cm milik Hartono Sukwanto dari Bandung. Dengan penanganan oleh Samurai Koi Centre Bandung, kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai juara bertahan di kelas tersebut, menunjukkan konsistensi kualitas yang luar biasa.
Kontes ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Sukabumi, Batam, Bandung, Tulungagung, Magetan, Blitar, Batu, Sidoarjo, Balikpapan, Kuningan, dan kota-kota lainnya. Kehadiran peserta lintas wilayah ini semakin menegaskan bahwa Garut Young Koi Show telah menjadi agenda penting dalam kalender komunitas koi nasional.
Keunggulan Garut sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi faktor penting kesuksesan acara. Kondisi alam dengan udara sejuk dan kualitas air yang jernih memberikan lingkungan ideal bagi kesehatan dan performa ikan koi, sehingga mendukung kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Selain itu, keramahan masyarakat serta kelengkapan fasilitas turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hal ini dirasakan langsung oleh Daris, salah satu pengunjung yang datang khusus untuk menyaksikan kontes.
“Garut memang sangat cocok untuk kontes seperti ini. Udaranya sejuk, pilihan hotelnya banyak, dan pusat jajanan juga mudah ditemukan, jadi pengunjung seperti kami merasa nyaman,” ungkapnya.
Hal tersebut semakin memperkuat citra Garut sebagai destinasi ideal untuk kegiatan berskala nasional, baik dari sisi teknis maupun pengalaman pengunjung.
Dalam kesempatan terpisah, Mochamad Romdhon dari Asako Management menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan tren positif, terutama dari peningkatan jumlah peserta.
“Kontes Garut tahun ini mengalami kenaikan peserta yang cukup signifikan. Ini menunjukkan antusias masyarakat pecinta koi dari seluruh Nusantara yang luar biasa terhadap ajang ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara, termasuk Pemerintah Kabupaten Garut.
Tak hanya berfokus pada kompetisi, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran UMKM lokal yang menampilkan berbagai produk unggulan khas Garut. Kehadiran pelaku usaha ini turut memberikan dampak ekonomi positif serta membuka peluang interaksi langsung dengan pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan berakhirnya rangkaian acara, Garut Young Koi Show diharapkan terus berkembang menjadi ajang prestisius yang mampu mempererat jaringan komunitas, meningkatkan kualitas koi nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis hobi dan kreativitas.***Willy















