Dejurnal.com, Bandung- Sadudulur Lembur Cilokotot Margahayu berkumpul silaturahmi di kediaman salah satu warga sadudulur Cilokotot, H. Oos Rahmat Kosasih di Jalan Raya Manglid Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Minggu, 26 April 2026.
Dari 52 anggota Grup WA Sadudulur Cilokotot yang didibentuk 22 Februari 2018 lalu 80 persen hadir dalam acara yang sudah 5 kali diselenggarakan ini.
Ketua Panitia Pelaksana, Adjat Darus menyampaikan terima kasih atas kehadiran anggota Sadudulur Cilokotot. Menurutnya, selain anggota yang ada di dalam Grup WA Sadudulur Cilokotot, acara ini juga dihadiri undangan sadudulur Cilokotot yang tidak ada di Grup WA.
Adjat berharap, silaturahmi ini bisa diteruskan oleh generasi berikutnya agar tidak putus kekeluargaan.
H. Oos, selaku tuan rumah juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran sadudulur Cilokotot, yang di antaranya sadudulur Cilokotot dari Cilegon dan Garut. Meréka dilahirkan dan dibesarkan di Cilokotot tapi kemudian bekerja dan punya keluarga di sana.
“Terima kasih dan semoga kita sehat selalu,” katanya.
Ketua RW 02 Desa Margahayu Selatan Apep Dasuki yang juga bagian dari sadudulur Cilokotot mengaku terasa bermimpi bertemu dengan wajah-wajah sadudulur Cilokotot yang tak semuanya ia kenal. Ia pun megapresiasi anggota Grup WA Sadudulur Cilokotot yang eksis tak mengenal tidur, berkomunikasi tentang segala hal.
Sebagai Ketua RW, ia juga menyampaikan himbauan terkait program-program pemerintah.
Ketua Grup WA Sadudulur Colokotot Mamat Rahmat ketua grup WA yang telah 8 tahun memimpin grup menyampaikan terima kasih kepada sadudulur Cilokotot yang telah hadir diacara tersebut.
Dalam kesempatan tersebut juga dipilih secara aklamasi Ketua Grup WA Sadudulur Cilokotot. Mamat Rahmat langsung memasrahkan kepemimpinannya kepada Ajat Darus, sedangkan wakil Ketua Mpox.
Awal dibentuknya Grup WA Sadudulur Cilokotot, ketika itu sejumlah warga Cilokotot, termasuk Ajat Darus dan Salman Jack Sujana tidak setuju sebuah lahan di lingkungan yang mayoritas muslim didirikan sebuah rumah ibadah non-muslim, apa lagi ada warga yang memanfaatkan kesempatan menyalah gunakan tanda tangan warga.
Untuk memudahkan komunikasi dengan warga maka dibentuklah Grup WA Sadudulur Cilokotot. Rumah ibadah akhirnya tidak jadi dibangun, namun Grup WA terus eksis dihidupka Ajat Darus.
” Ya, untuk mempererat tali silaturahmi,” kata Adat Darus,” katanya.* Sopandi.














