Jumat, 19 Juli 2024
BerandadeNewsBupati Garut Pastikan Tak Ada ASN Jadi Anggota Jemaat Ahmadiyah

Bupati Garut Pastikan Tak Ada ASN Jadi Anggota Jemaat Ahmadiyah

Dejurnal.com, Garut – Adanya rumor bahwa di lingkup Pemerintah Kabupaten Garut ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dibantah keras Bupati Garut Rudi Gunawan.

“Tidak ada, tidak ada yang jadi anggota JAI,” tegasnya saat dikonfirmasi dejurnal.com di Pendopo Kabupaten, Selasa (11/5/2021).

Bupati Garut mengakui bahwa jamaah Ahmadiyah ini tersebar di beberapa wilayah Garut berdasarkan pengakuan JAI sendiri. “Itu pengakuan dari JAI sendiri dan surat pengakuaannya ada di saya,” tegasnya.

Kendati demikian, Bupati sudah memastikan tak ada ASN yang masuk menjadi anggota JAI.

“Jikapun ada itu pasti akan kita bina,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa pengikut JAI ini bagaimanapun adalah warga Garut juga yang harus dilindungi, adapun jika ada penyimpangan keyakinan itu tentu kewajiban pemerintah untuk membinanya.

“Mereka juga warga Garut yang harus dilindungi dan kita pun mencegah terjadinya bentrok horizontal,” pungkasnya.

Pelarangan aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan Penghentian Kegiatan Pembangunan Tempat Ibadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang berujung penyegelan dan penghentian pembangunan tempat Ibadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kp. Nyalindung Desa Ngamplang Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, yang menuai polemik.

Informasi yang dihimpun dejurnal.com, Aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), kehadirannya di Kabupaten Garut telah menjadi menjadi polemik dan konflik yang tidak terselesaikan sejak tahun 2013.

Catatan, ada 4 Berita Acara yang ditandatangani tokoh agama, Muspika dan tokoh JAI sendiri, yang tidak ditepati oleh JAI Kp. Nyalindung dan terjadi inkonsistensi Tokoh JAI terhadap penyataan yang di tandatangani sejak tahun 2013 yaitu untuk menghentikan pembangunan tempat ibadah dalam rangka menjaga kamtibmas wilayah Kp. Nyalindung Desa Ngamplang Kec. Cilawu.

Finalnya, Bupati Garut kemudian mengambil langkah tegas dengan penyegelan dan penghentian pembangunan tempat Ibadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia, yang kemudian menuai kontra dari berbagai pihak bahkan sampai ke tingkat nasional.***Yohannes/Raesha

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI