Dejurnal.com, Garut – Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Garut menggelar rapat koordinasi untuk mengusung masa depan pertanian di Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PTI Kabupaten Garut, H. Muhammad Rian, dan dilaksanakan di kantor PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Jalan Gatot Subroto No.68, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Kamis (28/5/2026).
Dalam rapat kerja tersebut, PTI Kabupaten Garut membahas berbagai program strategis jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta pengembangan pertanian organik ramah lingkungan.
Ketua PTI Kabupaten Garut H. Muhammad Rian, saat ditemui dejurnal.com menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mengembangkan pupuk organik asam amino hewani yang diproduksi langsung oleh PT Mandraguna Pusaka Indonesia Kabupaten Garut.
Menurutnya, keberadaan pupuk organik asam amino hewani menjadi salah satu solusi nyata atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para petani, terutama tingginya biaya produksi pertanian akibat mahal dan langkanya pupuk kimia di pasaran.
Ia mengatakan bahwa PTI Kabupaten Garut memiliki komitmen untuk membantu meringankan beban para petani melalui program subsidi pupuk organik. Langkah tersebut dilakukan agar para petani tidak lagi terbebani oleh besarnya pengeluaran untuk perawatan tanaman yang selama ini dinilai sangat memberatkan.
“Petani saat ini sering merasa tercekik dengan mahalnya harga pupuk dan sulitnya mendapatkan pupuk. Karena itu kami hadir untuk membantu memberikan solusi melalui pupuk organik asam amino hewani agar biaya perawatan tanaman bisa lebih ringan dan hasil panen lebih maksimal,” ujarnya.
H. Muhammad Rian menjelaskan bahwa pupuk organik asam amino hewani Pemuda Tani tidak hanya berfungsi meningkatkan hasil panen, tetapi juga mampu meregenerasi atau memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan bahan kimia secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik merupakan langkah penting dalam menciptakan sistem pertanian berkelanjutan yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan menguntungkan bagi petani.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Garut ingin membawa perubahan besar bagi para petani yang selama ini kerap termarginalkan dan kurang mendapatkan perhatian.
“Petani adalah raja yang sejati. Kami ingin mengembalikan mahkota yang hilang dari para petani. Selama ini petani sering dianggap sebelah mata, padahal mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa,” katanya.
Melalui gerakan Pemuda Tani Indonesia, pihaknya ingin mengangkat kembali derajat petani agar menjadi kelompok yang mandiri, modern, berkelas, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama PTI Kabupaten Garut adalah mengembalikan kedaulatan petani dengan mengubah pola pikir atau mindset masyarakat tentang bertani melalui konsep “Back To Nature”, yakni kembali menggunakan pupuk organik dan metode pertanian alami.
Konsep tersebut dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga kesuburan tanah, meningkatkan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, pupuk organik asam amino hewani juga disebut mampu menjadi solusi terhadap persoalan limbah yang selama ini menjadi polemik di Kabupaten Garut, khususnya limbah kulit dari kawasan industri Sukaregang.
Menurut H. Muhammad Rian, limbah kulit yang selama ini menjadi masalah lingkungan dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat melalui inovasi pupuk organik yang dikembangkan oleh pihaknya.
Dengan adanya program tersebut, PTI Kabupaten Garut berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus membuka harapan baru bagi para petani di Kabupaten Garut agar mampu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup mereka di masa mendatang.***Willy
















