• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Pemuda Tani Indonesia Garut Siapkan Program “Back To Nature”, Dorong Petani Mandiri dengan Pupuk Organik Hayati

bydejurnalcom
Kamis, 28 Mei 2026
Reading Time: 2 mins read
Pemuda Tani Indonesia Garut Siapkan Program “Back To Nature”, Dorong Petani Mandiri dengan Pupuk Organik Hayati
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Garut menggelar rapat koordinasi untuk mengusung masa depan pertanian di Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PTI Kabupaten Garut, H. Muhammad Rian, dan dilaksanakan di kantor PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Jalan Gatot Subroto No.68, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Kamis (28/5/2026).

Dalam rapat kerja tersebut, PTI Kabupaten Garut membahas berbagai program strategis jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta pengembangan pertanian organik ramah lingkungan.

Ketua PTI Kabupaten Garut H. Muhammad Rian, saat ditemui dejurnal.com menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mengembangkan pupuk organik asam amino hewani yang diproduksi langsung oleh PT Mandraguna Pusaka Indonesia Kabupaten Garut.

BacaJuga :

Tiga Tahun Mengontrak Rumah Warga, Pemdes Neglasari Cianjur Menanti Kepastian Kantor Desa Permanen

Dibalik Keindahan Yang Terlihat, Selalu Ada Kenyataan Yang Belum Kita Ketahui

PAN Temui NasDem Dukungan untuk Calon Wabup Belum Diputuskan, Toto Marwoto: Siapkan Tiga Pertimbangan 

Menurutnya, keberadaan pupuk organik asam amino hewani menjadi salah satu solusi nyata atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para petani, terutama tingginya biaya produksi pertanian akibat mahal dan langkanya pupuk kimia di pasaran.

Ia mengatakan bahwa PTI Kabupaten Garut memiliki komitmen untuk membantu meringankan beban para petani melalui program subsidi pupuk organik. Langkah tersebut dilakukan agar para petani tidak lagi terbebani oleh besarnya pengeluaran untuk perawatan tanaman yang selama ini dinilai sangat memberatkan.

“Petani saat ini sering merasa tercekik dengan mahalnya harga pupuk dan sulitnya mendapatkan pupuk. Karena itu kami hadir untuk membantu memberikan solusi melalui pupuk organik asam amino hewani agar biaya perawatan tanaman bisa lebih ringan dan hasil panen lebih maksimal,” ujarnya.

H. Muhammad Rian menjelaskan bahwa pupuk organik asam amino hewani Pemuda Tani tidak hanya berfungsi meningkatkan hasil panen, tetapi juga mampu meregenerasi atau memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan bahan kimia secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik merupakan langkah penting dalam menciptakan sistem pertanian berkelanjutan yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan menguntungkan bagi petani.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Garut ingin membawa perubahan besar bagi para petani yang selama ini kerap termarginalkan dan kurang mendapatkan perhatian.

“Petani adalah raja yang sejati. Kami ingin mengembalikan mahkota yang hilang dari para petani. Selama ini petani sering dianggap sebelah mata, padahal mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa,” katanya.

Melalui gerakan Pemuda Tani Indonesia, pihaknya ingin mengangkat kembali derajat petani agar menjadi kelompok yang mandiri, modern, berkelas, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama PTI Kabupaten Garut adalah mengembalikan kedaulatan petani dengan mengubah pola pikir atau mindset masyarakat tentang bertani melalui konsep “Back To Nature”, yakni kembali menggunakan pupuk organik dan metode pertanian alami.

Konsep tersebut dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga kesuburan tanah, meningkatkan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, pupuk organik asam amino hewani juga disebut mampu menjadi solusi terhadap persoalan limbah yang selama ini menjadi polemik di Kabupaten Garut, khususnya limbah kulit dari kawasan industri Sukaregang.

Menurut H. Muhammad Rian, limbah kulit yang selama ini menjadi masalah lingkungan dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat melalui inovasi pupuk organik yang dikembangkan oleh pihaknya.

Dengan adanya program tersebut, PTI Kabupaten Garut berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus membuka harapan baru bagi para petani di Kabupaten Garut agar mampu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup mereka di masa mendatang.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sapi Qurban 1,3 Ton Bantuan dari Presiden Dipotong di Kampung Lamajang Citeureup Dayeuhkolot Bandung

Next Post

Kurban Presiden RI “Si Bison” Disalurkan ke Perbatasan Ciamis, DKM Al-Fatah Kembali Rasakan Kurban Sapi

Related Posts

Menko AHY Soroti Pemerataan Infrastruktur Digital, Pembangunan Data Center Harus Perhatikan Lingkungan
Nasional

Menko AHY Soroti Pemerataan Infrastruktur Digital, Pembangunan Data Center Harus Perhatikan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026
Satres Narkoba Polres Purwakarta Amankan  Pengedar Sabu.
Hukum dan Kriminal

Satres Narkoba Polres Purwakarta Amankan Pengedar Sabu.

Senin, 12 Oktober 2026
Polisi Respons Cepat Dugaan Pencurian di Sadang Sari Permai
Hukum dan Kriminal

Polisi Respons Cepat Dugaan Pencurian di Sadang Sari Permai

Senin, 12 Oktober 2026
Tiga Tahun Mengontrak Rumah Warga, Pemdes Neglasari Cianjur Menanti Kepastian Kantor Desa Permanen
GerbangDesa

Tiga Tahun Mengontrak Rumah Warga, Pemdes Neglasari Cianjur Menanti Kepastian Kantor Desa Permanen

Senin, 12 Oktober 2026
Dibalik  Keindahan Yang  Terlihat, Selalu Ada Kenyataan Yang Belum Kita Ketahui
deNews

Dibalik Keindahan Yang Terlihat, Selalu Ada Kenyataan Yang Belum Kita Ketahui

Senin, 12 Oktober 2026
PAN Temui NasDem Dukungan untuk Calon Wabup Belum Diputuskan, Toto Marwoto: Siapkan Tiga Pertimbangan 
deNews

PAN Temui NasDem Dukungan untuk Calon Wabup Belum Diputuskan, Toto Marwoto: Siapkan Tiga Pertimbangan 

Senin, 12 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Update Covid 19 Purwakarta : Penambahan Warga Dengan Status ODP

Rabu, 29 April 2020

Upaya Tumbuhkan ASN Jujur, Pemkab Bandung-KPK RI Selenggarakan PERINTIS

Jumat, 23 Mei 2025

Galian C Diduga Tanpa Ijin di Pagaden Masih Operasi, Peringatan Sat Pol PP Tak Digubris?

Rabu, 26 Mei 2021

Apdesi dan Kodim 0619 Purwakarta PT. Abang Ijo Gelar Penanaman Tumpangsari

Kamis, 10 November 2022

Linggaratu, Saksi Penyebaran Islam Prabu Kingking 13 Abad Lalu

Minggu, 13 Oktober 2019

Wakil Bupati Garut Dampingi Mensos Risma Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sukawening

Selasa, 30 November 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste