CIAMIS, deJurnal,- Perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten Ciamis ingin memastikan masyarakat terlibat langsung dalam setiap prosesnya, termasuk dalam penentuan logo resmi Hari Jadi Ciamis ke-384.
Semangat itulah yang melatarbelakangi digelarnya sayembara desain logo Hari Jadi Ciamis oleh Dinas Pariwisata (Dispar).
Melalui sayembara tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan gagasannya dalam bentuk karya visual yang nantinya menjadi identitas resmi peringatan hari lahir Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Heryan Rusyandi, S.Sos., M.M. diwakili Sekretaris Dinas, Dian Kusdiana, S.IP., M.M., yang akrab disapa Udeng, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan sayembara logo tersebut.
Menurutnya, Hari Jadi Kabupaten Ciamis merupakan milik seluruh masyarakat, sehingga partisipasi publik perlu dibuka seluas-luasnya agar tumbuh rasa memiliki terhadap momentum bersejarah daerah.
“Pada setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis, kami ingin masyarakat merasakan keterlibatan secara langsung. Karena itu logo Hari Jadi Ciamis kami sayembarakan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dan upaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap perayaan ini,” ujarnya Selasa (02/06/2026)
Seleksi Ketat Libatkan Akademisi, Seniman hingga Budayawan
Udeng menjelaskan, sebelum sayembara dibuka, Dispar terlebih dahulu membentuk tim dan dewan juri yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, praktisi desain, seniman, budayawan hingga tokoh masyarakat.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan logo yang terpilih benar-benar mewakili identitas dan semangat Kabupaten Ciamis.
Dari sayembara yang dibuka secara daring melalui tautan pendaftaran resmi, panitia menerima 24 karya desain dari masyarakat Ciamis dengan beragam latar belakang.
Selanjutnya, seluruh karya tersebut diseleksi oleh tim juri hingga menyisakan 10 nominasi terbaik. Dari 10 karya itu kemudian dipilih tiga besar yang berhak mempresentasikan langsung desain mereka di hadapan dewan juri.
“Dalam tahap presentasi, peserta tidak hanya menampilkan desain, tetapi juga menjelaskan filosofi, makna warna, konsep visual, dan pesan yang ingin disampaikan melalui logo tersebut,” kata Udeng.
Dari proses penilaian tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan satu karya terbaik yang kemudian resmi diluncurkan sebagai Logo Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.
Pemenang Otodidak dari PKBM Bikin Juri Kagum
Hal menarik dari sayembara tahun ini adalah sosok pemenangnya yang ternyata bukan berasal dari kalangan desainer profesional maupun lulusan perguruan tinggi desain.
Berdasarkan informasi dari panitia dan dewan juri, pemenang merupakan seorang pelajar PKBM yang belajar desain secara otodidak.
Fakta tersebut justru menjadi kejutan tersendiri bagi para juri karena karya yang dihasilkan mampu bersaing dan mengungguli peserta lain yang telah lama berkecimpung di bidang desain.
“Kami cukup terharu ketika mengetahui pemenangnya merupakan desainer otodidak dari PKBM. Ini membuktikan bahwa potensi besar bisa lahir dari siapa saja, selama diberi ruang dan kesempatan,” ungkap Udeng.
Menurutnya, dewan juri terpukau oleh kekuatan konsep yang dihadirkan dalam desain tersebut, mulai dari pemilihan warna, gradasi visual, hingga kemampuan menerjemahkan identitas Kabupaten Ciamis ke dalam sebuah logo yang mudah dipahami masyarakat.
Logo itu memadukan unsur warna ungu dan emas yang menggambarkan kemuliaan, kemandirian, serta semangat kerja keras.
Selain itu, terdapat elemen visual yang merepresentasikan bentang alam Ciamis seperti pegunungan dan hamparan pertanian yang menyatu dalam sebuah komposisi utuh.
“Yang menjadi perhatian juri bukan hanya keindahan desainnya, tetapi juga kemudahan masyarakat dalam memahami makna yang terkandung di dalamnya. Baik kalangan akademisi, budayawan, maupun masyarakat umum bisa menangkap pesan yang ingin disampaikan logo tersebut,” jelasnya.
Keterlibatan Masyarakat Akan Terus Diperluas
Keberhasilan sayembara logo Hari Jadi Ciamis ke-384 menjadi pengalaman berharga bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus melibatkan masyarakat dalam berbagai agenda daerah.
Udeng berharap pada penyelenggaraan Hari Jadi Ciamis maupun event daerah lainnya di masa mendatang, partisipasi publik dapat semakin luas sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari proses kreatif pembangunan daerah.
“Kami ingin keterlibatan masyarakat menjadi hal utama dalam setiap perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Karena pada hakikatnya, hari jadi ini adalah milik seluruh masyarakat Ciamis tanpa terkecuali,” tegasnya.
Ia menambahkan, ke depan berbagai ruang partisipasi publik akan terus dibuka agar semakin banyak talenta lokal yang muncul dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah.
“Sayembara ini membuktikan bahwa banyak potensi luar biasa yang selama ini belum terlihat. Ketika diberikan kesempatan, mereka mampu menunjukkan karya terbaik yang membanggakan Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Nay Sunarti)













