• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, September 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Kepala SMAN 1 Garut Tegaskan Uji Kompetensi Jadi Penentu Kelulusan Jalur Non Akademik SPMB Maung 2026

bydejurnalcom
Selasa, 9 Juni 2026
Reading Time: 3 mins read
Kepala SMAN 1 Garut Tegaskan Uji Kompetensi Jadi Penentu Kelulusan Jalur Non Akademik SPMB Maung 2026
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Kepala SMA Negeri 1 Garut, Dra. Sri Mulyani, M.Pd., menegaskan bahwa proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Maung Tahun 2026, khususnya pada jalur non akademik, dilaksanakan secara ketat dan berpedoman penuh pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat ditemui dejurnal.com di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026), menanggapi berbagai pertanyaan masyarakat terkait hasil seleksi dan munculnya sejumlah keluhan dari orang tua calon siswa siswi SMAN 1. Garut maupun calon peserta didik yang tidak lolos seleksi meskipun memiliki nilai tinggi pada klasemen sementara.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa nilai yang muncul dalam klasemen sementara pada aplikasi SPMB bukanlah hasil akhir yang menentukan kelulusan calon siswa.

BacaJuga :

Kejari Ciamis Geledah Kantor LKM Cidolog, Amankan Dokumen dan Data Digital

Nyangku 2026 Masyarakat Tumplek Ruah, Wisata Budaya Terintegrasi dan UMKM Hidupkan Ekonomi Panjalu

Rawink Rantik Soroti Penataan PKL Jalan Pasar Baru, Pemkab Garut Diminta Sinkronkan Pembangunan dengan Raperda

“Dalam juknis SPMB jalur non akademik terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah uji kompetensi atau ujikom. Nilai yang tampil pada klasemen sementara merupakan gabungan dari nilai sertifikat dan rata-rata nilai rapor. Namun itu masih bersifat sementara dan belum menentukan apakah seorang siswa dinyatakan lolos atau tidak,” ujarnya Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa setelah proses pendaftaran selesai, seluruh peserta jalur non akademik wajib mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juni 2026. Tahapan tersebut merupakan bagian resmi dari mekanisme seleksi sebagaimana diatur dalam juknis SPMB Maung.
Menurutnya, hasil uji kompetensi memiliki peran yang sangat penting karena bertujuan untuk membuktikan kesesuaian antara sertifikat yang dimiliki peserta dengan kemampuan nyata yang dimilikinya.

“Kadang ada siswa yang nilainya tinggi dalam klasemen sementara, tetapi setelah mengikuti ujikom ternyata tidak mampu menunjukkan kompetensi sesuai sertifikat yang dimiliki. Dalam kondisi seperti itu, siswa siswi bisa dinyatakan tidak layak dan akhirnya tidak lolos seleksi,” jelasnya kepsek SMAN 1 Garut.

Ia menambahkan bahwa SMAN 1 Garut tidak melakukan penilaian secara sepihak. Seluruh proses uji kompetensi melibatkan penguji independen yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Untuk bidang Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), misalnya, sekolah menghadirkan pelatih dan pihak yang memahami formasi serta teknik kepaskibraan. Sementara untuk bidang Tahfiz Al-Qur’an, sekolah bekerja sama dengan penguji dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) serta melibatkan unsur Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Garut sebagai pengimbang.

“Penilaian dilakukan oleh pihak yang memang kompeten di bidangnya. Jadi sekolah tidak menentukan sendiri. Kalau penguji menyatakan siswa mampu dan sesuai dengan sertifikat yang dimiliki, maka siswa tersebut dinyatakan layak. Sebaliknya, apabila kompetensinya tidak sesuai, maka penguji dapat menyatakan tidak layak,” paparnya.

Sri Mulyani menegaskan bahwa tingginya nilai rapor maupun banyaknya sertifikat yang dimiliki peserta tidak otomatis menjamin kelulusan.
Menurutnya, nilai rapor hanya menggambarkan prestasi akademik siswa selama belajar di sekolah asal. Sedangkan sertifikat yang digunakan dalam jalur nonakademik harus dibuktikan kembali melalui kemampuan nyata saat uji kompetensi.

“Nilai yang besar tidak selalu menjamin lulus. Sebaliknya, ada peserta dengan nilai yang lebih rendah tetapi mampu menunjukkan keterampilan sesuai sertifikatnya sehingga dinyatakan layak dan lolos. Yang menjadi dasar utama adalah kemampuan yang benar-benar dimiliki siswa,” kata Sri Mulyani.

Ia juga membantah anggapan bahwa proses seleksi di SMAN 1 Garut menimbulkan kekisruhan. Menurutnya, seluruh tahapan telah disosialisasikan kepada peserta dan orang tua siswa serta dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

“Masyarakat harus memahami bahwa klasemen sementara belum final. Hasil akhir baru ditentukan setelah seluruh tahapan, termasuk ujikom, selesai dilaksanakan. Karena itu jangan hanya melihat peringkat sementara tanpa memahami proses berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa saat ini sekolah masih melakukan proses pemanggilan peserta cadangan. Hal tersebut dilakukan untuk mengisi kuota yang kosong akibat adanya peserta yang tidak lolos pada tahap uji kompetensi.

Dalam mekanisme tersebut, peserta yang berada pada peringkat berikutnya akan dipanggil untuk menggantikan posisi peserta yang dinyatakan tidak layak. Namun peserta cadangan tersebut juga harus memenuhi syarat kelayakan hasil ujikom sebelum akhirnya diterima.

“Jika ada siswa yang gugur karena hasil ujikom, maka peringkat di bawahnya akan naik. Tetapi siswa pengganti itu juga harus memiliki hasil ujikom yang layak. Kalau tidak layak, maka akan digantikan lagi oleh peserta berikutnya,” jelasnya.

Dari total kuota jalur non akademik yang tersedia sebanyak 77 kursi dari keseluruhan kuota penerimaan 200 siswa, seluruh peserta yang diterima merupakan siswa yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan, termasuk lolos uji kompetensi.

Sri Mulyani mengaku mengapresiasi program SPMB Maung yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menghasilkan generasi unggul dan memastikan sekolah-sekolah unggulan mendapatkan peserta didik yang benar-benar memiliki kompetensi sesuai prestasi yang dimiliki.

“Program ini memang baru sehingga dalam pelaksanaannya membutuhkan tenaga dan kerja keras yang lebih besar. Namun kami tetap menjalankannya sesuai petunjuk teknis. Semua tahapan kami tempuh, termasuk pelaksanaan ujikom selama dua hari penuh,” ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan uji kompetensi justru memberikan kepastian bagi sekolah dalam menentukan calon siswa yang benar-benar memiliki kemampuan sesuai bidang prestasinya.

“Dengan adanya ujikom, kami bisa mengetahui mana siswa yang benar-benar kompeten dan mana yang tidak. Ini penting agar peserta didik yang diterima di SMAN 1 Garut benar-benar sesuai dengan predikat sekolah unggulan dan visi menciptakan manusia-manusia unggul,” kata Sri Mulyani.

Menutup keterangannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi sama sekali tidak mengandung unsur kepentingan tertentu. Seluruh proses dilakukan murni untuk memverifikasi kemampuan peserta didik berdasarkan sertifikat yang mereka ajukan.

“Tidak ada unsur apa pun dalam pelaksanaan ujikom ini selain memastikan bahwa kemampuan siswa sesuai dengan sertifikat yang dimiliki. Semua yang kami lakukan berdasarkan juknis yang berlaku,” pungkasnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh sebelum menyebarluaskan berbagai informasi terkait proses penerimaan peserta didik baru.

“Apabila ada pihak yang ingin memberitakan atau menyampaikan informasi kepada publik, sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun fitnah di tengah masyarakat,” tutupnya.***Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Priyatna Kusumah Terpilih Secara Aklamasi Ketua Kadin Purwakarta

Next Post

Polres Subang Ungkap 32 Kasus Narkoba , 33 Tersangka Diamankan

Related Posts

Usia 40+ Tetap Aktif, Yard Pickleball Ciamis Ajak Senior Ramaikan YTTA
deNews

Usia 40+ Tetap Aktif, Yard Pickleball Ciamis Ajak Senior Ramaikan YTTA

Selasa, 8 September 2026
Kapolsek Bungbulang Dorong Nilai Dasa Dharma Pramuka Jadi Bekal Generasi Muda
deNews

Kapolsek Bungbulang Dorong Nilai Dasa Dharma Pramuka Jadi Bekal Generasi Muda

Selasa, 8 September 2026
Peduli Masyarakat, Apotek Mekarwangi 2 Gelar Sunatan Massal Gratis Saat Grand Opening
deSerimonial

Peduli Masyarakat, Apotek Mekarwangi 2 Gelar Sunatan Massal Gratis Saat Grand Opening

Senin, 7 September 2026
Kejari Ciamis Geledah Kantor LKM Cidolog, Amankan Dokumen dan Data Digital
deNews

Kejari Ciamis Geledah Kantor LKM Cidolog, Amankan Dokumen dan Data Digital

Senin, 7 September 2026
Nyangku 2026 Masyarakat Tumplek Ruah, Wisata Budaya Terintegrasi dan UMKM Hidupkan Ekonomi Panjalu
deNews

Nyangku 2026 Masyarakat Tumplek Ruah, Wisata Budaya Terintegrasi dan UMKM Hidupkan Ekonomi Panjalu

Senin, 7 September 2026
Rawink Rantik Soroti Penataan PKL Jalan Pasar Baru, Pemkab Garut Diminta Sinkronkan Pembangunan dengan Raperda
deNews

Rawink Rantik Soroti Penataan PKL Jalan Pasar Baru, Pemkab Garut Diminta Sinkronkan Pembangunan dengan Raperda

Senin, 7 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Aktifis Subang Kritik Proyek Pembuatan Pagar SDN Sukajaya Tanpa Papan Informasi

Selasa, 20 Oktober 2020

Tidak Perlu Rapat, Dedi Mulyadi Selesaikan Konflik Penutupan Curug Tilu Purwakarta

Senin, 13 Desember 2021
Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar. (Sopandi/Dejurnal.com)

Direspon Baik Bupati Bandung, Jaringan Sayaginet Diharap Bisa Mengcover Seluruh Desa

Kamis, 11 Maret 2021
Spanduk Desa Sukaluyu yang menjadi pro dan kontra.

Tolak Minta Maaf Terkait Tulisan di Spanduk, Kades Sukaluyu : Itu Kampanye Lingkungan

Selasa, 27 April 2021

Pemkab Purwakarta Lakukan Vaksinasi Warga Lansia

Jumat, 9 April 2021
Penandatanganan hasil laporan Pansus DPRD pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (28/4/2025).

Pansus DPRD Kabupaten Bandung Sampaikan Laporan di Rapat Paripurna

Selasa, 29 April 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste