• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Juli 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

bydejurnalcom
Senin, 6 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

Arif, Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut (sebelah kanan) Sedang diwawancarai Dejurnal.com di Disdik Kabupaten Garut.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Arif sapaan akrab selaku Wakil Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut menyampaikan aspirasi para orang tua siswa terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 saat ditemui dejurnal.com di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Senin (6/7/2026).

Kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap ratusan orang tua yang datang untuk menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya bagi calon peserta didik yang belum diterima di sekolah negeri.

Ia menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai perwakilan Komite SMP Negeri 1 Garut yang diketuai oleh Haji Delit selalu Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut untuk membawa aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Garut.

BacaJuga :

340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemdes Dewasari Ajak Warga Berikan Data yang Akurat

Bukan Sekadar Seremoni, Harlah FORMAGAT Hadirkan Solusi dan Pelayanan bagi Warga

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah masih banyaknya anak yang berada di sekitar lingkungan sekolah, namun belum dapat diterima karena keterbatasan kuota rombongan belajar (rombel).

“Intinya kami ingin memperjuangkan aspirasi para orang tua. Jangan sampai ada anak yang tidak bisa bersekolah. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, jangan sampai muncul ATS atau Anak Tidak Sekolah hanya karena persoalan kuota,” ujar Arif.

Ia menuturkan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar di SMP dibatasi sebanyak 40 orang. Namun, menurutnya, SMP Negeri 1 Garut sebelumnya pernah menerapkan jumlah 44 siswa dalam satu kelas.

Lebih lanjut Arif menjelaskan,”Dengan kondisi tersebut, apabila dilakukan penambahan empat kursi di setiap rombel, tentu masih memungkinkan. Kalau dikalikan dengan 11 rombel, maka akan tersedia sekitar 44 kursi tambahan yang dapat mengakomodasi calon siswa yang belum diterima,” tegasnya.

Menurutnya, setelah dilakukan pendataan terhadap calon peserta didik yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah, jumlah tersebut dinilai cukup untuk menampung anak-anak yang memang berada dalam wilayah terdekat.

Ia juga mengungkapkan bahwa aksi penyampaian aspirasi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tidak hanya berasal dari orang tua calon siswa SMP Negeri 1 Garut, tetapi juga didominasi oleh orang tua calon siswa SMP Negeri 2 Garut yang mengalami persoalan serupa.

“Mayoritas yang datang hari ini berasal dari orang tua calon siswa SMP 1 dan SMP 2 Garut. Namun sebenarnya aspirasi ini bukan hanya untuk dua sekolah tersebut, melainkan untuk seluruh SMP Negeri di Kabupaten Garut,” kata Arif.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan yang lebih fleksibel sepanjang tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Ia menyebut adanya ruang pengecualian mengenai jumlah rombongan belajar sebagaimana diatur dalam ketentuan Kementerian Pendidikan.

Masih kata Arif,”Di dalam aturan terdapat pengecualian mengenai jumlah rombel. Karena itu kami berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengambil kebijakan yang bijaksana demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Oleh sebab itu, keberadaan sekolah negeri menjadi harapan utama bagi banyak keluarga yang kesulitan secara ekonomi.

“Sekarang masyarakat sedang menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Dana BOS juga berasal dari APBN, sehingga seharusnya pemerintah daerah dapat memaksimalkan kesempatan agar lebih banyak anak diterima di sekolah negeri,” ujarnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan pihak komite, jumlah calon siswa dari wilayah sekitar SMP Negeri 1 Garut sebenarnya tidak terlalu banyak. Dari Kelurahan Pakuwon tercatat sekitar 13 orang, dari Paminggir sekitar 14 orang, sedangkan dari beberapa wilayah lainnya hanya satu hingga tiga orang.
Secara keseluruhan diperkirakan hanya sekitar 30 hingga 40 calon siswa yang membutuhkan tambahan kuota agar dapat diterima.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat langsung disampaikan kepada Bupati Garut yang pada hari itu juga berada di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

“Kami berharap Pak Bupati dapat mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Jangan terlalu kaku terhadap aturan apabila memang masih ada ruang kebijakan yang dapat digunakan untuk menyelamatkan masa depan anak-anak,” ungkap Arif.

Di akhir penyampaiannya, Wakil Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan bukan semata-mata untuk kepentingan SMP Negeri 1 maupun SMP Negeri 2 Garut, melainkan untuk seluruh SMP Negeri di Kabupaten Garut agar tidak ada lagi anak yang gagal memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan kuota penerimaan.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai ada Anak Tidak Sekolah. Semua anak harus mendapatkan kesempatan untuk belajar. Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah, namun kami juga berharap kebijakan tersebut benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.***Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Next Post

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Related Posts

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan
deNews

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Senin, 6 Juli 2026
Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo
deNews

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Senin, 6 Juli 2026
Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga
deNews

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga

Minggu, 5 Juli 2026
340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat
deNews

340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat

Minggu, 5 Juli 2026
Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemdes Dewasari Ajak Warga Berikan Data yang Akurat
deNews

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemdes Dewasari Ajak Warga Berikan Data yang Akurat

Minggu, 5 Juli 2026
Bukan Sekadar Seremoni, Harlah FORMAGAT Hadirkan Solusi dan Pelayanan bagi Warga
deNews

Bukan Sekadar Seremoni, Harlah FORMAGAT Hadirkan Solusi dan Pelayanan bagi Warga

Sabtu, 4 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Polsek Wanaraja Tinjau Lokasi Longsor di Desa Cinunuk

Minggu, 16 Maret 2025

Bupati Ciamis Akan Copot Jabatan Camat Jika Ada Warga Meninggal Kelaparan Selama PSBB

Selasa, 5 Mei 2020

Angka Perceraian Tinggi, Bupati Bandung Dorong Fatayat NU Perkuat Ketahanan Keluarga

Minggu, 23 November 2025

Kepala Desa Sukamulya Berharap Ketua RW dan RT Berperan Aktif Dalam Kegiatan Kerja Bakti

Jumat, 2 Mei 2025
Ketua GIPS, Ade Sudrajat

GIPS Ingatkan Revisi RTRW Garut Jangan Dijadikan Celah Melegalkan Pelanggaran Tata Ruang

Senin, 15 Desember 2025

Berkembang ! Selain Ahmad, Ada Warga Cibiuk Kaler Lagi Jadi Korban Sertifikat Hasil Ajudifikasi Dijaminkan di Bank Tanpa Ijin

Minggu, 16 Juli 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste