CIAMIS, deJurnal,- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis mengajak seluruh perempuan untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Perempuan Berdaya, Ekonomi Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar bersama Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kabupaten Ciamis di Aula DPRD Kabupaten Ciamis, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus organisasi perempuan dari berbagai elemen di Kabupaten Ciamis.
Selain menjadi wadah peningkatan kapasitas perempuan, seminar juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan daerah.
Ketua GOW Kabupaten Ciamis, Dra. Hj. Talbiyah Munadi, S.H., M.H., mengatakan perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan kualitas sebuah keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan pondasi pembangunan bangsa sehingga penguatan peran perempuan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Perempuan adalah tiang keluarga. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang kuat, dan pada akhirnya menjadi pondasi bagi kemajuan bangsa. Karena itu perempuan harus terus diberdayakan agar mampu menjalankan perannya secara optimal,” ujarnya.
Talbiyah menjelaskan, seminar tersebut menghadirkan materi mengenai pemberdayaan perempuan, penguatan karakter, serta peningkatan kapasitas perempuan agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Ia menilai perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik generasi penerus, menjaga keharmonisan keluarga, hingga berkontribusi terhadap perekonomian rumah tangga.
“Perempuan harus memiliki bekal ilmu, keterampilan, dan kemandirian. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.
Menurut Talbiyah, keberadaan regulasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan, untuk menjaga ketahanan keluarga dari berbagai persoalan yang berkembang saat ini.
Selain penguatan karakter keluarga, GOW juga terus mendorong perempuan agar memiliki kemandirian ekonomi. Berbagai program pemberdayaan, seperti pengembangan UMKM, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan dan tanaman bumbu, dinilai mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Ketahanan keluarga bukan hanya berbicara tentang keharmonisan, tetapi juga bagaimana keluarga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu perempuan perlu terus didorong agar memiliki kemampuan dan keterampilan ekonomi,” jelasnya.
Talbiyah menambahkan, penguatan ekonomi keluarga juga diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan menciptakan keluarga yang sehat serta sejahtera.
Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh organisasi perempuan di Kabupaten Ciamis untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Harapan kami, perempuan Ciamis menjadi perempuan yang sehat jasmani dan rohani, berpendidikan, berakhlak mulia, serta mandiri secara ekonomi. Jika perempuan berdaya, keluarga akan kuat. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi unggul yang mampu membawa Kabupaten Ciamis dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana, S.KM., M.H. turut memberikan materi mengenai pentingnya ketahanan keluarga. Ia menegaskan bahwa perempuan menjadi pilar utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Nanang juga menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Ciamis telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fungsi keluarga di tengah berbagai tantangan sosial. (Nay Sunarti)















