BANDUNG, deJurnal,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seni bukan sekadar ruang untuk berkompetisi, melainkan sarana membentuk karakter, mengasah kepekaan, serta melahirkan prestasi.
Pesan itu disampaikannya saat menutup ajang Perlombaan Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, yang mengantarkan Paduan Suara PGRI Kabupaten Ciamis meraih Juara 1 tingkat Jawa Barat.
Menurut Dedi Mulyadi, keberhasilan para peserta, termasuk PGRI Kabupaten Ciamis, menunjukkan bahwa proses berkesenian mampu membangun disiplin, kekompakan, dan kepekaan yang menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perlombaan paduan suara ini bukan sekadar mencari juara. Seni mengajarkan kita mengolah rasa, hati, dan cinta. Dari situlah lahir karakter yang kuat dan prestasi yang membanggakan,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Tim Penggerak PKK, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, hingga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Bagi Dedi, pembangunan Jawa Barat tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan dan kekuatan anggaran. Menurutnya, pembangunan juga harus dibarengi dengan sentuhan seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu menciptakan masyarakat yang harmonis.
“Pembangunan bukan hanya soal APBD dan program kerja. Yang tidak kalah penting adalah membangun rasa memiliki, kepedulian terhadap lingkungan, kebersihan, keindahan, dan semangat gotong royong. Seni menjadi salah satu media untuk menumbuhkan itu semua,” katanya.
Ia optimistis, apabila nilai-nilai tersebut terus ditanamkan kepada masyarakat, berbagai persoalan sosial dapat ditekan sekaligus mendorong terwujudnya Jawa Barat yang bersih, tertib, nyaman, dan beradab.
Dalam perlombaan tersebut, Paduan Suara PGRI Kabupaten Ciamis tampil memukau hingga berhasil meraih Juara 1 tingkat Jawa Barat. Tim asal Tatar Galuh mampu mengungguli sejumlah peserta unggulan, di antaranya PGRI Kota Bandung, PGRI Kabupaten Purwakarta, serta perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana dan Bhayangkari.
Keberhasilan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Ciamis. Selain membawa pulang gelar juara, prestasi tersebut juga membuka kesempatan bagi Paduan Suara PGRI Kabupaten Ciamis untuk tampil di panggung yang lebih luas.
Usai menjuarai kompetisi tingkat provinsi, kelompok paduan suara yang beranggotakan guru-guru perempuan itu mendapat undangan tampil di program Brownis Trans TV. Mereka juga dipercaya mengisi peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat pada 17 Agustus 2026.
Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi para guru tidak hanya diwujudkan melalui dunia pendidikan, tetapi juga lewat karya seni yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional. (Nay Sunarti)















