JAKARTA, deJurnal,- Kabupaten Ciamis kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Ketua Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kabupaten Ciamis, Dra. Hj. Talbiyah Munadi, S.H., resmi dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum PP BKMM Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat periode 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta, Jum’at (17/7/2026), dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PP BKMM-DMI.
Prosesi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, yang juga melantik Ketua Umum PP BKMM-DMI Pusat, Hj. Nora Yosse Novia SH. MH, beserta jajaran pengurus pusat.
Kepercayaan yang diberikan kepada Hj. Talbiyah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Ciamis. Selain memimpin BKMM Kabupaten Ciamis, ia juga dikenal sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis.
Amanah Nasional dengan Tanggung Jawab Besar
Sebagai Wakil Ketua Umum, Hj. Talbiyah membawahi empat departemen strategis, yakni Departemen Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga, Departemen Pendidikan, Departemen Dakwah, serta Departemen Hubungan Luar Negeri, Haji dan Umrah.
Ia mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh rasa syukur sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Ini merupakan amanah yang sangat besar karena lingkupnya sudah nasional. Mau tidak mau saya harus melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk pengabdian untuk syiar Islam,” ujarnya
Menurutnya, penunjukan dirinya bukan melalui proses pencalonan, melainkan berdasarkan keputusan Ketua Umum PP BKMM-DMI bersama tim formatur yang terdiri dari unsur pengurus wilayah dari berbagai kawasan di Indonesia.
“Saya dihubungi langsung oleh Ketua Umum dan diberikan kepercayaan menjadi Wakil Ketua Umum. Tentu ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus saya emban,” katanya.
Fokus Perkuat Organisasi BKMM di Seluruh Indonesia
Hj. Talbiyah menjelaskan, salah satu tugas utama yang akan menjadi fokusnya ialah memperkuat kelembagaan BKMM-DMI hingga seluruh provinsi memiliki kepengurusan yang lengkap.
Saat ini, kata dia, masih terdapat sejumlah provinsi yang belum memiliki struktur organisasi secara utuh, sehingga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
“Kami ingin memastikan kepengurusan BKMM hadir secara merata di seluruh Indonesia. Di Jawa Barat seluruh kabupaten dan kota sudah terbentuk, tetapi di beberapa daerah luar Jawa masih ada yang baru memiliki perwakilan. Itu menjadi prioritas kami ke depan,” jelasnya.
Selain membangun organisasi, departemen yang dipimpinnya juga akan memperkuat koordinasi pendidikan, dakwah, hubungan kelembagaan, hingga pembinaan di bidang haji, umrah dan hubungan luar negeri.
Meski aktivitas kepengurusan berada di tingkat pusat, Hj. Talbiyah mengatakan koordinasi akan banyak dilakukan secara daring sehingga tidak selalu harus hadir secara fisik di Jakarta.
Jusuf Kalla: Majelis Taklim Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Dalam sambutannya, Ketua Umum DMI Jusuf Kalla menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas umat melalui majelis taklim.
Menurutnya, majelis taklim tidak cukup hanya menjadi tempat pembinaan keagamaan, tetapi juga harus berkembang menjadi pusat pendidikan, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemahaman agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar umat Islam mampu bersaing di era modern.
“Dunia tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi akan membuat seseorang sulit bersaing. Karena itu, kehidupan dunia dan akhirat harus berjalan seimbang,” ujar Jusuf Kalla.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran seorang ibu dalam keluarga sebagai pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai agama, akhlak, dan karakter kepada anak sejak usia dini.
Dengan bergabungnya Hj. Talbiyah Munadi dalam jajaran pengurus pusat BKMM-DMI, diharapkan pengalaman organisasi yang dimiliki dapat memberikan kontribusi bagi penguatan peran majelis taklim di tingkat nasional, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Ciamis dalam pengembangan dakwah dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. (Nay Sunarti)
















