CIAMIS, deJurnal – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Cimaragas tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Sekolah menggandeng Puskesmas Cimaragas dan Polsek Cimaragas untuk membekali siswa dengan edukasi kesehatan, penguatan karakter, serta pencegahan perundungan, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti 158 siswa baru kelas VII yang terbagi dalam lima rombongan belajar (rombel). Selama MPLS, para siswa mendapatkan berbagai materi untuk membantu proses adaptasi sekaligus membangun karakter sejak hari pertama memasuki jenjang sekolah menengah pertama.
Kepala SMPN 1 Cimaragas, Yudi Nugraha, S.Pd., mengatakan MPLS dirancang sebagai fondasi awal agar peserta didik mampu mengenal budaya sekolah, sistem pembelajaran, tata tertib, serta nilai-nilai yang akan diterapkan selama menempuh pendidikan.
“Kami ingin siswa baru merasa nyaman dan percaya diri saat memasuki lingkungan sekolah. Karena itu, MPLS tidak hanya berisi pengenalan sekolah, tetapi juga dibekali materi yang bermanfaat untuk kehidupan mereka, mulai dari kesehatan, pembentukan karakter, hingga kesadaran menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Yudi.
Puskesmas Cimaragas Bekali Kesehatan Fisik dan Mental
Sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor, Kepala Puskesmas Cimaragas, Tampo Sari Widyastuti, bersama Bidan Tia Puji Lestari dari bidang program memberikan edukasi mengenai kesehatan remaja, pola hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan psikologis.
Puskesmas juga melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada seluruh peserta MPLS sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan siswa.
Menurut Tampo Sari Widyastuti, pemeriksaan kesehatan sejak awal masuk sekolah penting dilakukan agar kondisi kesehatan peserta didik dapat diketahui lebih dini dan apabila ditemukan faktor risiko dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin siswa memulai proses belajar dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental. Edukasi ini juga bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja,” ujarnya.
Dalam sesi kesehatan mental, siswa dikenalkan pada konsep pertolongan pertama pada luka psikologis.
Mereka diberikan pemahaman mengenai cara mengenali dampak perundungan, pelecehan, tekanan emosional, hingga langkah awal yang harus dilakukan ketika mengalami atau mengetahui temannya menghadapi persoalan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, sekolah akan membentuk sistem pendampingan yang melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, serta siswa sebagai teman sebaya yang dapat menjadi tempat bercerita dan memberikan dukungan awal.
Apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sekolah akan berkoordinasi dengan Puskesmas Cimaragas untuk proses pendampingan hingga rujukan kepada tenaga profesional sesuai kebutuhan.
Polsek Cimaragas Tanamkan Disiplin dan Cegah Kenakalan Remaja
Selain edukasi kesehatan, Kapolsek Cimaragas, Iptu Anton, memberikan penyuluhan mengenai bahaya perundungan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menumbuhkan semangat kebangsaan dan kedisiplinan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa perundungan tidak hanya meninggalkan luka bagi korban, tetapi juga dapat berdampak pada masa depan pelaku.
Karena itu, siswa diminta untuk saling menghormati, menjaga pergaulan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Jauhi narkoba karena akan merusak masa depan. Isi masa sekolah dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, saling menghargai, dan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air,” pesan Iptu Anton.
Bangun Sekolah yang Sehat, Aman, dan Ramah Anak
Melalui sinergi dengan Puskesmas dan Polsek Cimaragas, SMPN 1 Cimaragas berharap MPLS menjadi lebih dari sekadar kegiatan orientasi sekolah. Kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang sehat, berkarakter, disiplin, peduli terhadap sesama, serta memiliki keberanian untuk menolak perundungan, kekerasan, maupun penyalahgunaan narkoba.
“Kami ingin seluruh siswa baru merasa diterima, aman, dan nyaman di lingkungan sekolah. Dengan dukungan Puskesmas, kepolisian, orang tua, dan seluruh warga sekolah, kami optimistis dapat mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” pungkas Yudi. (Nay Sunarti














