CIAMIS, deJurnal,- Memasuki bulan Agustus, semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Salah satu tradisi yang selalu mewarnai perayaan kemerdekaan adalah penyelenggaraan turnamen bola voli yang digelar di tingkat RT, RW, dusun, desa hingga kelurahan.
Hampir setiap sore hingga malam hari, lapangan-lapangan voli dipenuhi pemain dan warga yang datang menyaksikan pertandingan. Suasana meriah ini menjadi bukti bahwa bola voli masih menjadi salah satu olahraga yang paling digemari masyarakat Ciamis.
Ketua Harian PBVSI Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumelar, menilai maraknya turnamen voli selama bulan Agustus merupakan fenomena positif yang patut terus dipertahankan.
Selain menjadi bagian dari tradisi peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.
“Turnamen voli Agustusan bukan sekadar pertandingan memperebutkan gelar juara. Yang paling penting adalah bagaimana olahraga menjadi media silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat,” ujarnya Minggu (02/08/2026)
Menurut Taufik, turnamen yang digelar di lingkungan masyarakat memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga.
Dari kompetisi-kompetisi sederhana di tingkat kampung, tidak sedikit pemain muda berbakat yang kemudian berkembang hingga memperkuat klub maupun mewakili daerah dalam berbagai kejuaraan.
“Bibit atlet tidak selalu lahir dari kejuaraan resmi. Justru banyak pemain yang pertama kali menunjukkan kemampuannya di turnamen tingkat desa atau kelurahan. Karena itu, kompetisi seperti ini sangat penting bagi pembinaan olahraga,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap bola voli menjadi modal besar bagi kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Ciamis. PBVSI berharap semangat tersebut dapat terus dipelihara melalui penyelenggaraan turnamen yang rutin, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Selain berdampak pada pembinaan atlet, turnamen voli juga memberi manfaat bagi masyarakat. Kehadiran penonton di sekitar lapangan turut menggerakkan aktivitas ekonomi, mulai dari pedagang makanan dan minuman hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi pertandingan.
“Olahraga ternyata mampu memberikan efek yang luas. Selain menyehatkan dan mempererat kebersamaan, turnamen juga menghidupkan ekonomi masyarakat. Ini yang menjadi nilai tambah dari setiap penyelenggaraan kegiatan olahraga di lingkungan warga,” jelasnya.
Taufik mengajak seluruh panitia, pemain, ofisial, dan suporter untuk menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, semangat kompetisi harus tetap dibarengi sikap saling menghormati sehingga pertandingan menjadi tontonan yang menarik sekaligus edukatif.
“Kami berharap turnamen Agustusan menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga. Siapa tahu, dari lapangan-lapangan kampung di Ciamis akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















