Dejurnal.com, Garut – Persiapan pelaksanaan pengibaran Bendera Pusaka dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Garut terus dimatangkan. Salah satunya melalui kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Garut Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Garut Kota Ramah Anak” tersebut digelar di Hotel Grand Suminar, Jalan Otto Iskandardinata No. 267, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Garut drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, MBA, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut Drs. H. Nurrodhin, M.Si., Kepala DPPKBPPPA Garut, Drs. Yayan Waryana, M.Si, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Garut Heri Juliardi Taufiq, serta jajaran anggota PPI dan calon Paskibraka Kabupaten Garut.
Pemusatan pelatihan menjadi salah satu tahapan penting sebelum para calon Paskibraka menjalankan tugas utama pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026. Selain membentuk kemampuan teknis dalam baris-berbaris dan pengibaran bendera, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, mental, kesehatan, serta rasa tanggung jawab para peserta.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Garut, Drs. H. Nurrodhin, M.Si., menjelaskan bahwa proses pembentukan Paskibraka Kabupaten Garut telah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026. Tahapan tersebut diawali dengan proses seleksi yang dilaksanakan di enam wilayah di Kabupaten Garut.
Menurut Nurrodhin, proses seleksi tersebut mendapatkan antusiasme yang sangat besar. Tercatat sekitar 8.860 peserta mengikuti seleksi tingkat wilayah yang kemudian dilakukan penyaringan untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Prosesnya sudah kita siapkan sejak Februari 2026, dimulai dari seleksi tingkat wilayah di enam wilayah yang diikuti kurang lebih 8.860 orang,” ujar Nurrodhin saat ditemui dejurnal.com, Kamis (13/8/2026).
Dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi tingkat wilayah, kemudian terpilih sekitar 160 orang untuk mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Garut. Setelah melalui serangkaian proses seleksi dan penilaian, jumlah tersebut kembali disaring hingga terbentuk calon Paskibraka yang akan menjalankan tugas pada peringatan HUT RI tahun ini.
Nurrodhin menyebutkan, terdapat peserta yang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Garut, sementara dua orang di antaranya akan dikirim untuk mengikuti proses di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Untuk calon Paskibraka yang menjalani pemusatan latihan di Kabupaten Garut, mereka mulai mengikuti kegiatan tersebut sejak Senin sebelum pelaksanaan kegiatan pada Kamis.
Pemusatan latihan tersebut, kata Nurrodhin, memiliki tujuan utama untuk menyatukan pemahaman dan membangun kekompakan seluruh anggota pasukan.
“Pemusatan ini untuk menyinkronkan sehingga terbentuk satu pasukan yang memiliki pemahaman yang sama,” jelasnya.
Menurutnya, sebuah pasukan pengibar bendera tidak hanya membutuhkan kemampuan individu, tetapi juga kekompakan seluruh anggota. Setiap gerakan harus dilakukan secara seragam, terukur dan sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan oleh pelatih.
Karena itu, para calon Paskibraka mendapatkan berbagai materi yang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga pembinaan fisik, mental, kesehatan, kedisiplinan, hingga menjaga kerapian selama menjalankan tugas.
Dalam proses pemusatan latihan tersebut, Kesbangpol Kabupaten Garut juga melakukan sinkronisasi dengan tim pendukung dari Yonif 303. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu semakin mematangkan kesiapan para calon Paskibraka menjelang pelaksanaan tugas pada 17 Agustus mendatang.
“Kita juga melakukan sinkronisasi dengan tim pendukung dari Yonif 303. Melalui kegiatan pemusatan latihan ini diharapkan terbentuk pasukan yang mampu melaksanakan kewajiban pengibaran Bendera Pusaka pada 17 Agustus 2026 dengan baik, sukses dan lancar,” kata Nurrodhin.
Ia menegaskan bahwa masa pemusatan latihan menjadi momentum penting bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental sebagai seorang Paskibraka.
Para peserta dituntut mampu menjaga kondisi fisik, kesehatan, kedisiplinan dan kerapian. Hal tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab yang akan mereka emban ketika berada di lapangan pada pelaksanaan upacara.
Setelah seluruh rangkaian latihan selesai dan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus dilaksanakan, agenda para Paskibraka juga tidak langsung berakhir. Pemerintah Kabupaten Garut telah menyiapkan kegiatan ramah tamah sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta yang telah menjalankan tugas.
Nurrodhin menambahkan, setelah pelaksanaan pengibaran bendera pada 17 Agustus, para peserta akan mengikuti kegiatan ramah tamah pada malam harinya. Setelah itu, mereka akan diberikan waktu untuk mengikuti kegiatan bebas sesuai dengan agenda yang telah disiapkan.
PPI Garut Siap Kawal Proses Pendidikan dan Pelatihan
Sementara itu, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Garut, Heri Juliardi Taufiq, mengatakan bahwa pihaknya merasa mendapat kehormatan karena diberikan kepercayaan oleh Kesbangpol Kabupaten Garut untuk turut melaksanakan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka tahun 2026.
Menurut Heri, kepercayaan tersebut menjadi sebuah tanggung jawab besar bagi jajaran PPI Kabupaten Garut. Para purna Paskibraka akan berupaya memberikan pendampingan dan pelatihan secara maksimal agar seluruh peserta mampu menjalankan tugas pada momentum bersejarah tersebut.
“Bagi kami, yang diberikan kepercayaan oleh Pak Kaban Kesbangpol untuk melakukan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka ini merupakan sebuah kehormatan. Insyaallah kami akan terus berusaha dan berjuang untuk suksesnya pengibaran pada tanggal 17 Agustus,” ujar Heri.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses pembentukan pasukan, para peserta mendapatkan berbagai pembagian kelompok sebelum akhirnya disatukan menjadi satu kesatuan pasukan.
Proses tersebut dilakukan agar peserta terbiasa bekerja sama, memahami posisi masing-masing dan mampu menjalankan setiap instruksi secara seragam.
Menurut Heri, pembentukan Paskibraka bukan sekadar mempersiapkan anak-anak untuk mampu mengibarkan bendera. Lebih dari itu, pendidikan Paskibraka diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.
Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, kepemimpinan, kerja sama dan rasa hormat menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Garut Kota Ramah Anak”, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan pesan bahwa generasi muda harus mendapatkan ruang yang positif untuk berkembang, berprestasi dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Paskibraka menjadi salah satu wadah pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan yang menggabungkan aspek pendidikan, kedisiplinan, kepemimpinan dan kebangsaan.
Seluruh rangkaian pemusatan pendidikan dan pelatihan ini pun diharapkan dapat menghasilkan pasukan yang solid, disiplin dan memiliki kesiapan fisik maupun mental. Dengan demikian, ketika menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para Paskibraka Kabupaten Garut dapat melaksanakan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Keberhasilan pengibaran Bendera Pusaka nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, tetapi juga menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan serta bentuk nyata semangat generasi muda Garut dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.***Willy















