Dejurnal.com, Garut — Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd., memberikan tanggapan terkait aksi walkout yang dilakukan Fraksi Gerindra dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Garut. Menurut Aris, langkah tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari sikap politik fraksi dan bukan sebagai tindak lanjut dari persoalan tertentu di luar agenda tersebut.
Hal itu disampaikan Aris Munandar saat ditemui dejurnal.com di Padel Park Garut, Jumat (21/8/2026).
Aris mengatakan, dirinya menghargai keputusan yang diambil oleh Fraksi Gerindra dalam menyampaikan sikap politiknya. Menurutnya, setiap fraksi yang berada di DPRD memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, pendapat, maupun sikap politik dalam menjalankan fungsi kelembagaan.
“Sebetulnya bukan tindak lanjut daripada itu ya, mungkin lebih kepada sikap politik dari Fraksi Gerindra. Itu kita hargai,” ujar Aris.
Menurutnya, walkout merupakan sebuah bentuk ekspresi politik yang dapat dilakukan oleh fraksi ketika terdapat perbedaan pandangan terhadap suatu persoalan atau agenda yang sedang berlangsung. Karena itu, Aris tidak ingin langkah tersebut langsung dimaknai sebagai persoalan kelembagaan yang lebih luas.
Ia menilai dinamika seperti itu merupakan bagian dari proses politik di DPRD. Perbedaan sikap antara satu fraksi dengan fraksi lainnya merupakan sesuatu yang memungkinkan terjadi karena setiap fraksi memiliki pertimbangan dan pandangan politik masing-masing.
Perbedaan Sikap Bagian dari Dinamika DPRD
Aris menegaskan bahwa DPRD merupakan lembaga yang di dalamnya terdapat berbagai kekuatan politik dengan latar belakang serta kepentingan yang berbeda. Kondisi tersebut secara otomatis memungkinkan munculnya perbedaan pendapat dalam berbagai agenda rapat maupun pembahasan kebijakan.
Dalam konteks walkout Fraksi Gerindra, Aris memilih untuk menghormati keputusan tersebut selama disampaikan sebagai bagian dari sikap politik dan tetap berada dalam koridor aturan serta mekanisme yang berlaku di DPRD.
Ia juga tidak ingin memperbesar persoalan tersebut dengan memberikan penafsiran yang berlebihan. Bagi Aris, yang terpenting adalah seluruh fraksi tetap dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari lembaga DPRD Kabupaten Garut.
Sikap saling menghormati, menurutnya, menjadi hal penting dalam menjaga hubungan antarkelompok politik di lingkungan DPRD. Perbedaan pandangan tidak seharusnya menghilangkan komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan.
Tetap Menjaga Kondusivitas
Ketua DPRD Garut juga menekankan pentingnya menjaga suasana kerja yang kondusif di lingkungan DPRD. Meskipun terdapat perbedaan sikap politik, seluruh anggota dewan tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Garut.
Karena itu, Aris berharap perbedaan pandangan yang muncul dapat ditempatkan sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Setiap fraksi tetap memiliki kesempatan untuk menyampaikan argumentasi dan sikapnya melalui mekanisme yang tersedia.
Ia menilai keberadaan perbedaan politik justru menjadi bagian dari proses demokrasi di lembaga legislatif. Selama dilakukan secara proporsional dan sesuai ketentuan, perbedaan tersebut dapat menjadi bahan untuk memperkaya pembahasan dalam pengambilan keputusan.
Dengan demikian, Aris menegaskan kembali bahwa aksi walkout Fraksi Gerindra dipandang sebagai sebuah sikap politik fraksi yang dihormati oleh pimpinan DPRD.
“Lebih kepada sikap politik dari Fraksi Gerindra, itu kita hargai,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pimpinan DPRD Kabupaten Garut memilih pendekatan yang mengedepankan penghormatan terhadap perbedaan sikap politik, sembari tetap menjaga komunikasi dan keberlangsungan fungsi kelembagaan DPRD.***Willy















