Dejurnal.com, CIAMIS. Pasini Farm Naratas Group terus memperkuat pijakannya di sektor peternakan ayam petelur. Rampungnya pembangunan kandang layer kedua menjadi langkah baru perusahaan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat sistem pengelolaan peternakan yang lebih modern.
Dengan mengusung tema “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan” syukuran selesainya pembangunan kandang tersebut digelar pada Rabu (7/10/2026)
Direktur Operasional Pasini Naratas Farm (Naratas Layer Farm), Anggun Pasini, S.Pt., optimistis tambahan fasilitas tersebut dapat memperkuat perkembangan Pasini Farm ke depan.
Menurutnya, pembangunan kandang kedua tidak semata-mata berkaitan dengan penambahan kapasitas produksi. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan fasilitas baru tersebut dikelola dengan sistem kerja, teknologi dan sumber daya manusia yang mampu mendukung pertumbuhan perusahaan.
“Kandang kedua ini menjadi bagian dari langkah kami untuk terus berkembang. Bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga meningkatkan cara kerja, teknologi dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Anggun.
Kandang layer kedua dibangun menggunakan sistem close house dengan kapasitas mencapai 43.200 ekor ayam petelur. Fasilitas tersebut memiliki ukuran 10 x 126 meter dan menjadi tambahan kekuatan produksi Pasini Farm.
Anggun menilai perkembangan industri peternakan ayam petelur tidak dapat dilepaskan dari perubahan teknologi. Sistem produksi dituntut semakin efisien, terukur dan mampu beradaptasi dengan tantangan industri.
Karena itu, penggunaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan tenaga kerja. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi yang digunakan tetap membutuhkan sumber daya manusia yang memahami cara kerja sistem dan memiliki kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Teknologi tidak akan berkembang tanpa sumber daya manusia yang memiliki ilmu, keterampilan, integritas dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.Atas dasar itu, Pasini Farm juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan agar lingkungan peternakan dapat menjadi salah satu tempat pembelajaran bagi siswa maupun mahasiswa.
Menurut Anggun, pengalaman langsung di lapangan dapat memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.
Dunia pendidikan dan industri, kata dia, perlu saling terhubung agar kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan pengetahuan dapat berjalan beriringan.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui praktik lapangan, penelitian maupun pengembangan teknologi peternakan.
Dengan demikian, keberadaan industri tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia peternakan secara lebih dekat.
“Harapannya, pengembangan usaha ini tidak hanya bicara soal kapasitas produksi, tetapi juga bagaimana kita bisa ikut membangun pengetahuan dan keterampilan generasi muda di bidang peternakan,” ujar Anggun.
Ia menyebut perkembangan Pasini Farm hingga mampu membangun kandang layer kedua tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kerja sama dan kolaborasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika sektor peternakan.
Anggun pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan Pasini Farm.
Ke depan, ia berharap pertumbuhan perusahaan dapat terus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan, pemanfaatan teknologi serta penguatan sumber daya manusia.
Bagi Pasini Farm, kandang kedua bukan sekadar bangunan baru. Tambahan kapasitas tersebut membawa pekerjaan lanjutan untuk memastikan produksi berjalan efisien, sistem pengelolaan semakin baik dan tenaga kerja mampu mengikuti perkembangan teknologi peternakan.
Optimisme itu menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam tema “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan”.
Pasini Farm ingin pertumbuhan usaha tidak berhenti pada bertambahnya fasilitas, tetapi berlanjut pada penguatan bisnis, sumber daya manusia dan kontribusi terhadap perkembangan sektor peternakan di Ciamis. (Nay Sunarti)



















