Dejurnal.com, Garut — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di berbagai wilayah Kabupaten Garut. Momentum tersebut turut dimanfaatkan jajaran Partai Demokrat Kabupaten Garut untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat sekaligus melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan positif.
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat, Putri Tantia, A.Md.,Keb., mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini masih merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, bukan peringatan hari ulang tahun Partai Demokrat.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dejurnal.com di Kantor Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut, Minggu (23/8/2026).
Putri menjelaskan, HUT Partai Demokrat sendiri diperingati setiap 9 September. Karena itu, kegiatan yang berlangsung saat ini sepenuhnya diarahkan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan Indonesia bersama masyarakat.
“Kalau untuk ulang tahun Partai Demokrat itu bertepatan pada tanggal 9 September. Hari ini masih dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Putri.
Menurutnya, Partai Demokrat Kabupaten Garut berupaya mengambil bagian dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan yang diselenggarakan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara kader partai dengan masyarakat.
Berbagai perlombaan turut digelar, salah satunya lomba menyanyi.
Putri menyebut, jajaran Partai Demokrat mendapatkan instruksi dari DPC agar para kader dan anggota turut berpartisipasi serta ikut menyemarakkan berbagai kegiatan peringatan HUT RI.
“Dari Partai Demokrat beserta anggota ikut memeriahkan acara kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan perlombaan. Ada lomba menyanyi dan kegiatan lainnya,” katanya.
Dorong Generasi Muda Terlibat dalam Kegiatan Positif
Selain kegiatan yang bersifat umum, Partai Demokrat juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan anak muda. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah perlombaan AHY Muda, khususnya kategori lomba pidato.
Putri menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari agenda Partai Demokrat yang berasal dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sementara itu, jajaran di daerah berperan dalam mengikutsertakan peserta untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Ia menyebut, dari peserta yang diikutsertakan melalui Kabupaten Garut, terdapat dua peserta yang berhasil lolos dari total sembilan peserta yang mengikuti perlombaan.
“Kalau dari Kabupaten Garut, dari sembilan peserta ada dua yang lolos. Setiap fraksi memang diwajibkan mengirimkan peserta untuk mengikuti lomba AHY Muda, khususnya lomba pidato,” ungkapnya.
Lomba tersebut menyasar kalangan pelajar dan generasi muda. Peserta yang mengikuti kategori AHY Muda umumnya berada pada rentang usia 15 hingga 17 tahun atau masih duduk di bangku SMA maupun SMK.
Menurut Putri, keterlibatan pelajar dalam kegiatan semacam itu penting karena dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keberanian berbicara, menyampaikan gagasan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Adapun tema yang diangkat dalam perlombaan pidato tersebut berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, sesuai dengan tema yang telah diarahkan oleh Partai Demokrat.
Putri menilai, kegiatan seperti ini tidak sekadar kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan menyampaikan gagasan secara konstruktif.
Perlu Penguatan Pembinaan Remaja
Dalam kesempatan tersebut, Putri juga menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial memberikan banyak manfaat, tetapi juga harus diimbangi dengan pendampingan agar anak-anak muda tidak mudah terpengaruh oleh konten maupun lingkungan yang kurang baik.
Ia menilai, pembinaan terhadap remaja harus dilakukan secara bersama-sama, melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Putri menekankan pentingnya langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja dan persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi perkembangan anak muda.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan tersedianya program edukasi, sosialisasi, pendampingan, serta kegiatan positif yang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Ia juga menyinggung adanya berbagai isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk persoalan perilaku dan pergaulan remaja. Dalam menyikapi isu-isu tersebut, Putri menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan edukasi, pembinaan, serta pencegahan agar tidak menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas.
“Dari sisi pemerintahan harus hadir dan membersamai bagaimana supaya hal-hal seperti ini dapat diminimalisir, terutama agar tidak memengaruhi anak-anak dan remaja lainnya,” tuturnya.
Dorong Penyuluhan di Sekolah
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut, Putri mengatakan bahwa dirinya memiliki peran dalam mendorong arah kebijakan pemerintah daerah agar memberikan perhatian terhadap program pembinaan generasi muda.
Salah satu bentuknya adalah dukungan terhadap penganggaran untuk kegiatan penyuluhan dan sosialisasi yang menyasar anak-anak serta remaja.
Menurutnya, penyuluhan tidak cukup hanya dilakukan di satu tempat, tetapi perlu menyentuh lingkungan sekolah maupun ruang-ruang sosial tempat anak muda beraktivitas.
Ia menyebut, pihaknya telah melakukan rapat kerja dengan dinas terkait dan mendapatkan informasi bahwa pemerintah daerah telah memiliki sejumlah program penyuluhan dan sosialisasi untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Garut.
“Kalau kami sifatnya memberikan kebijakan, arah kebijakan supaya ada penganggaran untuk penyuluhan kepada anak-anak remaja, baik itu di sekolah maupun melalui dinas terkait,” jelasnya.
Putri berharap program tersebut dapat terus diperkuat sehingga generasi muda tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilah lingkungan, pergaulan, dan informasi yang mereka temukan setiap hari.
Generasi Muda Diminta Lebih Kreatif dan Inovatif
Di akhir pernyataannya, Putri memberikan pesan khusus kepada generasi muda Kabupaten Garut. Ia berharap anak-anak muda dapat memanfaatkan masa mudanya untuk melakukan berbagai aktivitas yang produktif.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki kreativitas dan inovasi agar mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan media sosial dilakukan secara bijak. Media sosial, kata dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun jejaring, serta menyebarkan informasi yang positif.
“Harapan saya bagi generasi muda, intinya harus lebih kreatif dan inovatif. Jangan terlalu banyak bermain media sosial yang tidak bermanfaat,” pungkasnya.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan dan hiburan semata. Bagi Partai Demokrat Kabupaten Garut, peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong generasi muda agar semakin aktif, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah serta bangsa.***Willy















