CIAMIS, deJurnal,- Harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak kini terbuka bagi Ina Riana, warga RT 002 RW 001, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
Setelah sebelumnya tinggal di rumah yang berdiri di atas lahan milik perusahaan, Ina Riana kini akan menempati hunian baru di atas tanah yang telah disiapkan melalui gotong royong masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Bupati Ciamis Dr. H Herdiat Sunarya memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp20 juta untuk mendukung pembangunan rumah baru bagi Ina Riana.
Bantuan tersebut disalurkan pada Jumat (4/9/2026) melalui utusan Bupati Ciamis kepada penerima manfaat.
Rumah Lama Berdiri di Lahan Milik Perusahaan
Selama ini, Ina Riana menempati rumah yang kondisinya sudah tidak layak. Persoalannya tidak hanya terletak pada kondisi bangunan, tetapi juga status lahan tempat rumah tersebut berdiri.
Rumah Ina diketahui berada di atas lahan milik sebuah perusahaan atau PT. Lokasinya juga berada di kawasan yang telah dipagar.
Kondisi tersebut membuat upaya memperbaiki rumah lama tidak menjadi pilihan yang sederhana.
Dibutuhkan lokasi baru agar Ina Riana dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan memiliki kepastian untuk digunakan sebagai hunian. Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.
Tokoh masyarakat, para agnia dan warga yang memiliki kemampuan ekonomi, bersama pemerintah setempat mulai mencari jalan keluar agar Ina Riana dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
Lahan Baru Disiapkan Lewat Gotong Royong
Upaya tersebut kemudian diwujudkan melalui gotong royong. Sejumlah pihak turut membantu dalam proses penyediaan lahan baru yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan rumah Ina Riana.
Tanah tersebut disiapkan melalui pembelian secara bersama-sama. Setelah lahan tersedia, pembangunan rumah dapat diarahkan ke lokasi baru tersebut.
Bantuan Rutilahu dari Pemerintah Kabupaten Ciamis sebesar Rp20 juta kemudian menjadi bagian dari dukungan untuk mewujudkan hunian baru bagi Ina.
Artinya, bantuan pemerintah tidak diarahkan untuk memperbaiki rumah lama yang berdiri di atas lahan perusahaan. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan rumah di tanah relokasi yang telah disiapkan.
Langkah tersebut menjadi contoh bagaimana persoalan sosial di masyarakat dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah dan warga.
Bupati Herdiat Apresiasi Kepedulian Masyarakat
Bupati Ciamis Dr. H Herdiat Sunarya mengapresiasi kepedulian masyarakat, tokoh setempat, para agnia dan pemerintah desa yang ikut mencarikan solusi bagi Ina Riana.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Kepedulian masyarakat dan semangat gotong royong menjadi kekuatan yang dapat membantu pemerintah memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan.
Program Rutilahu juga menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman sehingga kualitas kehidupannya ikut meningkat.
Ina Riana Bersyukur Mendapat Dukungan
Bagi Ina Riana, tersedianya tanah baru menjadi kabar yang membawa harapan. Ia tidak lagi hanya memikirkan bagaimana memperbaiki rumah lama, tetapi sudah memiliki tempat yang akan menjadi lokasi rumah barunya.
Dukungan masyarakat dan bantuan pemerintah menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Ina Riana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan membantu mencarikan solusi atas persoalan tempat tinggal yang selama ini dihadapinya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Ciamis Herdiat Sunarya atas bantuan Rutilahu sebesar Rp20 juta yang diterimanya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan rumah di lahan relokasi yang telah disiapkan.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Kisah Ina Riana menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni tidak selalu selesai hanya dengan bantuan perbaikan bangunan.
Dalam kondisi tertentu, diperlukan solusi yang lebih mendasar, termasuk penyediaan lahan baru.
Di Desa Banjaranyar, solusi itu lahir dari kepedulian bersama. Masyarakat ikut bergerak menyiapkan tanah, sementara pemerintah memberikan dukungan melalui program Rutilahu.
Kolaborasi tersebut membuka jalan bagi Ina Riana untuk meninggalkan rumah lamanya dan memulai kehidupan di tempat tinggal baru. (Nay Sunarti)

















