CIAMIS, deJurnal,- Dedikasi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan arahan pimpinan menjadi salah satu hal yang menarik perhatian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 saat melakukan visitasi ke Kabupaten Ciamis.
BKPSDM Kabupaten Ciamis menjadi salah satu lokus pembelajaran peserta PKN II Jabar pada Selasa (8/9/2026).
Peserta menggali bagaimana peran ASN dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati, mengatakan peserta PKN mempertanyakan bagaimana kepemimpinan di Ciamis mampu mendorong ASN untuk menerapkan arahan pimpinan dalam aktivitas sehari-hari.
“Yang dipertanyakan pertama bagaimana kepemimpinan yang ada, bagaimana responsnya terhadap pelestarian lingkungan dan pengolahan sampah, kemudian ketika terjadi bencana,” ujar Tini saat ditemui di kantornya Kamis (10/09/2026)
Menurutnya, peserta juga ingin mengetahui apakah kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan di Ciamis hanya berjalan karena instruksi pemerintah atau sudah menjadi kesadaran bersama. Dalam hal ini, peran ASN menjadi salah satu bagian yang ikut disoroti.
BKPSDM, kata Tini, berupaya membangun kemampuan ASN melalui pengembangan kompetensi, salah satunya lewat program Corporate University.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada ASN untuk belajar sesuai kebutuhan pekerjaan dan persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Corporate University ini dibentuk agar setiap ASN memiliki kemampuan. Bukan saja melalui pendidikan formal, tetapi kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan juga bisa diserap melalui pelatihan,” katanya.
Pengembangan kompetensi tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan pekerjaan di OPD. ASN juga diharapkan mampu membawa pengetahuan dan kebiasaan positif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Dalam visitasi itu, peserta PKN II Jabar juga menyoroti penerapan berbagai imbauan pimpinan di lingkungan ASN Ciamis.
Tini menyebut, peserta cukup tertarik melihat bagaimana arahan tersebut dapat dijalankan tanpa harus selalu bergantung pada aturan yang bersifat memaksa.
“Peserta PKN menyorotinya, kita paparkan bahwa BKPSDM juga berperan aktif untuk mengubah pola pikir ASN melalui pelatihan-pelatihan,” ujarnya.
Menurut Tini, pihaknya akan terus memperkuat pengembangan kompetensi agar ASN semakin mampu memahami dan menjalankan program pemerintah daerah.
Ia menilai tantangan BKPSDM bukan hanya meningkatkan kemampuan ASN dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa aparatur memiliki peran ketika berada di tengah masyarakat.
“Bagaimana mengubah pola pikir ASN supaya mampu melaksanakan kegiatan bukan saja di OPD masing-masing, tetapi pada saat berbaur dengan masyarakat,” katanya.
Tini berharap kunjungan peserta PKN II Jabar dapat menjadi pembelajaran dua arah. Peserta mendapatkan pengalaman dari Ciamis, sementara BKPSDM juga memperoleh masukan dari aparatur dan daerah lain.
“Kita berharap ada nilai plus yang bisa diterapkan di masing-masing wilayah. Kita inginnya semua OPD di Kabupaten Ciamis bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat maupun Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















