• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, September 10, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deEdukasi

Dorong Produksi Cabai dan Bawang, Distan Garut Siapkan Irigasi Perpompaan untuk 18 Kelompok Tani

bydejurnalcom
Kamis, 10 September 2026
Reading Time: 4 mins read
Dorong Produksi Cabai dan Bawang, Distan Garut Siapkan Irigasi Perpompaan untuk 18 Kelompok Tani

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, S.Hut., M.Si.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Dinas Pertanian Kabupaten Garut terus mendorong peningkatan produksi komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan irigasi perpompaan sektor hortikultura yang menyasar sebanyak 18 kelompok tani di Kabupaten Garut. Program tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber air untuk mendukung kegiatan budidaya, terutama ketika kondisi curah hujan belum mencukupi kebutuhan tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, S.Hut., M.Si., mengatakan hal tersebut saat ditemui dejurnal.com di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kamis (10/9/2026).

BacaJuga :

Paripurna DPRD, Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Atas Nota Pengantar Bupati Sukabumi

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi Bupati: Penyesuaian APBD Pertimbangan Fiskal Daerah Dan Prioritas Pembangunan

Prioritaskan 2.232 Aset, Pemkab Bandung Jalin Kerjasama dengan BPN

Ardhy menjelaskan, pada kesempatan tersebut pihaknya mengundang para calon kelompok tani penerima kegiatan irigasi perpompaan sektor hortikultura. Dari keseluruhan calon penerima, terdapat 18 kelompok yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, komoditas yang menjadi prioritas dalam kegiatan ini adalah cabai dan bawang. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki posisi penting karena menjadi salah satu kebutuhan pangan masyarakat yang permintaannya cenderung tinggi, terutama pada momentum tertentu seperti akhir tahun dan hari-hari besar keagamaan.

“Untuk hari ini kita mengundang para calon kelompok tani kegiatan untuk irigasi perpompaan sektor hortikultura. Jumlahnya ada 18 kelompok. Komoditas yang menjadi prioritas adalah cabai dan bawang,” ujar Ardhy.

Ia mengatakan, pertemuan dengan kelompok tani tersebut tidak hanya membahas mengenai teknis pelaksanaan program, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab dan kewajiban masing-masing kelompok dalam menjalankan kegiatan.

Dinas Pertanian, kata Ardhy, memberikan penekanan agar bantuan dan anggaran yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan serta tujuan program. Setiap kelompok diharapkan mampu melaksanakan kegiatan secara bertanggung jawab sehingga sarana irigasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi lahan pertanian.

Selain aspek teknis, para kelompok tani juga mendapatkan penjelasan mengenai batas waktu pelaksanaan kegiatan. Hal ini menjadi perhatian penting karena Dinas Pertanian Kabupaten Garut menargetkan seluruh kegiatan dapat diselesaikan sebelum memasuki musim tanam pertama pada Oktober 2026.

Ardhy menegaskan, target tersebut berkaitan langsung dengan upaya mempercepat penanaman cabai dan bawang. Dengan tersedianya sumber air melalui irigasi perpompaan, petani diharapkan tidak harus sepenuhnya menunggu datangnya hujan untuk memulai proses tanam.

“Harapan kita, ketika masuk awal musim tanam Oktober, para petani ini sudah bisa memulai atau melaksanakan awal tanam. Jadi tidak lagi harus menunggu hujan,” katanya.

Irigasi Perpompaan Jadi Solusi

Ketersediaan Air
Ardhy menjelaskan bahwa irigasi perpompaan pada prinsipnya merupakan kegiatan untuk mengambil atau memanfaatkan sumber air yang tersedia, kemudian dialirkan menggunakan sistem pompa menuju lahan pertanian yang membutuhkan pengairan.

Dengan sistem tersebut, sumber air yang berada di sekitar kawasan pertanian dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai dan bawang.

“Bentuk kegiatannya irigasi perpompaan. Istilahnya mengekstraksi air untuk dimanfaatkan bagi pengairan di lahan-lahan untuk tanaman cabai dan bawang,” jelasnya.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya hortikultura. Karena itu, keberadaan fasilitas irigasi perpompaan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani dalam mengatur jadwal tanam sekaligus menjaga pertumbuhan tanaman.

Program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi cuaca, khususnya pada periode ketika hujan belum turun secara optimal.

Target Penanaman Dimulai Oktober

Dinas Pertanian Kabupaten Garut menargetkan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga memasuki awal Oktober para petani sudah dapat melakukan penanaman.

Ardhy menyebut, percepatan waktu tanam menjadi penting karena keterlambatan penanaman akan berdampak terhadap waktu panen. Jika jadwal tanam mundur, maka masa produksi juga akan ikut bergeser.

“Kita targetnya awal Oktober itu semua harus bisa nanam. Karena kalau sudah terlambat tanam, geser waktu produksi nantinya,” ungkapnya.

Dengan demikian, penyelesaian pembangunan atau pelaksanaan kegiatan irigasi perpompaan sebelum musim tanam menjadi salah satu prioritas. Dinas Pertanian tidak ingin fasilitas yang diberikan kepada kelompok tani justru belum siap digunakan ketika petani sudah memasuki jadwal tanam.

Antisipasi Kebutuhan Cabai dan Bawang Akhir Tahun

Selain meningkatkan produktivitas petani, percepatan penanaman cabai dan bawang juga memiliki kaitan dengan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

Dinas Pertanian Kabupaten Garut berharap produksi dari para petani dapat tersedia pada periode ketika kebutuhan terhadap komoditas tersebut mengalami peningkatan.

Terlebih, cabai dan bawang merupakan komoditas yang sangat dekat dengan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Permintaannya dapat meningkat menjelang hari-hari besar keagamaan maupun momentum tertentu yang biasanya diikuti peningkatan aktivitas masyarakat.

Ardhy mengatakan, pihaknya berupaya menjaga agar ketersediaan komoditas tersebut tetap mencukupi sehingga dapat membantu mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Karena itu, penentuan waktu tanam menjadi bagian penting dari strategi menjaga kesinambungan produksi. Tanaman yang ditanam tepat waktu diharapkan dapat memasuki masa panen pada periode yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Distan Garut Akan Lakukan Pemantauan

Untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan, Dinas Pertanian Kabupaten Garut juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Pemantauan tersebut mencakup pelaksanaan kegiatan oleh kelompok tani, pemanfaatan anggaran, kesiapan sarana irigasi, hingga perkembangan budidaya tanaman.

Menurut Ardhy, kelompok tani penerima program memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memanfaatkan bantuan yang diberikan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

“Kita berharap seluruh program yang dilaksanakan oleh para kelompok tani bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh yang ada di lapangan, sehingga seluruh manfaatnya bisa dirasakan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga amanah program. Sarana yang dibangun melalui kegiatan irigasi perpompaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam satu musim tanam, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas pertanian kelompok.

Dengan adanya 18 kelompok tani penerima kegiatan irigasi perpompaan sektor hortikultura tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Garut berharap produksi cabai dan bawang dapat terus ditingkatkan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pangan, mendukung produktivitas petani, serta mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas hortikultura pada periode permintaan tinggi.
Ke depan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas irigasi, tetapi juga oleh kesiapan kelompok tani dalam mengelola, merawat, dan memanfaatkannya secara optimal.

Dengan pelaksanaan yang tepat waktu dan pengawasan yang berkelanjutan, program irigasi perpompaan diharapkan mampu menjadi salah satu penopang produksi hortikultura Kabupaten Garut, khususnya cabai dan bawang, memasuki musim tanam Oktober 2026 dan periode kebutuhan pangan yang meningkat pada penghujung tahun.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Harganas Ke-33, Bupati Sukabumi Tegaskan Keluarga Adalah Fondasi Utama Membangun Sumberdaya Manusia

Related Posts

Harganas Ke-33, Bupati Sukabumi Tegaskan Keluarga Adalah Fondasi Utama Membangun Sumberdaya Manusia
deSport

Harganas Ke-33, Bupati Sukabumi Tegaskan Keluarga Adalah Fondasi Utama Membangun Sumberdaya Manusia

Kamis, 10 September 2026
Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampang Tengah
depemerintahan

Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampang Tengah

Kamis, 10 September 2026
Pasar Rakyat UMKM, Bupati Sukabumi ” Momentum Startegis Perkuat Pelaku Usaha Lokal “
depemerintahan

Pasar Rakyat UMKM, Bupati Sukabumi ” Momentum Startegis Perkuat Pelaku Usaha Lokal “

Kamis, 10 September 2026
Paripurna DPRD, Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Atas Nota Pengantar Bupati Sukabumi
Legislator

Paripurna DPRD, Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Atas Nota Pengantar Bupati Sukabumi

Kamis, 10 September 2026
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi  Bupati: Penyesuaian APBD Pertimbangan Fiskal Daerah Dan Prioritas Pembangunan
Parlementaria

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi Bupati: Penyesuaian APBD Pertimbangan Fiskal Daerah Dan Prioritas Pembangunan

Kamis, 10 September 2026
Prioritaskan 2.232 Aset, Pemkab Bandung Jalin Kerjasama dengan  BPN
deNews

Prioritaskan 2.232 Aset, Pemkab Bandung Jalin Kerjasama dengan BPN

Kamis, 10 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

KabarDaerah

Musorkab NPCI Garut 2026–2031: Satukan Semangat, Perkuat Prestasi Atlet Disabilitas Menuju Peparda VII

Rabu, 15 April 2026

Bupati Herman Minta Pejabat Pemkab Cianjur Berlebaran di Wilayah Terdampak Gempa

Kamis, 6 April 2023

Dukung Optimalisasi Satu Data Indonesia, Diskominfo Ciamis Gelar Bimtek Metadata Statistik

Selasa, 20 Mei 2025

As-Syifa Peduli, Menggelar Ramadan Berdampak

Sabtu, 22 Maret 2025

Bupati Sukabumi Tegaskan Kesehatan adalah Pondasi Utama Membangun SDM Unggul

Sabtu, 22 November 2025

Polsek Wanaraja Tinjau Lokasi Longsor di Desa Cinunuk

Minggu, 16 Maret 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste